Sabtu, 29 September 2012

Photoshoper

"Apa ada yang salah dengan photoshoper?"

Begitulah sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seorang sahabat pembaca blog ini kepada saya seolah minta ketegasan tentang keberadaan seorang photoshoper yang sering mendapat tanggapan dengan konotasi yang miring dari para fotografer senior atau khususnya dari mereka yang belajar fotografinya pada jaman fotografi analog dulu.

Menurut hemat saya, tidak ada yang salah sama sekali dari keberadaan seorang photoshoper. Photoshoper hadir karena sebuah konsekuensi dari kemajuan teknologi fotografi. Yang tadinya hanya berteknologi analog menjadi fotografi digital. Sama halnya seperti seorang teknisi cuci cetak kamar gelap atau seorang tukang tusir foto ketika fotografi masih analog.

Seorang fotografer tidak harus menjadi seorang photoshoper walaupun dalam proses menghasilkan sebuah karya foto ia menggunakan software photoshop. Begitu pula sebaliknya. Seorang photoshoper adalah mereka yang bekerja full menggunakan software photoshop, baik itu untuk merancang desain grafis, memanipulasi karya foto, menggabungkan beberapa potongan gambar menjadi sebuah image baru atau jika di sebuah studio foto mereka adalah para editor foto yang merancang tampilan sebuah album foto agar tampil ciamik. Mereka ini adalah sejatinya seorang photoshoper.

Photoshop hadir sebagai perangkat lunak pengolah foto yang mudah digunakan oleh siapa saja untuk mengoreksi karya fotonya agar dapat tampil lebih layak. Sisi positif dari kemajuan teknologi adalah kemudahan bagi siapa saja untuk melakukan suatu pekerjaan yang tadinya hanya bisa dilakukan oleh pakarnya tanpa harus menjadi ahlinya. Sebuah keadaan yang harus dapat diterima oleh semua kalangan.

Namun masih ada suara-suara sumbang yang mengatakan bahwa kemudahan memotret saat ini banyak dimanfaatkan oleh fotografer 'dadakan' yang mengambil 'jatah' mereka yang memang menggantungkan hidup dari bidang ini. Seharusnya mereka tidak perlu takut, karena kwalitas dan pengalaman adalah sesuatu yang nggak begitu saja bisa dibeli. Tiap orang dapat saja memotret dan mengambil gambar, lalu memanipulasi hasilnya, tapi tidak semua orang bisa menjadi seorang fotografer.

Gimana pendapat sahabat?







photoshoper  :
facebook.com/ Dedy Bgenx Irawan

Sabtu, 08 September 2012

Branding dengan blogging

Secara sederhana kegiatan branding dapat dikatakan sebagai kegiatan mempromosikan produk barang atau jasa yang kita jual agar produk tersebut banyak dikenal oleh masyarakat kemudian mempersuasikan agar masyarakat juga mau mempergunakan produk tersebut.

Banyak sekali cara yang dapat dilakukan oleh para produsen dalam rangka kegiatan branding ini. Dari yang paling mahal seperti memasang iklan di media massa atau televisi, bikin acara grand launching khusus, promo diskon besar-besaran sampai dengan cara yang murah namun efektif yaitu dengan cara promosi lewat sosial media.

Dan jika nantinya memang produk anda adalah produk unggulan dengan sendirinya konsumen akan merekomendasikan produk anda secara otomatis dari mulut ke mulut. Jika sudah sampai pada tahap ini hasilnya tentu sudah seperti yang diharapkan dan usaha branding anda bisa dikatakan berhasil.

Lalu bagaimana caranya agar usaha branding yang kita lakukan bisa tetap menonjol dan konsumen tetap aware dengan produk yang kita tawarkan?

Salah satu cara yang dapat kita tempuh dengan hasil yang lumayan efektif adalah dengan kegiatan blogging.Blog yang berisi artikel serba-serbi seputar produk anda ini harus terhubung akun Twitter dan Facebooknya sehingga informasi yang dikandungnya benar-benar diikuti oleh para follower sosial medianya.

