Sabtu, 28 Agustus 2010

Megapiksel

Sepertinya topik megapiksel ini tidak pernah habis untuk dibicarakan. Terutama oleh para penjual kamera yang selalu mengiming-imingi para konsumen awamnya bahwa semakin tinggi angka megapiksel sebuah kamera maka semakin baik pula gambar yang dihasilkannya.

Suka merasa terganggu juga sih jika suatu kali sedang motret lalu ada yang bertanya, "Kameranya berapa megapiksel, mas?" Seolah hanya faktor megapiksel yang menentukan bagus tidaknya gambar yang akan dihasilkan oleh sebuah kamera. Tapi lama-kelamaan saya jadi maklum sendiri, bahwa masih banyak yang salah informasi tentang megapiksel ini.

Sebagai informasi, piksel adalah elemen terkecil dalam sebuah gambar digital yang direpresentasikan oleh sebuah titik. Makin tinggi jumlah titik yang dikandung dalam sebuah gambar, makin tinggi pula nilai resolusinya maka semakin baik pula kualitas gambar digital tersebut.

Jika hasil dokumentasi anda hanya akan disimpan dalam PC atau hanya akan dicetak dalam ukuran postcard, sebenarnya kamera saku 6 megapiksel sudah dapat menghasilkan gambar yang bagus.

Hal yang lebih menentukan kualitas gambar yang akan dihasilkan sebuah kamera digital adalah sensor. Sensor dalam kamera digital ibarat film negatif yang menerjemahkan cahaya ke dalam gambar. Sensor dengan ukuran lebih besar dan berkualitas lebih berpengaruh ketimbang piksel dalam proses menghasilkan gambar yang baik.

Sebagai perbandingan, kamera DSLR 6 megapiksel bersensor besar bisa menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik daripada kamera saku 10 megapiksel bersensor kecil.

Semoga dapat membantu.

Kamis, 05 Agustus 2010

Tips memilih lensa

Dalam hal memilih lensa, sama seperti ketika kita memilih kamera mana yang ingin kita beli. Sebaiknya memang disesuaikan dengan kebutuhan jenis fotografi yang sedang kita geluti.
Beruntung bagi mereka yang sudah mengetahui secara pasti lensa mana yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan fotografinya. Yang paling susah adalah bagi yang belum bisa menentukan pilihannya tapi sudah berkeinginan dan berkemampuan untuk membeli lensa baru.

Untuk membantu memudahkan pemilihan jenis lensa, saya bagi jenisnya dalam 4 kategori :

- Lensa standar
Berukuran 50mm dengan sudut pandang mata normal, biasanya sudah menjadi satu paket bawaan ketika kita membeli kamera DSLR. Seperti pengalaman saya ketika mulai belajar fotografi dulu, lensa inilah yang menjadi andalan. Jika ada obyek yang menarik, kitalah yang harus maju mundur untuk mengatur komposisi terhadap si obyek. Saya sendiri rindu untuk mengembalikan fotografi sebagai hobi seperti dulu, nikmat sekali rasanya.

- Lensa wide angle
Berukuran antara 18mm sampai dengan 35mm dan bersudut pandang lebih lebar dari lensa standar. Sangat cocok bagi yang senang memotret pemandangan atau bagi yang suka bereksperimen dengan pandangan bersudut lebar, seperti foto di sini.

- Lensa tele
Berukuran antara 80mm keatas dan bersudut pandang sempit atau lebih terfokus pada sebuah obyek. Biasa digunakan untuk keperluan pemotretan model, fashion dan even olahraga.

- Lensa zoom
Memiliki range sudut pandang yang panjang dengan banyak pilihan untuk keperluan yang beragam. Ada yang berukuran 18mm-135mm atau wide angle ke telefoto, yang medium antara 35mm- 80mm atau telefoto ke super telefoto; 100mm-400mm. Karena kefleksibilitasannya ini sekarang lensa zoom banyak dijadikan senjata andalan para fotografer. Hanya dengan memutar ring lensa zoom, seorang fotografer sudah dapat melakukan berbagai komposisi pada obyek fotonya.

Semoga dapat membantu.



Sumber foto

Jumat, 30 Juli 2010

WORO-WORO JASA FOTOGRAFI

Bagi anda yang menggunakan jasa fotografi dari Fotografer Jurnal, secara otomatis produk atau jasanya akan direview di blog ini.

