Selasa, 08 Februari 2011

Pujian kosong di Facebook

Ketika menjalani ritual pagi di dunia maya, seperti biasa saya memeriksa inbox di email utama saya. Wah, cukup banyak surat yang masuk pagi itu, tapi setelah dibuka ternyata 'hanya' dari Facebook. Lalu setelah diperiksa satu persatu isinya hanyalah pujian terhadap sebuah foto sederhana karya sahabat fotografer yang telah men-tag banyak nama teman-temannya.

"Mantap, gan..", "Nice shot, bro..", "Keren, Oom..", begitulah kata-kata pujian yang sering dilontarkan pada kolom komentarnya. Hanya sekedar pujian basa-basi dan mencoba bersikap sopan untuk menghargai usaha sahabat yang telah mengunggah hasil karya fotonya dan dengan harapan agar fotonya balik dikomentari lalu merasa eksis.

Pernah sekali waktu saya memberi masukkan dan kritikan tajam pada sebuah foto, tapi si empunya meminta untuk tidak mengkritik terlalu tajam karena Facebook ia gunakan juga sebagai sarana promosi bagi jasa fotografinya dan nggak enak rasanya kalau sampai dilihat oleh calon klien atau malah ada yang bernada ofensif dengan mengatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi saya untuk mengatakan bahwa karya fotonya istimewa.

Jika menurut saya memang bagus, saya akan bilang bagus. Lalu jika ada yang ingin saya beri masukkan, maka akan saya sampaikan dengan sopan. Sungguh saya tidak merasa sudah jago atau mumpuni di bidang fotografi ini. Saya hanya merasa bahwa jaringan sosial media online semacam Facebook dapat kita manfaatkan untuk saling memberi masukkan dan kritik yang membangun demi kemajuan bersama.

Memang kritik terkadang terasa pedas, tapi daripada hanya mendapat pujian kosong yang hanya sekedar basa-basi terus menjadi sebuah kebanggaan palsu...

Bagaimana pendapat sahabat?

50 comments:

Watch Castle mengatakan...

Waah mantap artikelnya

tukangpoto mengatakan...

makasih..

alamendah mengatakan...

3(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Kalau saya bilang nice... mantap, gan... keren... biasanya ada dua kemungkinan. Saya gak paham. Atau saya gak mau (malas) memahami.
Hehehehehe

tukangpoto mengatakan...

Berarti...:)

cho mengatakan...

saya juga pernah ditag sama fotografer semacam itu. lantaran saya ngerasa fotonya biasa-biasa aja saya bilang terus terang. setelah, itu saya ngga pernah ditag lagi. hahaha. malah kebeneran, ngga menuh2in notifikasi. :)

kalo soal yg memberi komentar itu, saya kira lebih karena mereka sendiri sebenarnya bingung mau komentar apa. mungkin karena fotonya sendiri memang standar, sehingga tidak memacu diskusi lebih jauh selain pujian.

exort mengatakan...

sepertinya wajar kalau orang minta pujian diumumkan karena ya itu dia td bisa menaikkan pamornya, kasian juga kan kalau gara2 kita ngritik terlalu pedas nanti jadi mempengaruhi pemasukan dia
jd menurut gw ya..kl mau bener2 ngritik pedas yang membangun mending langsung keorangnya aja dan jgn cuma ngritik tp juga ngasih solusi biar bs lebih bagus lagi hasilnya

tukangpoto mengatakan...

cho : sama seperti yang saya alami,mbak..:)

exort : bang,kalo materi buat promosi yang dipajang kayaknya nggak bakalan kena kritik pedas soalnya pasti dipilih yang terbaik dan niat saya hanya untuk kebaikan,nggak ada yang lain :)

yuliusdjayuz mengatakan...

kalo buat saya, kritik berarti dukungan mas,.
karena dengan itu, kita dapat menjadi lebih baik,, :)

TUKANG CoLoNG mengatakan...

seharusnya kalo berani memajang, juga harus berani menerima kritikan. atau dia kan juga bisa menghapus komen yg dianggap tajam itu. atau setting kek biar fotonya ga bisa dikomen.. :D

tukangpoto mengatakan...

yuliusdjayuz : senang kalo punya pikiran terbuka seperti anda :)

tukangcolong : semuanya tergantung si empunya,kok.

gayahidup mengatakan...

ternyata gak semua orang berani menerima kritikan pedas ya Mas.
namun begitu, ketika kritik itu datang, sebaiknya ditanggapi saja dgn positif , selama cara mengkritiknya memang santun, kenapa gak?
salam

menone mengatakan...