Blognya bisa berisi tentang keunggulan dari produk yang kita jual, juga tentang keuntungan lebih jika konsumen menggunakan produk kita dan informasi yang menguntungkan lainnya seputar produk tersebut.Informasi ini harus terus diupdate secara berkala paling sedikit seminggu sekali agar para konsumen terus aware dengan keberadaan produk kita.

Dengan metode branding lewat blogging ini diharapkan para calon konsumen akan lebih mengenal secara pribadi lewat tulisan kita. Jika konsumen sudah mengenal dan percaya secara pribadi tentunya mereka sudah tidak ragu lagi untuk menggunakan produk yang kita tawarkan.

Setiap pertanyaan yang diajukan terhadap produk diusahakan untuk dijawab agar keingintahuan konsumen dapat terjawab yang yang berujung pada rasa percaya untuk menggunakan produk kita.

Jika anda merasa tidak mampu mengelola sendiri, baik itu blog atau artikel-artikel pengisi blog tersebut, anda bisa mendelegasikan pekerjaan ini kepada penulis lepas yang anda percaya.

Oke, selamat mencoba.



Jumat, 17 Agustus 2012

Fitri

mereka puasa Ramadhan
hari demi hari perut kami lapar
penuh suka cita berbuka
segelas air cukup mengenyangkan kami
mematut diri agar pantas menyambut fitri
sudah terpuaskan memandang etalase
bersih berseri sholat Ied
banyak koran bekas alas sholat yang bisa kami jual

ya Allah biarlah lapar dan dahaga kami
menjadi ridhoMu
ya Allah biarlah ketiadaan kami
menjadi puasa hanya untukMu

Amin

Jumat, 22 Juni 2012

Memotret dengan hati

Ketika kita melihat sebuah karya foto yang dipresentasikan secara apik dan memukau pada suatu kesempatan, dapat dipastikan sudah terbersit suatu perkiraan di hati masing-masing pemirsa yang menyaksikan hasil karya seni tersebut. Bahwa foto tersebut dihasilkan oleh seorang fotografer profesional, menggunakan kamera DSLR merk tertentu keluaran terbaru yang lengkap dengan feature yang mumpuni.

Tetapi semua perkiraan akan segala kemungkinan canggih tersebut segera terbantahkan demi melihat apa yang tertera di kolom kredit fotonya. Bahwa foto yang memukau tersebut 'hanya' dihasilkan oleh seorang pecinta fotografi amatir dengan menggunakan kamera semi otomatis non-DSLR ditambah sedikit re-komposisi kemudian menambah satu stop level brightness nya pada saat proses editing. Hanya itu, nggak lebih.

Berondongan pertanyaan pun tak kuasa dibendung oleh benak para penikmat foto tersebut, kok bisa? Apa resepnya?

Mungkin para praktisi fotografi akan ingat bagaimana waktu dulu memulai passion mereka di fotografi. Segala cara untuk membuat sebuah karya fotografi yang baik pastinya akan ditelusuri secara mendetail, tidak ada yang terlewat satu langkahpun. Bagaimana cara mengantisipasi momen yang tepat, angle atau sudut pandang yang tidak biasa, komposisi yang membuai mata, serta lighting yang dramatis. Semua itu dilakukan dengan niat yang tulus untuk membuat karya foto yang baik tanpa ada embel-embel pesan dari sponsor, permintaan klien yang cerewet dan tidak logis, atau tuntutan dapur harus ngebul.

Di jaman ketika membuat foto menjadi semakin 'mudah', di mana karya fotografi sudah bias dengan sekedar digital imaging, pada saat para fotografer lebih mementingkan kuantitas jepretan shutter release nya dan kemudian menyerahkan seluruh sentuhan estetis hasil fotonya pada saat proses editing, alangkah eloknya jika kita para penikmat dan pecinta karya fotografi dapat mengembalikan harkat fotografi pada 'porsi' nya demi kebaikan dunia fotografi itu sendiri.