Hal ini akan menjadi program pelayanan tambahan dari Fotografer Jurnal agar produk yang menggunakan jasa fotografi kami bisa lebih dikenal lewat medium online.

Jadi bagi para sahabat pembaca diharap tidak harus bingung jika sewaktu-waktu blog ini menampilkan artikel mengenai review dari sebuah produk atau jasa.

Artikel-artikel mengenai fotografi masih akan terus ditingkatkan guna menambah wawasan pemahaman dan pengetahuan kita akan seluk beluk dunia fotografi serta untuk terus mempererat tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini.

Jadi jangan pada ke mana-mana,ya...
Sekian woro-woro dari kami. Salam jepret!

Kamis, 22 Juli 2010

Foto human interest

Tentunya foto-foto dengan obyek manusia sudah tidak asing lagi di mata para sahabat. Apalagi foto-foto ini bisa dengan mudahnya kita jumpai setiap hari di koran-koran, majalah, media internet dan media lainnya.

Foto-foto dengan tema manusia biasanya tercantum sebagai gambar ilustrasi penguat sebuah artikel. Karena seperti dikatakan bahwa sebuah foto bisa lebih kuat maknanya daripada ribuan kata.

Foto yang menggambarkan manusia yang sedang beraktifitas lengkap dengan ekspresinya yang tergambar secara detail biasa disebut dengan foto human interest.

Dan biasanya foto-foto human interest yang dapat menggambarkan ekspresi obyeknya dengan kuat selalu disajikan dalam warna hitam putih. Mengapa? Karena foto hitam putih dapat membawa pemirsanya untuk memusatkan perhatian langsung pada ekspresi obyek utamanya tanpa terganggu oleh kehadiran warna-warna.



Foto : Menik

Sabtu, 17 Juli 2010

Hari-hari terakhir bersama bapak

Bapak sudah pergi. Bapak sudah tidak bersama kami lagi. Hari-hari terakhir bersama bapak saya rasakan sebagai hari yang meninggalkan kesan begitu mendalam di hati saya.

Bapak sakit. Bapak hanya terbaring tidak berdaya. Ketika saya merasa direpotkan oleh kehadirannya, kembali saya tatap foto kenangan di atas. Bapak dulu pernah menggendong saya, mengganti popok saya, membimbing langkah pertama saya, dengan sabar menyahuti setiap panggilan saya. Tak terhitung yang telah bapak lakukan buat saya, sementara yang saya dapat lakukan hanyalah memberi sedikit kenyamanan menjelang hari-hari terakhirnya.

Sekarang bapak sudah bisa tersenyum kembali.
Bapak sudah lepas dari penderitaannya.
Selamat jalan, pak.
Sampai kita berjumpa lagi.


Kredit foto : bapak bersama saya ketika berumur 1,5 tahun di atas Jembatan Ampera, Palembang, tahun 1974.

Jumat, 09 Juli 2010

Jasa fotografi

Dalam dunia jasa fotografi, sebagaimana dunia penyedia jasa-jasa lainnya, juga tak luput dari suka dan duka.

Imej glamour dan 'wah' memang sering melingkupi dunia jasa fotografi, tapi itu hanya mewakili lingkup kecil saja, selebihnya adalah kerja keras.

Kisah ini dialami oleh seorang sahabat saya yang juga berprofesi sebagai fotografer. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pelajaran bagi sahabat fotografer khususnya dan para sahabat pekerja penyedia jasa pada umumnya.

Masalah krusial yang sering menjadi batu sandungan adalah soal pembayaran. Sahabat saya mengambil order seorang klien dengan kesepakatan pembayaran di muka sebesar 50% dan 50% lagi setelah pekerjaan selesai. Di dalam dunia kami, rasanya tidak etis jika tidak menyerahkan seluruh hasil pekerjaan jika sudah selesai. Apalagi sudah mendapat fee di muka. Sayangnya sang klien mangkir untuk membayar sisa fee yang 50% lagi. Kalimat klasik yang sering dilontarkan ketika ditagih adalah ' nanti pasti saya transfer'.

Hal seperti ini memang lebih sering terjadi pada penyedia jasa yang bekerja secara perorangan atau pribadi.

Karena suka mengalami hal ini, seorang sahabat dari penyedia jasa lainnya menerapkan pembayaran order 75% di muka, untuk antisipasi agar tidak terlalu nyesek jika kliennya mangkir dalam pembayaran sisa order fee-nya.

