Selasa, 03 Januari 2012
Secercah harapan
Degup jantungku membuncah
diiringi ritme kepak sayap lebah
bergairah menuju kuntum bunga
disahuti melodi desiran bulir padi
menguning ditiup angin
dibuai irama aliran air kali kecil
membelai lumut-lumut gemulai
disegarkan sejuk harmoni rintik hujan
menyentuh tanah kering dahaga
disemangati komposisi derap langkah kaki
bergegas membelah khatulistiwa pagi
menggenapi elok lagu secercah harapan
kurengkuh erat dalam genggaman.
..mengawali sejuk 2012
Labels:
puisi
Rabu, 28 Desember 2011
Memori
Kususuri kembali
jalan yang dulu pernah
kita lalui bersama
sambil berpegangan tangan
bertukar pandangan mata
sejumput senyuman di sudut bibir
kau kirim beribu makna
mendengar angin berbisik
menciumi wangi akasia
sungguh begitu sederhana
namun sarat makna
hanya hati kita yang tau
sengaja kuselipkan memori ini
di sudut hati
agar ketika kangen padamu
aku bisa membukanya kembali
Labels:
puisi
Jumat, 23 Desember 2011
FAQ about photography
- Mas, kamera apa sih yang bagus untuk yang baru mau belajar fotografi?
Kamera DSLR jenis entry level merk apa saja beserta lensa kit bawaannya sudah memadai untuk mempelajari dasar-dasar fotografi.
Contohnya : Nikon D3100, Canon 1100D dan lain sebagainya.
- Mas, kalo kamera merk Nikon sama Canon bagusan mana sih?
Setiap merk kamera mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Jika ada yang mengatakan bahwa kamera merk tertentu lebih unggul dari yang lainnya itu semata karena kelebihan dari merk kamera yang disebut sudah dapat mengakomodasi kebutuhan fotografi si pembuat statement. Kelak jika sudah lebih lama mendalami fotografi dengan sendirinya akan mengetahui kamera merk apa yang lebih cocok dengan kebutuhan fotografi masing-masing.
( BERSAMBUNG )
foto : DEFF PORTRAITIST ( 08568342777 )
Labels:
tips
Kamis, 15 Desember 2011
Tips memasarkan jasa fotografi lewat internet
Sudah setahun terakhir ini saya mencoba untuk memasarkan jasa fotografi lewat internet. Padahal pengetahuan saya tentang dunia internet dan pemasaran lewat internet itu masih tergolong cetek, maklum masih newbie. Tapi justru karena keberadaan internet juga proses saya mempelajari workflow pemasaran di dunia maya ini jadi bisa lebih dimudahkan. Tinggal klik, kita bisa langsung bertanya sama pakarnya, diskusi di forum-forum dan lain sebagainya.
Mengapa harus memasarkan lewat internet? Saya percaya di masa yang nggak akan lama lagi semua sisi kehidupan kita pasti akan bersinggungan atau bahkan bergantung dengan yang namanya internet. Pemasaran usaha lewat internet selain jauh lebih murah, mudah dan hasilnya sangat jauh lebih efektif. Sedikit bocoran, sekarang 100% klien jasa fotografi saya berasal dari internet.
Tips ini merupakan langkah-langkah yang saya lakukan dari nol, baik dalam pengetahuan maupun secara praktek. Coba sana coba sini, trial & error, sampai bisa menghasilkan seperti sekarang, berikut langkah-langkahnya :
a. Website atau blog yang representatif.
Memiliki website atau blog gratisan merupakan sebuah keharusan. Dalam hal ini saya menggunakan fasilitas blog gratis dari Blogspot. Ibarat 'rumah' milik kita yang memiliki alamat jelas di jagad internet yang nantinya akan digunakan untuk memajang portfolio kita sesuai dengan target pasar yang dituju. Jangan lupa untuk menyisipkan frase kata yang akan kita gunakan sebagai kata kunci atau keyword agar blog kita bisa terindeks oleh search engine, dalam hal ini Google, sesuai dengan segmen klien yang kita incar. Keywordnya bisa berupa : jasa fotografi, jasa fotografer, fotografer makanan, atau jasa foto prewedding.
Keyword ini bisa ditempatkan di header blog sebagai tagline atau disisipkan dalam artikel ketika kita mengupdate blog nantinya.
b. Dikenal lewat SEO.