Jujur saya akui tidak mudah untuk menepis kemudahan dan kenikmatan yang ditawarkan oleh fotografi digital. Tapi sebaiknya para fotograferlah yang kembali pegang kendali, bukan gadget digital canggih ataupun software editing yang mumpuni kemampuan memanipulasinya. Kita persilahkan pada kepekaan rasa para fotografer yang menjadi raja. Biarkan hati mereka yang berbicara, biarkan mereka kembali memotret dengan hati.

Selasa, 29 Mei 2012

Manajemen studio foto

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa manajemen yang diterapkan oleh banyak studio-studio foto di Indonesia adalah manajemen bisnis keluarga. Dari studio foto di sebuah kota kecil sampai yang sudah mempunyai 'nama' secara nasional sekalipun. Hal ini terutama disebabkan karena saham kepemilikan sebuah studio foto biasanya dimiliki oleh perorangan atau keluarga. Lalu jumlah karyawan pada sebuah studio foto paling banyak hanya mencapai puluhan dan jarang yang mencapai ratusan.

Walaupun begitu ada beberapa studio foto yang peduli pada kesejahteraan karyawannya. Biasanya dengan cara karyawan diperbolehkan meminjam dana untuk keperluan keluarga, misalnya; biaya kelahiran anak, biaya menyekolahkan anak atau dengan cara mendaftarkan karyawan mereka untuk ikut JAMSOSTEK, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tapi biasanya hal ini berlaku pada studio foto yang sudah mapan manajemen keuangannya, karena pada kenyataannya lebih banyak yang tidak terlalu peduli pada kesejahteraan karyawan mengingat skala manajemen usaha mereka tadi.

Dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu besar, keadaan ini juga bisa memudahkan si pemilik studio untuk memantau kelebihan, kekurangan serta prestasi tiap karyawannya. Tapi kekurangannya adalah penilaian terhadap kinerja karyawan di sini bisa menjadi sangat subyektif karena biasanya sudah bias dengan unsur 'suka' atau 'tidak suka' secara pribadi.

Kemudian adanya fakta bahwa kebanyakan studio foto adalah bisnis sampingan dari para pemiliknya merupakan faktor penentu bagaimana manajemen sebuah studio foto akan dijalankan. Tentunya manajemen sebuah bisnis sampingan akan sangat berbeda dengan manajemen bisnis utama yang memang menjadi tumpuan hidup dari sang pemilik. Hal ini sedikit banyak harus menjadi bahan pertimbangan bagi para calon karyawan untuk tidak berekspektasi terlalu besar jika ingin bekerja di sebuah studio foto. Apalagi di sebuah studio foto yang tidak berprospek atau sepi pelanggan, yang biasanya hanya akan dipertahankan antara satu sampai dua tahun beroperasi, setelah itu wallahualam.

Tetapi selalu ada sisi positif dari tiap keadaan, kita bisa mengambil pelajaran dari bagaimana sebuah studio foto dijalankan. Banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga yang bisa dipetik dan diterapkan pada bisnis fotografi milik kita sendiri nantinya.

Minggu, 29 April 2012

Jasa fotografi fotografer makanan

Ketika memutuskan untuk memasarkan jasa fotografi lewat media internet, kami tidak pernah mengkhususkan diri untuk hanya menerima order memotret makanan. Order memotret produk, fashion atau company profile pun akan kami kerjakan jika kami merasa mampu mengerjakannya dengan baik, kenapa tidak? Toh rejeki nggak boleh ditolak :)

Tapi entah kenapa semakin ke sini kami malah lebih dikenal sebagai fotografer makanan. Mungkinkah karena sering mendisplay foto-foto makanan di blog dan iklan online kami, atau karena faktor lain. Apapun itu selama memberikan feedback yang positif bagi usaha jasa kami tentunya nggak jadi masalah.