Apapun alasannya, saya sebagai pekerja di bidang jasa hanya ingin menghimbau para pengguna jasa agar dapat menghormati kesepakatan yang sudah disetujui sebelumnya, demi kelancaran pekerjaan dan bisnis bersama.

Bagaimana dengan sahabat pembaca, punya pengalaman serupa?



Foto : Karib Munajat

Jumat, 02 Juli 2010

Tips ke studio foto

Ke studio foto? Mungkin ide ini bakalan ada diurutan terbelakang jika ditanyakan pada seorang pria tentang hal yang paling ingin dilakukannya saat ini. Atau malah menjadi keinginan yang pertama jika pertanyaan ini ditanyakan pada seorang remaja putri yang sedang senang-senangnya berdandan dan bernarsis-narsisan di depan kamera.

Tapi memang nggak bisa dipungkiri jika kegiatan ke studio foto ini bukanlah menjadi kebutuhan primer layaknya mengisi perut, kecuali jika KTP anda sudah kadaluarsa dan memang membutuhkan pas foto baru.

Berikut ada sedikit tips yang mudah-mudahan dapat membantu anda menempatkan kegiatan ini di dalam skala prioritasnya, sehingga tidak menjadi mubazir dan sekedar membuang-buang uang belaka :

1. Tujuan.
Sebaiknya tetapkan tujuan anda terlebih dahulu sebelum menuju studio foto. Mau bikin pas foto, foto seluruh badan untuk ikut lomba gadis sampul, foto bersama sang kekasih, atau sekedar mau bertanya harga paket-paket foto yang ditawarkan untuk membandingkan mana yang paling terjangkau di antara studio-studio yang ada.

2. Urgent atau tidak.
Apakah anda membuat foto ini untuk keperluan yang mendesak, sebuah keharusan atau hanya untuk portfolio pribadi. Jika mendesak, misalnya untuk keperluan melamar pekerjaan atau untuk mendaftarkan diri pada sebuah talent agency.

3. Ukuran.
Dalam ukuran berapa anda perlu fotonya? Mungkin hanya perlu dalam ukuran pas foto, post card, atau dalam ukuran besar karena untuk dipajang di ruang tamu. Hati-hati terkena rayuan customer servicenya sehingga anda mencetak banyak dan dalam ukuran yang sebenarnya tidak anda perlukan (..ini berdasarkan pengalaman, lho.. :) ) Untuk lebih amannya, simpan saja file foto anda dalam CD untuk anda tentukan keperluan selanjutnya.

Semoga dapat membantu.



Foto : tukangpoto

Jumat, 25 Juni 2010

Foto close up

Pada tahun 90 an, gaya foto close up atau foto yang diambil dari batas pinggang ke atas mulai dikenal di masyarakat. Hal ini mungkin juga dipicu oleh kejenuhan masyarakat akan pose seluruh badan yang selalu diterapkan ketika mereka menggunakan jasa studio foto untuk berbagai keperluan.

Apalagi didukung dengan menjamurnya studio-studio foto yang terkenal karena memiliki spesialisasi di bidang foto close up.

Saya sendiri memiliki banyak memori tentang foto close up ini. Karena memang di awal profesi saya sebagai fotografer, saya pernah bekerja di beberapa studio yang terkenal dengan gaya foto-foto close up nya.

Sebenarnya dengan kondisi seperti ini, kita sebagai fotografer jadi harus belajar lagi untuk mengkreasikan pose atau gaya yang bisa diterapkan untuk foto close up tersebut agar hasilnya bisa lebih memuaskan para klien.

Ada sedikit tips untuk foto close up :

- Gunakan lensa paling sedikit 80 mm ke atas untuk memotret close up agar terhindar dari efek distorsi.

- Berikan pose seluruh badan pada sang model kemudian shot dengan komposisi close up. Hal ini bertujuan agar pose sang model bisa lebih luwes jatuhnya.

- Gunakan elemen yang ada di studio untuk menciptakan pose-pose yang lebih variatif. Misalnya; elemen dari pakaian, aksesoris, properti studio dan lain-lain.