Penting bagi blog kita untuk berada di halaman pertama dari hasil pencarian Google ketika keyword yang kita pakai diklik oleh klien calon pengguna jasa, sebab blog atau iklan jasa foto yang nangkring di halaman pertama dari mesin pencari yang paling sering dapat order. Lebih bagus lagi kalo bisa berada di urutan 5 besar.
Saya nggak punya rumus yang pasti untuk optimasi blog lewat SEO ini. Banyak trik khusus yang harus dilakukan jika kita mau bertanya pada pakarnya. Yang saya lakukan hanyalah terus mengupdate blog dengan foto-foto baru, blogwalking sambil meninggalkan komentar serta link menuju blog saya, nggak berhenti untuk memasang iklan secara gratisan, dan posting di jejaring sosial.
c. Pasang iklan.
Terus terang klien pertama saya yang datang dari internet adalah karena iklan jasa foto saya yang masuk di halaman pertama hasil pencarian di Google untuk kata kunci 'jasa fotografi'. Jasa pasang iklan yang saya gunakan adalah juga jasa pasang iklan gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Sekedar info, banyak situs jasa iklan gratis yang bagus kedudukannya di mata search engine, seperti situs iklan tokobagus.com, olx.co.id, hotfrog.co.id dan sebagainya.
Dalam hal pasang iklan ini saya nggak pernah pasang iklan berbayar, semuanya menggunakan jasa iklan gratis. Jika ada tawaran pasang iklan gratis pasti saya manfaatkan untuk beriklan. Bisa menempatkan keyword dan link menuju blog kita lebih banyak logikanya akan lebih sering terindeks oleh Google, dan hal ini dapat memperkuat kedudukan blog dan iklan kita di mata search engine.
d. Submit ke jejaring sosial atau forum.
Lebih banyak yang tau tentang usaha yang sedang kita jalankan tentunya akan lebih baik bagi peluang untuk terjadinya order. Untuk submit ke jejaring sosial, saya memilih Facebook. Selain lebih populer juga memberi kemungkinan bagi saya untuk mengupload foto.Untuk Twitter, saya gunakan hanya jika ada notifikasi penting untuk diketahui khalayak. Sedangkan di forum-forum, saya hanya sesekali posting untuk sekedar meninggalkan jejak.
Ternyata dengan memanfaatkan fasilitas gratis yang disediakan di internet, kita bisa mengoptimalkan pemasaran usaha dengan hasil yang sangat baik, seperti yang sudah saya rasakan sendiri.
.
Bagi para sahabat, semoga sepotong pengalaman saya ini mudah-mudahan dapat membantu.
Selamat mencoba!
screenshot : Google.co.id
Labels:
tips
Sabtu, 10 Desember 2011
Olah rasa dalam fotografi
Ketika pertama belajar fotografi dulu, banyak sekali hal-hal yang bersifat teori dan teknis yang kadang membuat kita jadi nggak fokus terhadap apa yang menjadi prioritas utama dalam mempelajari fotografi, yaitu praktek. Ya, fotografi adalah 10% teori dan 90% praktek, malah saya berani menjamin bahwa pelajaran teorinya akan lebih melekat jika dilakukan sambil praktek. Learning by doing. Karena pada akhirnya kita diharapkan dapat melihat dan mengabadikan hal-hal biasa menjadi indah lewat olah rasa akan keindahan dalam mata fotografis tanpa terbebani oleh hal yang sifatnya teoritis.
Untuk membiasakan agar mata kita dapat melihat keindahan lewat kacamata fotografis, berikut hal-hal yang bisa kita lakukan :
a. Menguasai praktek teori dasar.
Walaupun kita nggak harus menguasai teori dasar fotografi secara mendetail dan menjadi expert tapi setidaknya kita tau bukaan rana berapa yang digunakan jika kita harus membekukan gerakan anak-anak yang sedang bermain bola, melakukan teknik 'panning' pada orang yang bersepeda, memblurkan latar depan atau belakang objek foto kita, lensa berapa milimeter yang cocok untuk memotret pemandangan dan praktek teori dasar lainnya. Hal ini diperlukan agar kita bisa mengantisipasi dengan tepat jika ada momen bagus yang terjadi di depan mata dan kita hanya memiliki waktu sekian detik untuk memutuskan pendekatan teknis yang mana yang akan kita gunakan untuk mengabadikan momen tersebut.
b. Self assignment.
