Rabu, 16 September 2009

Malu dong sama Pak Darwis...

Suatu kali saya pernah mengikuti sesi seminar fotografi yang disponsori oleh Aneka Warna, dan dibawakan oleh Pak Darwis Triadi, yang membahas tentang keunggulan produk-produk anyar dari pihak sponsor juga tentunya membahas proyek foto session terbarunya Pak Darwis, waktu itu topiknya foto fashion di pinggir pantai khas Pak Darwis yang melibatkan model-model sexy dan cantik.


Tentu saja saya ikut seminar ini atas sponsor alias dibayarin oleh studio tempat saya bekerja pada waktu itu, kalo enggak boro-boro saya bisa ikut seminar Darwis Triadi. Jadi mumpung dibayarin maka saya manfaatkan benar ajang ini untuk menimba ilmu terkini dari Beliau sekalian belajar trik-trik praktisnya.

Setelah sekian waktu Pak Darwis menerangkan dan menjelaskan teknik-teknik pemotretan yang digunakan di dalam pengerjaan foto session nya tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh fotonya yang dicitrakan lewat proyektor sehingga memperjelas keterangan tentang teknik yang digunakan ketika foto yang bersangkutan dibuat.

Tiba saatnya ketika Pak Darwis memberikan kesempatan pada para peserta seminar untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan pertama pun dilontarkan...tapi langsung membuat saya prihatin,

" Pak Darwis, foto session ini diambil di " f " berapa, ya? "

Pak Darwis tentu saja langsung menjawab demi memenuhi hak mendapat jawaban bagi peserta seminar. Tapi saya sendiri merasa prihatin, kok ya masih ada peserta seminar yang mengajukan pertanyaan seputar teknis dasar fotografi yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta. Bukan saya merasa sudah berpengalaman atau merasa lebih pintar dengan melontarkan statement ini.

" f " yang dimaksud adalah simbol dari diafragma atau aperture yang mengatur seberapa besar cahaya yang akan masuk melalui lensa. Aperture ini juga adalah faktor yang menentukan ketajaman obyek dalam sebuah foto. Maksudnya akan seberapa tajam obyek yang anda foto dan seberapa blur latar belakang atau latar depannya ( ruang tajam atau depth of field ).

Jadi seperti orang yang sedang membuat segelas teh manis, yang bersangkutan seharusnya sudah tau berapa sendok teh gula yang diperlukan agar manisnya sesuai dengan yang diinginkan. Tapi akhirnya saya berusaha untuk maklum, oh...orang baru belajar kali...



10 comments:

tukangpoto mengatakan...

Maaf, saya lupa mencantumkan sumber fotonya : Wikipedia.com
Terima kasih.

Saung Web mengatakan...

duh .. mesti banyak belajar ke tukang poto nih.. soalnya awam sekali soal jepret menjepret ini.. btw selamat menyongsong idul fitri ya.. maaf lahir batin

tukangpoto mengatakan...

Selamat Idul Fitri, juga buat akang sekeluarga...sama-sama saya juga masih harus banyak belajar lagi.

H. Nizam mengatakan...

Mampir diblog anda yang menarik ini.
multibrand.blogspot.com

duadua mengatakan...

memang,segala sesuatu harus belajar terlebih dahulu

tukangpoto mengatakan...

Iya, saya dulu juga pemula...

blooges mengatakan...

ya.. mungkin yang memberi pertanyaan sudah tau pak, cuma masih mengira-ngira yah namanya juga ikut seminar heee.. pasti banyak pertanyaan.. kalo nggak gitu ntar rugi bayar mahal-mahal

tukangpoto mengatakan...

Bagusnya sih di catat dulu pertanyaan-pertanyaan yang 'berbobot' yang berhubungan dengan topik yang dibicarakan, jadi nggak mubazir.

BillyWarhol mengatakan...

Very Sexy!! ;))

U should join Flickr for amazing Photography!!

tukangpoto mengatakan...

Thank you for drop by, Mr.Billy.