Foto : Tukangpoto

Selasa, 22 Juni 2010

Peribahasa fotografi

peribahasa :
Bagai menggantung potret mentari pagi

artinya :
Orang yang selalu percaya akan adanya harapan yang lebih baik di esok hari


gambar : Maharani Laksmi Dewi

Ikut memeriahkan acara Kontes Menulis Peribahasa nya Pakde Cholik

Jumat, 18 Juni 2010

Fashion fotografi

Konsep dari fashion fotografi jaman sekarang sudah berbeda jauh dari jaman sebelumnya. Pada era tahun 70 an dan 80 an, seorang fotografer begitu mendominasi jalannya sebuah sesi pemotretan foto fashion. Karena pada waktu itu para klien begitu mempercayakan imej visual produk fashion mereka di tangan seorang fotografer.

Ketika jaman sudah berganti, target konsumen sebuah produk fashion pun lebih tersegmentasi. Sasaran pasarnya menjadi begitu beragam sehingga membutuhkan lebih banyak orang yang terspesialisasi pada bidangnya masing-masing untuk bekerja sama dalam satu tim agar dapat membidik segmen konsumen yang tepat melalui konsep visual imej yang sesuai dengan produk fashion yang akan dipasarkan.

Orang-orang kreatif di balik sebuah pemotretan fashion fotografi biasanya terdiri dari :

- Fashion stylist atau pengarah gaya
Seorang fashion stylist bertugas untuk membuat konsep pembentukkan imej secara visual, menyelaraskan dengan elemen produk fashion yang dijual dengan target segmen pasarnya.

- Fotografer
Seorang fotografer bertugas untuk menghasilkan atau menterjemahkan konsep imej dari produk fashion yang akan dijual ke dalam bentuk visual.

- Make up artist dan hair stylist
Seorang make up artist dan hair stylist bertugas untuk membentuk look pada seorang model sesuai dengan konsep yang sudah diberikan oleh seorang fashion stylist.

Dari setiap profesi di atas sangat diperlukan kerjasama dan masukkannya agar sebuah pemotretan produk fashion dapat berjalan dengan optimal.



Foto : Karib Photography

Jumat, 11 Juni 2010

Momen sepak bola piala dunia 2010

Pada artikel kali ini saya tidak akan membahas tips memotret sepak bola atau sebangsanya karena mengenai hal ini sudah pernah dibahas di sini.

Saya hanya ingin sekadar berandai-andai, bagaimana jika pada saat ini kita bisa berada di Afrika Selatan lengkap dengan peralatan fotografi yang tepat untuk menangkap keriaan berjuta momen menarik pada perhelatan sepak bola piala dunia 2010 kali ini...

Sementara kita berimajinasi, kita patut bersyukur masih bisa menikmati pertandingan-pertandingannya lewat layar televisi di rumah kita masing-masing. Setidaknya kita jadi tidak ketinggalan berita.

Selamat menikmati dan salam jepret!


Sumber foto

Selasa, 08 Juni 2010

Style fotografi

Berbicara mengenai style fotografi berarti berbicara tentang keunikan dari tiap-tiap fotografer didalam menghasilkan karya mereka.

Mengapa unik? Karena setiap hasil karya foto dari tiap-tiap fotografer itu tidak ada yang sama. Entah itu dari masalah anglenya, cara dia mengarahkan gaya pada modelnya, penerapan pada lightingnya atau olah digitalnya. Semuanya benar-benar berbeda satu dengan yang lain.

Sewaktu masih bekerja di studio foto dulu, rekan-rekan sepekerjaan bisa dengan mudah membedakan yang mana hasil karya si A dan yang mana hasil karya si B hanya dengan melihat beberapa lembar foto saja. Berarti dari sini style atau gaya fotografi mereka sudah terbentuk.

Hal ini memang menjadi sesuatu yang keluar dengan sendirinya disebabkan karena kepribadian yang berbeda-beda dari sang fotografer. Sesuatu yang unik dan personal.

Menemukan atau membentuk style fotografi kita sendiri hendaknya jangan menjadi beban atau sesuatu yang dipaksakan. Memang pada tahap awal belajar kita pasti meniru atau mencontoh style fotografi dari para senior kita atau fotografer yang kita idolakan dan ini lumrah terjadi.

Seiring berjalannya waktu, dengan terus menekuni kegiatan yang kita cintai ini, membebaskan pandangan, berpikiran 'out of the box', menekan tombol rana dengan nyaman, menghasilkan sesuatu yang unik, dan menjadi diri sendiri maka secara alamiah perlahan tapi pasti , style fotografi anda akan terbentuk.