ya intinya kita harus saling menghargailah antar sesama........ ya sob?


salam persahabatan dr MENONE

tukangpoto mengatakan...

yo'i bos..

gp mengatakan...

memang tidak semua orang suka jika dikritik dengan jujur.
tapi kalau mau menerima kritikan itu sebagai pelajaran, pasti ada kemajuan nantinya.

tukangpoto mengatakan...

akur.

anna mengatakan...

hm..
mas, di satu sisi saya setuju..
banyak pujian2 yang hanya basa-basi saja.. sekdar melegakan hati yang punya foto..
tapi kalo diliat dari tujuannya.. yaitu promosi jasa fotografi, ya emang tepat tempatnya di facebook.

kalo mo dibahas fotonya secara mendetil (kritik dan masukan) mungkin posting nya akan di situs2 khusus fotografi semacam FN ato Ayofoto.

tapi bagaimana pun juga.. berani posting, berarti berani juga untuk dipuji dan berani pula dikritik.

salam saya mas :)

Majalah Masjid Kita mengatakan...

yah begitulah mas.. namanya juga dunia dimana orang-orangnya tidak saling kenal... mereka terlanjur masuk, kalau tidak ninggalin apa2 juga.. rasanya sia-sia.. tdk mau terbuang percuma klik yg mereka lakukan.. walhasil terlontarlah kata-kata demikian.. apapun itu bentuknya.. :(

jumialely mengatakan...

padahal kritik itu sangat penting demi meningkatkan kualitas promosi ya mas.. salam

julie mengatakan...

setuju banget mas.
aku ngeliat fesbuk sekarang sudah menjadi semacam media pamer besar2an bahkan untuk status sekalipun hehe

lebih suka kritik membangun yang membuat karya kita lebih baik nantinya

immigration attorney mengatakan...

wah bener banget, seharusnya namanya kritikan kalo bagus harus dibilang bagus, kalo jelek dibilang jelek, kalo cuma buat promosi ma namanya ga profesional, ga bisa menerima kekurangan dan selalu ingin tampil bagus hanya untuk mendapatkan client ;) hehe, ijin nampang :D

Ipul mengatakan...

kalo saya sih suer lebih senang kalo dikasih kritikan daripada cuma dibilang : mantap gan !!, keren !! atau semacamnya..

apalagi dalam hal fotografi..soalnya saya juga baru belajar. nah, biasanya klo abis upload foto ke FB saya suka gak pede mau nge-tag teman2, apalagi yg sudah expert..:D

tukangpoto mengatakan...

Berarti ada keinginan untuk maju ya..

sky mengatakan...

yah...

kalau jadi saya sih...sy akan mengkritiknya di belakang layar saja...


ndak enak rasanya klo musti mengkritik di depan umum :D

tp itu sih klo jadi saya.... :D

street mengatakan...

tapi buat si empunya yg masang foto...


mestiya nrimo aja klo dikritik...siapa tahu bs jadi bahan pembelajaran... :D

berani dipajang berarti berani diparang :D

drugzy mengatakan...

dan yg terpenting...jgn sampai gara2 kritik...rusak silaturahmi :D

Irawan mengatakan...

IMO, kalau kritiknya 'agak pedas' kan bisa pakai private message atau email....

kalau lewat komentar terbuka memang ada kemungkinan menjatuhkan 'nama baik'orang atau perusahaan.

kasian kalau sampai ga bisa menafkahi keluarga gara-gara sebuah kritikan.

tukangpoto mengatakan...

FYI, kritik pedas saya sampaikan karena dia yang minta dan saya nggak tau Facebook itu sarana promosi dia kalo memang mau lebih prof lwt website atau blog aja promonya..tapi dari yang saya tau fotografi hanya sebagai sampingan kok, bukan sumber nafkah utamanya.. :)Saya juga seorang profesional yang nggak akan menjatuhkan kredibilitas seseorang begitu saja.

Anonim mengatakan...

Memang seharusnya dilengkapi dengan alasan mengapa seseorang itu suka dengan karya foto. Bukan dengan sekadar mantaaaaaap. Minilah tanyalah kok bisa sebagus itu ^_^

Bang Aswi mengatakan...

kepencet tadi ^_^

Irawan mengatakan...

kalau memang dia yang minta kritik berarti ga masalah, mungkin belum siap atau belum terbiasa menerima kritik. Lagian kritik yang membangun saya rasa perlu.

articles mengatakan...

bagus banget artikelmu…
tingkatkan, tetap semangat…
di tunggu kunjungan baliknya
@Get A New Articles Get A New Articles
d follow ya…thanks^^

andipeace mengatakan...

hehehe i like this bro :-D
itu yang sangat palsu Om

salam sejahterah dan adem ayem

Kakaakin mengatakan...