Asah kepekaan visual anda terhadap sebuah objek. Sebagai contoh, objeknya adalah sebuah apel. Beri sebuah tugas pada diri anda bahwa selama sebulan anda hanya akan memotret objek yang bertemakan buah apel. Buah apel tersebut bisa anda potret dari berbagai sudut pandang, bisa dibelah, ditancapkan pada sebilah pisau, ketika sedang digigit oleh seorang teman, buah-buah apel di dalam troli di supermarket dan sebagainya. Gunakan imajinasi anda. Ganti tema tugas ini setiap bulannya. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengasah kepekaan serta memperkaya imajinasi visual anda terhadap objek-objek yang ada di sekeliling kita.
c. Evaluasi.
Mintakan pendapat guru atau senior terhadap karya fotografi anda. Dengarkan apa yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan. Pendapat konstruktif mereka akan sangat berharga karena sedikit banyak pengalaman visual mereka sudah lebih kaya, hal ini dapat menjadi barometer untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana anda bisa menyerap dan menerapkan ilmu fotografi yang dipelajari selama ini.
Semoga tips di atas dapat membantu sahabat untuk mengolah rasa, menambah kepekaan akan keindahan visual lalu mengaplikasikannya dalam sebuah karya fotografi.
"..bukan cuma soal kamera, tapi imajinasi yang melampauinya."
foto : tukangpoto
Untuk membiasakan agar mata kita dapat melihat keindahan lewat kacamata fotografis, berikut hal-hal yang bisa kita lakukan :
a. Menguasai praktek teori dasar.
Walaupun kita nggak harus menguasai teori dasar fotografi secara mendetail dan menjadi expert tapi setidaknya kita tau bukaan rana berapa yang digunakan jika kita harus membekukan gerakan anak-anak yang sedang bermain bola, melakukan teknik 'panning' pada orang yang bersepeda, memblurkan latar depan atau belakang objek foto kita, lensa berapa milimeter yang cocok untuk memotret pemandangan dan praktek teori dasar lainnya. Hal ini diperlukan agar kita bisa mengantisipasi dengan tepat jika ada momen bagus yang terjadi di depan mata dan kita hanya memiliki waktu sekian detik untuk memutuskan pendekatan teknis yang mana yang akan kita gunakan untuk mengabadikan momen tersebut.
b. Self assignment.
Asah kepekaan visual anda terhadap sebuah objek. Sebagai contoh, objeknya adalah sebuah apel. Beri sebuah tugas pada diri anda bahwa selama sebulan anda hanya akan memotret objek yang bertemakan buah apel. Buah apel tersebut bisa anda potret dari berbagai sudut pandang, bisa dibelah, ditancapkan pada sebilah pisau, ketika sedang digigit oleh seorang teman, buah-buah apel di dalam troli di supermarket dan sebagainya. Gunakan imajinasi anda. Ganti tema tugas ini setiap bulannya. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengasah kepekaan serta memperkaya imajinasi visual anda terhadap objek-objek yang ada di sekeliling kita.
c. Evaluasi.
Mintakan pendapat guru atau senior terhadap karya fotografi anda. Dengarkan apa yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan. Pendapat konstruktif mereka akan sangat berharga karena sedikit banyak pengalaman visual mereka sudah lebih kaya, hal ini dapat menjadi barometer untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana anda bisa menyerap dan menerapkan ilmu fotografi yang dipelajari selama ini.
Semoga tips di atas dapat membantu sahabat untuk mengolah rasa, menambah kepekaan akan keindahan visual lalu mengaplikasikannya dalam sebuah karya fotografi.
"..bukan cuma soal kamera, tapi imajinasi yang melampauinya."
foto : tukangpoto
Labels:
tips
Sabtu, 26 November 2011
Dikutip oleh MAJALAH CONCEPT
Kejadiannya sudah lama berlalu, tapi lumayanlah untuk bahan update blog. Waktu itu artikel 'fashion fotografi' dari blog ini dikutip oleh Majalah CONCEPT atau CONCEPTMAGZ VOL07EDISI39'2010/ DES-JAN yang dimuat untuk sub artikel di majalah mereka yang waktu itu bertema edisi 'fashion graphics', dengan judul yang diganti menjadi 'man behind the gun'.
Saya sih senang aja artikel di blog sederhana ini dikutip oleh sebuah media nasional dengan tema spesifik, walau Majalah Concept melakukan kesalahan dengan tidak memberikan back-link atau mencantumkan blog fotografer jurnal sebagai sumbernya. Namun kemudian pihak redaksinya sudah mengkonfirmasi dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini, setelah sebelumnya saya mengirimkan sebuah email untuk menanyakan perihal artikel saya yang dikutip tersebut.