Seorang fotografer senior pernah berkata 'photography is general, but style is personal'. Setuju sekali!



Foto : Tukangpoto

Jumat, 04 Juni 2010

Tips menggunakan lampu kilat pada kamera saku

Bisa dipastikan pada setiap kamera saku digital yang kita miliki dilengkapi dengan lampu kilat internal. Walaupun itu hanya sekedar untuk mencahayai obyek fotonya, tanpa tambahan modus settingan lain.

Fungsi utama dari lampu kilat adalah memberi tambahan cahaya buatan agar obyek yang difoto bisa tercahayai dengan baik.

Pada kamera saku digital yang lebih canggih kadang memberikan modus lampu kilat yang lebih komplit. Tapi sayangnya kemampuan tambahan dari lampu kilat ini jarang dimanfaatkan untuk menghasilkan karya foto yang lebih kreatif.

Ada beberapa modus lampu kilat pada kamera saku yang bisa kita manfaatkan, antara lain :

- Auto
Lampu kilat pada settingan ini akan menyala sendiri ketika obyeknya dalam keadaan gelap atau kurang tercahayai. Dan bisa dinon-aktifkan ketika tidak diperlukan.

- Slow Sync
Modus ini cocok untuk merekam obyek di malam hari dengan dengan latar belakang yang juga terang. Cara kerjanya adalah lampu kilat akan berpijar lebih dulu sementara rana kamera yang berkecepatan rendah akan merekam detil latar belakang.

- Rear Curtain Sync
Cara kerjanya sama dengan slow sync hanya saja lampu kilatnya menembak sesaat sebelum rana kamera menutup. Cocok unutk bereksperimen merekam gerakan atau aktifitas laksana slow motion.

- Red eye Reduction
Cara kerjanya kamera akan menembakkan serangkaian flash berkekuatan rendah sebelum akhirnya menembakkan cahaya utama. Bertujuan untuk menghilangkan efek mata merah.

Fill In Flash
Fungsinya adalah menghilangkan bayangan yang timbul pada obyek karena kuatnya sumber cahaya utama. Misalnya : cahaya matahari pada siang hari.
Lampu kilat diaktifkan untuk menghilangkan bayangan pada keadaan :
- Latar belakang yang jauh lebih terang dari obyek utama.
- Bayangan dari topi atau payung yang digunakan si obyek.
- Memotret di bawah keteduhan.
misalnya : bayangan dari bangunan, motret di bawah pohon dan lain-lain.

Semoga bisa membantu.

Senin, 31 Mei 2010

Kenali kamera anda

Belakangan ini masyarakat kita dimudahkan oleh modus auto yang memang sudah tersedia di tiap perangkat digital yang dimilikinya. Biasanya terdapat pada perangkat digital yang dapat membantu memudahkan kegiatan serta aktifitas manusia modern pada kehidupan sehari-harinya. Baik itu televisi, pendingin ruangan, mesin cuci maupun sepeda motor.

Begitu juga dengan kamera DSLR dan kamera saku digital yang kita gunakan. Modus auto pada kamera digital memberikan kita kemudahan untuk mengantisipasi jika ada momen mendadak yang ingin kita tangkap.

Bagi yang hobi fotografi, ketergantungan pada modus auto ini tentu saja sangat tidak dianjurkan. Selain mengurangi penguasaan pada kelebihan kamera serta fitur-fiturnya juga akan membatasi kreatifitas di dalam menghasilkan karya foto.

Mengenal dan menguasai penggunaan kamera pribadi masing-masing dapat dilakukan dengan cara :

1 . Baca buku manualnya.

Biasanya kegiatan ini yang paling segan untuk dilakukan oleh para fotomania. Tapi dengan membaca manualnya kita akan memiliki gambaran secara menyeluruh tentang cara kerja, kemampuan serta kelebihan dari kamera kita.

2 . Eksplorasi kamera.

Coba dan tes seluruh kemampuan dari kamera anda. Coba satu-persatu seluruh modus yang tersedia, tentukan fokusnya, atur kecepatan serta diafragma, perhatikan eksposur, ubah sensitifitas ISO nya. Perhatikan setiap perubahan yang dihasilkan dengan mengamati hasil fotonya.

3 . Data teknis.