Jika para sahabat mau menyempatkan diri untuk mengetikkan kata kunci 'fotografer makanan' di Google.co.id, dari situ akan terlihat betapa banyaknya para pemain yang menyediakan jasa memotret makanan. Foto makanan yang dulu hanya menjadi pelengkap visual dari rubrik resep kuliner pada majalah wanita sekarang telah menjadi salah satu elemen penting bagi strategi pemasaran bisnis atau usaha yang melibatkan makanan sebagai menu utamanya, karena pencitraan atau imej visual sangat penting untuk memikat hati konsumen yang menjadi target usaha kuliner tersebut.

Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang positif bagi mereka yang menekuni bisnis jasa fotografer makanan. Berlomba-lomba mereka akan memberikan yang terbaik bagi kliennya. Pada akhirnya, kedua belah pihaklah yang akan diuntungkan dengan keadaan ini.


kredit foto  :


foto dan penata saji  :  tukangpoto
digital imaging          :  Andre Leonardo

Selasa, 13 Maret 2012

Jujur berbisnis online


Seminggu yang lalu, ketika sedang berdiskusi dengan seorang klien mengenai pemotretan yang akan dilakukan terhadap bisnis kafenya, sang klien meminta saya untuk menuliskan alamat
 studio saya. Sang klien beralasan bahwa ia ingin kepastian dan lebih berhati-hati jika ingin berbisnis dengan penyedia jasa yang namanya di dapat dari hasil browsing di internet. Karena ia pernah memiliki pengalaman buruk dengan penyedia jasa fiktif yang tidak bertanggung jawab dan hanya mau mencari keuntungan materi semata dengan memanfaatkan media online.

Terus terang saya sangat menghargai sikapnya ini, apalagi jika sikap hati-hati seperti ini juga bisa dianut oleh khalayak pengguna media online agar mereka bisa terhindar dari praktek penipuan atau scam lewat media internet. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan tumbuhnya industri online yang sangat pesat dan menguntungkan bagi kepentingan kotor mereka.

Sebagai salah satu yang memanfaatkan media online untuk memasarkan jasa fotografi, tentu saja saya mengharapkan bisnis media online banyak diisi oleh orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab agar iklim jualan online menjadi lebih kondusif dan lebih banyak orang yang percaya  melakukan transaksi secara online sehingga lebih banyak pihak yang terkait secara positif bisa diuntungkan.


foto  :  tukangpoto
klien :  CV.ROYAL KOPI TORAJA

Minggu, 05 Februari 2012

try 2b cool'n smart..

Sahabat blogger Kakaakin sedang bingung. Dia penasaran apakah dia sudah masuk dalam kriteria seorang blogger yang 'cool and smart', seperti yang ia tuliskan pada judul blognya yang teratur dia update selama ini.

Untuk itu ia mengajak para sahabat blogger semua untuk mencoba mendeskripsikan kriteria blogger 'cool and smart' sesuai pendapat dan pandangan masing-masing.

Tanpa bermaksud untuk menyanjung diri sendiri, para sahabat blogger yang sudah mau menyampaikan pendapatnya secara tertulis di blognya saya rasa mereka itu termasuk yang 'cool' atau keren. Karena nggak setiap orang mau bersusah-susah menuliskan pendapatnya.

Lalu untuk para sahabat blogger yang sudah mau menuliskan buah pikiran mereka secara runtut, merangkai kata demi kata sampai menjadi sebuah kalimat yang sering menjadi sumber pencerahan bagi mereka yang membacanya, sudah tentu mereka ini adalah para sahabat yang 'smart' atau cerdas.

Dan saya pikir dari pendapat di atas saya berkesimpulan bahwa sahabat blogger Kakaakin adalah termasuk salah satu dari para blogger yang 'cool and smart' itu.

Jadi saya harap Kaka nggak usah bingung lagi sekarang..

Oh ya, artikel ini disertakan pada Cool and Smart Blogger Giveaway yang diadakan oleh Kakaakin.

