Selasa, 30 Maret 2010

Salam jepret!

Karena memang sudah berjanji pada Pakde Cholik kalo saya bakal ikut memeriahkan acaranya di Blogcamp yang bertajuk Supermanshow-aksi dan kreasi, jadilah saya; tukangpoto, yang biasanya mengarahkan gaya pada gadis-gadis di studio jadi sedikit ikut numpang bergaya di acara ini.
Link
Dan bagi teman-teman lainnya yang belum ikut, buruan deh berpartisipasi karena sebentar lagi acara ini akan menemui deadlinenya. Oke, selamat berkreasi dan salam jepret!

Selasa, 23 Maret 2010

Tips fotografi : memotret wajah

Pada tips fotografi kali ini saya akan sedikit membahas bagaimana cara pendekatan yang baik untuk memotret manusia. Jika pada artikel-artikel yang lalu sudah di jelaskan berbagai aspek dalam memotret manusia maka kali ini saya akan membahas khusus mengenai memotret bagian wajah.

Ada hal-hal spesifik yang perlu diperhatikan dalam memotret wajah :

1 . Fokus pada mata.

Seperti telah dikatakan bahwa mata adalah jendela jiwa, jadi sangat penting bagi kita untuk fokus pada mata ketika memotret wajah manusia. Karena setiap kali orang melihat foto seseorang bagian yang paling dulu dilihat adalah bagian mata. Semakin kuat anda bisa menangkap ekspresi lewat tatapan mata semakin kuat foto anda.

2 . Sudut pandang.

Hanya ingin mengingatkan bahwa sudut pandang pengambilan foto kita pada format close-up akan sangat mempengaruhi emosi foto secara keseluruhan. Bagian mana dari wajah yang jaraknya paling dekat ke lensa itu yang menjadi pusat perhatian.

3 . Gunakan cahaya yang lembut dan merata.

Cahaya yang lembut akan sangat baik untuk mengangkat skin tone pada wajah sehingga bisa tampil lebih alami.

4 . Tambahkan hair light.

Kita bisa menambahkan hair light ( kilau cahaya pada rambut ) agar detail foto wajah bisa lebih dinamis. Selain dapat memberikan volume pada obyek, hair light juga membantu memberi jarak antara obyek dengan background.

5 . Pilihan lensa.

Lensa yang ideal untuk memotret wajah adalah 90 mm ke atas pada kamera DSLR, dan sekitar 55 mm ke atas pada kamera poket lalu dibantu pada bagian editing agar dapat lebih close-up.

6 . Ekspresi model.

Bagian yang terpenting pada sesi pemotretan wajah atau close-up adalah tentunya ekspresi si model. Adalah menjadi tugas anda sebagai fotografer untuk dapat mengarahkan model anda agar bisa berekspresi senatural mungkin. Banyak cara bisa ditempuh antara lain; dengan mengajak ngobrol, melontarkan lelucon atau candaan atau sekedar menyetel musik untuk membangkitkan mood.

Oke, teman-teman selamat mencoba ya.


Foto : tukangpoto

Jumat, 19 Maret 2010

Serunya memotret yearbook SMA Santa Ursula

Seminggu kemarin saya mendapat job untuk memotret yearbook SMA Santa Ursula untuk lulusan tahun 2010. Job memotret yearbook memang kadang saya lakukan, tapi selama ini terbatas pada SMA yang memiliki murid laki-laki dan perempuan, jadi kesempatan ini adalah pengalaman pertama saya memotret untuk yearbook di sekolah yang muridnya perempuan semua.

Pertama kali menginjakan kaki di SMA yang berada di Jalan Pos no.2, Jakarta ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Bangunan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1931, kalau tidak salah, tetap mempertahankan ciri khas bangunan jaman Belanda walaupun telah memiliki pula gedung yang baru di bagian yang lain. Jadi suasana klasik masih terasa sekali, malah diperkokoh dan dilestarikan.

