bisik batang padi dihembus angin
indah rayuan kuning hijau bersisian
alunan gending buaian membelai sukma
imaji paras ayumu, Sri
ketika kerontang diterpa hujan
sejuk menyelusup menggetar ujung syaraf
lapar dahaga digenapi prasmanan
senyum dikulum mata menerawang
disaat teduh tanah jawa toreh kenangan
( mencairkan kevakuman )
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 Mei 2014
Jumat, 17 Agustus 2012
Fitri
mereka puasa Ramadhan
hari demi hari perut kami lapar
penuh suka cita berbuka
segelas air cukup mengenyangkan kami
mematut diri agar pantas menyambut fitri
sudah terpuaskan memandang etalase
bersih berseri sholat Ied
banyak koran bekas alas sholat yang bisa kami jual
ya Allah biarlah lapar dan dahaga kami
menjadi ridhoMu
ya Allah biarlah ketiadaan kami
menjadi puasa hanya untukMu
Amin
Labels:
puisi
Selasa, 03 Januari 2012
Secercah harapan
Degup jantungku membuncah
diiringi ritme kepak sayap lebah
bergairah menuju kuntum bunga
disahuti melodi desiran bulir padi
menguning ditiup angin
dibuai irama aliran air kali kecil
membelai lumut-lumut gemulai
disegarkan sejuk harmoni rintik hujan
menyentuh tanah kering dahaga
disemangati komposisi derap langkah kaki
bergegas membelah khatulistiwa pagi
menggenapi elok lagu secercah harapan
kurengkuh erat dalam genggaman.
..mengawali sejuk 2012
Labels:
puisi
Rabu, 28 Desember 2011
Memori
Kususuri kembali
jalan yang dulu pernah
kita lalui bersama
sambil berpegangan tangan
bertukar pandangan mata
sejumput senyuman di sudut bibir
kau kirim beribu makna
mendengar angin berbisik
menciumi wangi akasia
sungguh begitu sederhana
namun sarat makna
hanya hati kita yang tau
sengaja kuselipkan memori ini
di sudut hati
agar ketika kangen padamu
aku bisa membukanya kembali
Labels:
puisi
Kamis, 18 Agustus 2011
Puasa untuk Allah
Kata emak..
puasa itu lebih dari
sekedar menahan lapar dan dahaga
kata emak..
taqwa dan pengendalian diri
jauh lebih bermakna
kata emak..
cukup dengan dua biji kurma
kita bisa berbuka
tidak harus dengan selera meja makan
kata emak..
berpuasalah hanya untuk Allah
niscaya akan diberkahi ridhoNya
Ya Allah..
lapangkanlah rejeki kami
agar kami bisa merawat dan menyayangi emak
Amin.
buat emak kami..