Pada edisi Majalah Concept yang berikutnya mereka resmi mengklarifikasi hal tersebut dengan pemberitahuan pada kolom ralatnya.
Terima kasih.
photo caption courtesy of Majalah Concept
Saya sih senang aja artikel di blog sederhana ini dikutip oleh sebuah media nasional dengan tema spesifik, walau Majalah Concept melakukan kesalahan dengan tidak memberikan back-link atau mencantumkan blog fotografer jurnal sebagai sumbernya. Namun kemudian pihak redaksinya sudah mengkonfirmasi dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini, setelah sebelumnya saya mengirimkan sebuah email untuk menanyakan perihal artikel saya yang dikutip tersebut.
Pada edisi Majalah Concept yang berikutnya mereka resmi mengklarifikasi hal tersebut dengan pemberitahuan pada kolom ralatnya.
Terima kasih.
photo caption courtesy of Majalah Concept
Labels:
aneka
Kamis, 03 November 2011
Kamera DSLR sebagai kamera prosumer
Sudah menjadi hal yang umum jika di tempat obyek wisata kita sering melihat masyarakat atau mereka yang berprofesi bukan sebagai fotografer, membawa dan menggunakan kamera DSLR sebagai alat dokumentasi, apalagi jika kita berpapasan dengan wisatawan manca negara, sepertinya kamera DSLR sudah menjadi gadget yang wajib mereka bawa. Lalu kemana kamera prosumer yang selama ini biasa mereka gunakan? Mengapa sekarang awam banyak yang beralih ke kamera DSLR?
Padahal fitur-fitur kamera prosumer terkini seperti; pengaturan manual untuk merubah ISO, keleluasaan menentukan jenis eksposur, penyimpanan file pada format RAW atau malah kemampuan untuk berganti-ganti ukuran lensa pada prosumer Panasonic Lumix seri GF, Olympus seri Pen, atau Samsung NX. Lengkapnya secara teknologi, kamera prosumer masa kini nggak kalah dengan kamera DSLR.
Hanya masih ada sedikit keterbatasan pada kamera prosumer dibanding DSLR, misalnya dalam bidang detail hasil gambar, kinerja secara keseluruhan atau kelengkapan aksesoris penunjang lainnya. Malah harga pada beberapa prosumer terkini bisa lebih mahal jika dibandingkan dengan harga kamera DSLR kelas entry level.
Bukan maksud saya untuk mengecilkan peran dan keberadaan kamera prosumer, tentu saja jenis kamera ini sangat cocok bagi mereka yang butuh kepraktisan dan tuntutan untuk fitur kamera yang lebih lengkap serta hasil gambar yang lebih baik dari sekedar kelas kamera saku.
Tapi bagi mereka yang menginginkan kualitas dan ingin memiliki keleluasaan jika nantinya ingin mengeksplorasi minatnya terhadap dunia fotografi lebih jauh, nggak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan anda pada kamera DSLR.
Selamat mencoba!
sumber gambar
Padahal fitur-fitur kamera prosumer terkini seperti; pengaturan manual untuk merubah ISO, keleluasaan menentukan jenis eksposur, penyimpanan file pada format RAW atau malah kemampuan untuk berganti-ganti ukuran lensa pada prosumer Panasonic Lumix seri GF, Olympus seri Pen, atau Samsung NX. Lengkapnya secara teknologi, kamera prosumer masa kini nggak kalah dengan kamera DSLR.
Hanya masih ada sedikit keterbatasan pada kamera prosumer dibanding DSLR, misalnya dalam bidang detail hasil gambar, kinerja secara keseluruhan atau kelengkapan aksesoris penunjang lainnya. Malah harga pada beberapa prosumer terkini bisa lebih mahal jika dibandingkan dengan harga kamera DSLR kelas entry level.
Bukan maksud saya untuk mengecilkan peran dan keberadaan kamera prosumer, tentu saja jenis kamera ini sangat cocok bagi mereka yang butuh kepraktisan dan tuntutan untuk fitur kamera yang lebih lengkap serta hasil gambar yang lebih baik dari sekedar kelas kamera saku.
Tapi bagi mereka yang menginginkan kualitas dan ingin memiliki keleluasaan jika nantinya ingin mengeksplorasi minatnya terhadap dunia fotografi lebih jauh, nggak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan anda pada kamera DSLR.
Selamat mencoba!
sumber gambar
Labels:
aneka
Langgan:
Entri (Atom)