Baca dan pahami setiap data teknis dari foto-foto yang dihasilkan oleh kamera anda, khususnya hasil foto yang anda anggap bagus dan menarik serta mewakili selera pribadi anda.

Dengan pengenalan dan penguasaan yang baik terhadap cara kerja dan kemampuan kamera pribadi, diharapkan agar kita dapat mengantisipasi setiap momen yang ingin kita tangkap dan menghasilkan karya-karya ciamik dan luar biasa.


Kredit foto : gambar di atas adalah kamera SLR pertama saya ketika memulai hobi fotografi, Yashica FX-3 super 2000.

Sumber foto

Kamis, 27 Mei 2010

Kenapa cewek suka foto narsis?

Apakah anda suka memperhatikan foto-foto profil yang berseliweran di media social network belakangan ini?

Terutama yang pemilik akunnya adalah cewek-cewek ABG masa kini yang tidak ingin ketinggalan ikut dalam euforia yang sedang in.

Piranti digital favorit yang mereka gunakan untuk membuat foto profil ini adalah kamera ponsel.

Inilah alasan mengapa para cewek-cewek ini suka mengabadikan diri mereka sendiri atau berfoto narsis menggunakan kamera ponsel :

1 . Nggak pede.
2 . Lebih tau angle cantiknya.
3 . Bebas mau take berapa kali.
4 . Nggak harus ke studio foto.
5 . Mudah menghapus yang menurutnya tidak bagus.
6 . Kemudahan meng-upload.
7 . Bebas bergaya seronok.
8 . Bisa berfoto bersama sahabat atau pacar.

Ada sahabat yang bisa menambahkan alasan lain?



Sumber foto

Senin, 24 Mei 2010

Berapa shutter count kamera kita?

Mungkin beberapa dari kita tidak memperhatikan atau biasanya memang tidak ada yang memberi tahu, sampai di mana batas hidup atau istilahnya shutter count dari kamera DSLR yang kita miliki.

Jadi shutter count adalah sampai berapa kali kamera digital kita dapat mengambil gambar.

Sama seperti gadget digital lainnya, semuanya memiliki batas hidup. Seperti ketika tuts keyboard dari PC di rumah kita ada beberapa yang tidak berfungsi karena sudah beberapa tahun dipakai.

Berbeda dengan kamera SLR mekanik dulu, asal kita merawatnya dengan baik dan cara pemakaian yang apik, maka umur penggunaanya pun akan lebih panjang.

Shutter count pada setiap kamera DSLR pun berbeda-beda tergantung pada banyak faktor. Berdasarkan hasil gugling, angka rata-rata shutter count untuk kamera DSLR adalah sekitar 100.000.

Informasi shutter count dari sebuah kamera menjadi sangat penting bagi yang ingin membeli kamera DSLR second. Untuk menceknya, kita bisa menggunakan software yang disediakan oleh masing-masing merk kamera.

Tapi setelah kamera kita mencapai limit shutter count nya, kita tinggal mengganti shutter release kamera tersebut pada authorize service center pemegang merk, hingga kamera kita dapat dioperasikan lagi seperti semula.

Mungkin ada sahabat yang mau menambahkan?



Sumber foto

Jumat, 21 Mei 2010

Gejolak itu..

Jemarinya gemetaran memegang kamera seraya memandang pose wanita di hadapannya.



Fiksi mini ini diikutsertakan dalam Kontes Fiksi Mini
yang diselenggarakan oleh wi3nda

Rabu, 12 Mei 2010

Tips Foto Bokeh

Istilah foto bokeh mungkin tidak begitu populer bagi awam dan sebagian pekerja seni foto lainnya. Saya sendiri mengenal istilah ini sejak mulai bersinggungan dengan internet.

Kata 'bokeh' sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti 'blur' atau 'kabur'. Istilah bokeh pertama kali dipopulerkan pada tahun 1997 di Photo Techniques Magazine oleh editor Mike Johnston, untuk menunjuk pada obyek foto yang dikelilingi oleh gambar latar belakang yang blur.

Foto bokeh sangat erat kaitannya dengan pemilihan ruang tajam yang bercerita sehingga menguatkan tampilan dari obyek utamanya. Jadi tidak hanya sekedar foto dari sebuah obyek yang latar belakangnya blur semata.