Labels:
puisi
Senin, 18 Juli 2011
Rindu hujan
Rindu aroma tanah basah terhalang aspal
silau mentari tersaput warna kelabu
ribuan titik air menghujam lembut bening
hujan ini sembuhkan segala letih
sakit hati redam tersiram sejuk
sarat liku dahaga digenapi
Labels:
puisi
Senin, 06 Juni 2011
Selamat tinggal
jalanpun masih basah bekas hujan tadi
tertatih langkahmu mengantarku ke gerbang
masih kangen tuk melepas
senyummu, lirik matamu, wangimu
selaksa nuansa perawanmu
karena perbedaan jelas terbersit
walau hanya sesekali tersirat
diantara kedip mata
tak tega menghapus
untaian yang telah terjalin
membiarkan kelak dipetik
ketika sudah memiliki
biru langitmu sendiri
bersama yang lain
tertatih langkahmu mengantarku ke gerbang
masih kangen tuk melepas
senyummu, lirik matamu, wangimu
selaksa nuansa perawanmu
karena perbedaan jelas terbersit
walau hanya sesekali tersirat
diantara kedip mata
tak tega menghapus
untaian yang telah terjalin
membiarkan kelak dipetik
ketika sudah memiliki
biru langitmu sendiri
bersama yang lain
Labels:
puisi
Sabtu, 08 Januari 2011
Komedi putar

langit biru menggapai asa
berputar ceria menghempas angin
naik turun ayunan nina bobo
tanpa air mata hanya tawa
tanpa aral lampiaskan suka
jalan lurus pasti tak berliku
wahai masa kecil
bersemayamlah selalu di hati
Sumber foto
Labels:
puisi
Minggu, 19 September 2010
Pulang kampung
menjejak kaki di bumi Parahyangan
serta merta mencium wangi kota
logat daerah menyapa merdu di telinga
kudekap hangat dingin menusuk tulang
melanjut langkah menyusun nostalgi
bertahun sudah kutinggalkan kenangan
apa kabar tarian telanjang kaki kecil
mengiringi embun pagi basah
yang pergi bersama terik matahari
apakah citamu masih selugu dulu
apakah asamu masih polos
seperti ketika berjanji
ingin memberi panen bagi negri
harapku..semoga kerja ini
dapat merengkuh semua itu kembali
Bandung dalam kenangan 2010
serta merta mencium wangi kota
logat daerah menyapa merdu di telinga
kudekap hangat dingin menusuk tulang
melanjut langkah menyusun nostalgi
bertahun sudah kutinggalkan kenangan
apa kabar tarian telanjang kaki kecil
mengiringi embun pagi basah
yang pergi bersama terik matahari
apakah citamu masih selugu dulu
apakah asamu masih polos
seperti ketika berjanji
ingin memberi panen bagi negri
harapku..semoga kerja ini
dapat merengkuh semua itu kembali
Bandung dalam kenangan 2010
Labels:
puisi
Selasa, 23 Februari 2010
Apa kabar cinta
Walau cintamu masih di perempatan
kunanti selalu senyummu perawan
sebab walau sering membuat resah
sosokmu kerap hadir menyapa indah
Demi memeriahkan acara 'Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait' di Aliaz blog
kunanti selalu senyummu perawan
sebab walau sering membuat resah
sosokmu kerap hadir menyapa indah
Demi memeriahkan acara 'Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait' di Aliaz blog
Labels:
puisi
Kamis, 04 Februari 2010
Dear Dinda...
Dear Dinda,
Aku tak tau harus berkata apa
juga tidak tau apa namanya
tapi cepat atau lambat
semua ini harus ku utarakan
Ada desir halus menyelimuti
hangatnya aliran darah yang menggelegak
bercampur menjadi satu
ketika tatap ini bertemu
Kutangkap pesan ini
lewat kerling di sudut mata indahmu
ingin kuterjemahkan ekspresi itu
demi meredam gundah hati ini
tapi aku takut salah
Dinda, apakah kau merasakan
apa yang dirasakan hatiku yang menggantung
sebab seluruh kecap inderaku
hanya tertuju padamu
Aku selipkan surat ini
di buku catatan Idana dan Mbak Julie
demi ikut menggembirakan acara mereka
Aku tak tau harus berkata apa
juga tidak tau apa namanya
tapi cepat atau lambat
semua ini harus ku utarakan
Ada desir halus menyelimuti
hangatnya aliran darah yang menggelegak
bercampur menjadi satu
ketika tatap ini bertemu
Kutangkap pesan ini
lewat kerling di sudut mata indahmu
ingin kuterjemahkan ekspresi itu
demi meredam gundah hati ini
tapi aku takut salah
Dinda, apakah kau merasakan
apa yang dirasakan hatiku yang menggantung
sebab seluruh kecap inderaku
hanya tertuju padamu
Aku selipkan surat ini
di buku catatan Idana dan Mbak Julie
demi ikut menggembirakan acara mereka
Labels:
puisi
Langganan:
Postingan (Atom)