Memang berat rasanya menerima kritikan ya, Mas. Mestinya sih, dipesanin, "kalo mau ngasih kritikan, lewat inbox aja ya" hehe...

[Gm] mengatakan...

Saya pribadi malah sudah tidak suka dengan 'tag-tag' yang tidak pada tempatnya itu; bukan itu fungsi dari 'tag'. Kesannya kok maksa banget. Cara "lempar tag, sembunyi tangan" ini aku anggap seperti 'spamming'.

Aku rasa cara yang lebih elegan (di Facebook) adalah dengan membagi foto lewat status, karena memang tempat itu adalah ranah umum. Kalau fotonya tampak bagus/menarik, tentu orang akan datang dan melihat lebih jelas... dan bahkan mungkin meninggalkan komentar.

Yah, ini pendapatku sih. Orang-orang bisa sekali punya pendapat berbeda.

tukangpoto mengatakan...

Saya setuju dengan pendapat mas Gm, kalo pake di tag rasanya kita dipaksa untuk melihat, iya kalo asik kalo jadinya cuma menuh-menuhin notifikasi kita di email, kan males tuh jadi numpuk deh kerjaan menghapus.

Pake status aja, kalo mau di tag ya orang-orang yang kita kenal dekat aja..

aydachubby mengatakan...

mungkin comment-nya lewat PM aja.. :D

himynameisdick mengatakan...

ditunggu kritik pedasnya mas , ,

Miss Rinda mengatakan...

Setujuuu saiaaa..

mening diungkapin ya daripada cuma "Like" aja hehehe

sm kek' yg komeng kesatu tuwh diatas...
hehehe

yg pasti tetap lanjutkan dunia fotografimu ya

dukung selalu with "Like" this deh ~_~

imam blogger simpel mengatakan...

kalau saya sendiri gak pernah ky gitu sih , , , ,

Budi Ridwin mengatakan...

setujuuu,..memang banyakan pepesan kosong aja isinya di FB itu :)) mendingan blogging aja deh yang udah jelas pasti notifikasi ke email kita isinya orderan,..:)

tukangpoto mengatakan...

akur bang.. :)

Enche Tjin mengatakan...

Facebook, seperti Friendster, adalah ajang orang2 cari teman, dan kemudian juga jadi lahan promosi.

Oleh sebab itu ada "LIKE" tapi ga ada "DISLIKE" (lain sama youtube yang lebih demokratis tapi sering kebablasan hehe)

Tapi gitulah kenyataannya. Saya sendiri tidak suka mengkritik, kecuali kalau memang diminta. Karena kita ga tau intensi orang itu apa. Dan tentunya saya juga tidak ingin mencari musuh.

Herry mengatakan...

saya suka artikel dan komen2nya om. Emang kadang ngeselin menuh2in noti kita, juga email. tp mau gimana lagi ya... buat saya udah jelas kalo FACEBOOK = Fasilitas Agar Cepat Eksis Buat Orang-Orang Kurangkerjaan... he he he.
Kalo ini saya komen bukan basa-basi lho!

tukangpoto mengatakan...

Makasih ya Herry :)

Itsna Amaliatun mengatakan...

iyaa jga siiy

tamee mengatakan...

saya kurang ngertii nieee maksuddnya

Pojok PHOTOBLOG mengatakan...

Saya setuju dengan artikelnya...
Bagaimanapun, kritik adalah untuk memperbaiki diri. Tapi perlu diingat juga bahwa kritik jangan digunakan untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Apalagi digunakan hanya untuk menjatuhkan.
Salam kenal...

Lowongan Kerja mengatakan...

Saran dan Kritik adalah sebuah hal yang saling berkaitan tergantung dengan cara penyampaian melalui media masing - masing.

Penyampaian masalah haruslah tepat dan sesuai tanpa harus merugikan orang lain dengan dilatarbelakangi keihlasan dan semngat membangun.

Keep Happy Blogging

Hacking Crew mengatakan...

sip thanks

bodet bey mengatakan...

terima kasih atas info yang sangat unik dan beda ini

Obat Tradisional Yang Sangat Efektif Menyembuhkan Penyakit Hepatitis