Saya mengira akan menjumpai gadis-gadis yang kaku dan serius, tapi ternyata dugaan saya salah sama sekali. Lewat pengamatan seminggu berada di sana ternyata mereka adalah murid-murid SMA yang hangat dan ceria layaknya gadis-gadis seusia mereka. Walaupun terlihat pula disiplin serta orientasi belajar mereka yang tinggi. Selain ramah dan santun, mereka juga sarat akan prestasi baik akademis maupun non akademis.

Pada pemotretan yearbook kali ini mereka sudah menyiapkan tema-tema yang akan membuat penampilan foto kelas mereka berbeda yang satu dengan yang lainnya. Tema yang mereka pilih pun beragam. Ada back to 60, underwater, candy girl, musical dan lain-lain. Properti-properti yang akan mendukung penampilan mereka pun tak lupa mereka siapkan. Lalu soal gaya dan ekspresi ketika difoto nanti juga sudah direncanakan secara detil. Ada yang akan berpose seperti The Beatles ketika berjalan di Abbey Road, bergaya ala rockstar, sambil membawa hewan peliharaanya, gaya mafia tahun 30 an, malah ada yang minta difoto ketika mereka nge-dance.

Sebuah pengalaman baru buat saya dan sebuah perspektif yang ceria dan menyegarkan. Walaupun cerita roman ala 'Gita Cinta Dari SMA' yang dapat memompa hormon asmara para gadis di sekolah itu tidak mungkin terjadi, tapi bagi saya, Sanurians, you're rocks!



N.B. Sayang foto-fotonya belum boleh diupload karena yearbooknya belum resmi terbit.

Jumat, 05 Maret 2010

Tips memotret di bawah terik matahari

foto oleh : code poet


Kadang kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk memotret di bawah terik matahari. Padahal posisi matahari yang sedang menyengat ubun-ubun adalah keadaan yang tidak terlalu bagus untuk melakukan pemotretan.


Tapi mudah-mudahan tips di bawah ini bisa membantu anda untuk meminimalisir kekurangan tersebut :


1. Tempat teduh.

Kalau tidak terpaksa sekali, kita bisa mencari tempat yang agak teduh untuk melakukan pemotretan
. Hal ini bisa dilakukan oleh obyeknya saja, fotografernya saja, atau sekaligus keduanya yang berpindah tempat.


2. Gunakan 'fill in flash' atau lampu blitz pengisi.

Karena memotret dengan sumber cahaya yang sangat terang dengan posisi tepat di atas kepala maka kemungkinan untuk timbul bayangan yang sangat kontras akan besar sekali. Bayangan ini biasanya akan terjadi di ceruk mata, di bawah hidung dan di bawah leher. Hal ini dapat kita hindari dengan memberi lampu kilat pengisi untuk mengeliminir bayangan hitam tadi.

3. Gunakan tudung lensa.

Khusus kamera DSLR, sebaiknya dilengkapi dengan tudung lensa ( lens hood ) untuk menghindari cahaya yang tidak diinginkan ( lens flare ) ikut masuk.

4. Ubah sudut pandang.

Ketika memindahkan obyek tidak dimungkinkan, buatlah diri anda mobile. Anda bisa memotret dari belakang obyek, dari arah atas atau bahkan dari bawah obyek. Dengan begitu akan mengubah arah jatuhnya sinar matahari terhadap obyek anda sehingga dapat memberi 'rasa' yang berbeda.

5. Gunakan filter.

Kadang tidak ada salahnya anda menyediakan filter polarizing. Selain dapat mengurangi cahaya yang masuk ke dalam lensa, filter ini juga dapat menguatkan efek biru pada langit.

6. Siluet.

Manfaatkan cahaya matahari yang berlimpah tersebut untuk membuat foto siluet yang artistik. Obyeknya bisa berupa manusia, perahu, atau benda-benda berprofil khas lainnya.

Cukup sekian dari saya dan selamat mencoba!