Untuk menciptakan foto bokeh yang asik, ada tahap-tahap yang perlu untuk diperhatikan :

Ruang tajam
Tentukan dulu seberapa blur latar belakang yang akan anda terapkan pada sebuah obyek daripada hanya sekadar membuatnya blur semata. Sebab kadang latar belakang yang tidak terlalu blur akan dapat bercerita dan membuat tampilan obyek utamanya menjadi lebih kuat.

Lensa
Semakin panjang fokal lensanya atau lensa tele maka semakin sempit ruang tajam yang dihasilkannya. Biasanya dengan menggunakan lensa tele 100 mm ke atas atau lensa yang memiliki aperture yang cukup besar . Misalnya lensa 50 mm dengan f 1.2.

Pemilihan obyek
Pilihlah obyek yang dapat membuat foto bokeh anda bisa bercerita dan sedap dipandang mata. Dengan banyaknya latihan lama-kelamaan kepekaan mata kita akan dapat memilih obyek mana yang layak untuk dijadikan sebuah foto bokeh.

Semoga bisa membantu.



Kredit foto
Model : Gabriela Gunawan
Fotografer: Fouri!

Rabu, 05 Mei 2010

Pengalaman belajar memotret model

Ketika pertama kali belajar memotret manusia sebagai model, saya jadi teringat senior saya yang pernah mengatakan bahwa jika ingin belajar memotret model sebaiknya menggunakan model yang tidak berhubungan atau awam dengan dunia fotografi, tidak cantik atau tidak tampan, tidak luwes atau dengan kata lain pilihlah yang tidak fotogenic.

Jika belum apa-apa kita sudah menggunakan model yang fotogenic, berarti kita akan kehilangan kesempatan untuk belajar dasar-dasar dari memotret model itu sendiri.

Bagaimana membuat model yang tadinya kaku menjadi terbiasa di depan kamera, yang disuruh tersenyum saja susahnya minta ampun sampai akhirnya bisa tertawa lepas, mencari angle-angle yang menjadi kelebihan seseorang dan menutupi kekurangannya, sampai akhirnya belajar mengarahkan seseorang hingga ia bisa menjadi dirinya sendiri dan menghasilkan sebuah foto yang layak.

Komunikasi memang menjadi hal yang penting di sini. Bagaimana kita berkomunikasi kepada seorang anak kecil, remaja, orang yang lebih tua, semuanya itu mempunyai cara pendekatan yang berbeda-beda hingga akhirnya bisa menghasilkan foto yang sesuai dengan karakter masing-masing.

Dari pengalaman ini saya jadi belajar bahwa ternyata fotografi itu tidak hanya sekedar senyum dan jepret saja. Semakin kita mendalami semakin banyak hal-hal yang harus kita pelajari, sebagaimana bidang-bidang ilmu lainnya.

Tapi selama kita mencintai dan menikmati apa yang kita pelajari, semuanya tidak menjadi masalah.

Salam jepret!


sumber foto : facebook.com/Chusnul Khairuddin

Minggu, 02 Mei 2010

Humor fotografer

Suatu malam, di dalam kamar seorang fotografer pemula yang lugu tapi tekun bekerja dan berdoa, datanglah sang malaikat untuk mengabulkan doa si fotografer tersebut. Ia memberikan sebuah kamera DSLR paling canggih yang pernah ada. "Terima kasih, terima kasih...", tak henti-hentinya fotografer tersebut berucap pada sang malaikat.

Hari-hari si fotografer dihabiskan untuk mempelajari kamera baru tersebut serta mempraktekan ilmu-ilmu fotografi yang tidak bisa ia lakukan jika menggunakan kamera lamanya. Sayang sang malaikat lupa menyertakan buku manualnya sehingga ia bisa mempelajari kameranya dengan lebih optimal lagi.

Beberapa waktu kemudian sang malaikat datang kembali ke tempat fotografer tadi, sang malaikat ingin memberikan hadiah pada si fotografer karena telah rajin dan bekerja keras dalam mempelajari kamera pemberiannya.

"Kupersembahkan padamu seorang gadis cantik yang akan menemani hari-hari sepimu", ujar sang malaikat. Si fotografer pun melongo melihat betapa cantik gadis pemberian sang malaikat kepadanya.

Sadar dari kekagumannya, si fotografer pun berkata pada sang malaikat, "..Oh ya, jangan lupa buku manualnya..".

Sekarang, gantian sang malaikat yang melongo...



Humor fotografer ini diikut sertakan pada acara Liga tertawa nya Pakde Cholik.