Selasa, 03 Januari 2012

Secercah harapan





Degup jantungku membuncah
diiringi ritme kepak sayap lebah
bergairah menuju kuntum bunga
disahuti melodi desiran bulir padi
menguning ditiup angin
dibuai irama aliran air kali kecil
membelai lumut-lumut gemulai
disegarkan sejuk harmoni rintik hujan
menyentuh tanah kering dahaga
disemangati komposisi derap langkah kaki
bergegas membelah khatulistiwa pagi
menggenapi elok lagu secercah harapan
kurengkuh erat dalam genggaman.


..mengawali sejuk 2012

Rabu, 28 Desember 2011

Memori


Kususuri kembali
jalan yang dulu pernah
kita lalui bersama
sambil berpegangan tangan
bertukar pandangan mata
sejumput senyuman di sudut bibir
kau kirim beribu makna
mendengar angin berbisik
menciumi wangi akasia
sungguh begitu sederhana
namun sarat makna
hanya hati kita yang tau
sengaja kuselipkan memori ini
di sudut hati
agar ketika kangen padamu
aku bisa membukanya kembali


Jumat, 23 Desember 2011

FAQ about photography

Frequently Asked Questions about photography atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya tentang fotografi yang biasanya ditanyakan oleh yang awam maupun oleh yang baru belajar tentang fotografi. Saya berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan seobyektif mungkin agar persoalan dasarnya dapat terjawab. Berikut di antaranya;


- Mas, kamera apa sih yang bagus untuk yang baru mau belajar fotografi?
Kamera DSLR jenis entry level merk apa saja beserta lensa kit bawaannya sudah memadai untuk mempelajari dasar-dasar fotografi.

Contohnya : Nikon D3100, Canon 1100D dan lain sebagainya.


- Mas, kalo kamera merk Nikon sama Canon bagusan mana sih?
Setiap merk kamera mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Jika ada yang mengatakan bahwa kamera merk tertentu lebih unggul dari yang lainnya itu semata karena kelebihan dari merk kamera yang disebut sudah dapat mengakomodasi kebutuhan fotografi si pembuat statement. Kelak jika sudah lebih lama mendalami fotografi dengan sendirinya akan mengetahui kamera merk apa yang lebih cocok dengan kebutuhan fotografi masing-masing.

( BERSAMBUNG )



foto : DEFF PORTRAITIST  ( 08568342777 )

Kamis, 15 Desember 2011

Tips memasarkan jasa fotografi lewat internet



Sudah setahun terakhir ini saya mencoba untuk memasarkan jasa fotografi lewat internet. Padahal pengetahuan saya tentang dunia internet dan pemasaran lewat internet itu masih tergolong cetek, maklum masih newbie. Tapi justru karena keberadaan internet juga proses saya mempelajari workflow pemasaran di dunia maya ini jadi bisa lebih dimudahkan. Tinggal klik, kita bisa langsung bertanya sama pakarnya, diskusi di forum-forum dan lain sebagainya.

Mengapa harus memasarkan lewat internet? Saya percaya di masa yang nggak akan lama lagi semua sisi kehidupan kita pasti akan bersinggungan atau bahkan bergantung dengan yang namanya internet. Pemasaran usaha lewat internet selain jauh lebih murah, mudah dan hasilnya sangat jauh lebih efektif. Sedikit bocoran, sekarang 100% klien jasa fotografi saya berasal dari internet.

Tips ini merupakan langkah-langkah yang saya lakukan dari nol, baik dalam pengetahuan maupun secara praktek. Coba sana coba sini, trial & error, sampai bisa menghasilkan seperti sekarang, berikut langkah-langkahnya :

a. Website atau blog yang representatif.
Memiliki website atau blog gratisan merupakan sebuah keharusan. Dalam hal ini saya menggunakan fasilitas blog gratis dari Blogspot. Ibarat 'rumah' milik kita yang memiliki alamat jelas di jagad internet yang nantinya akan  digunakan untuk memajang portfolio kita sesuai dengan target pasar yang dituju. Jangan lupa untuk menyisipkan frase kata yang akan kita gunakan sebagai kata kunci atau keyword agar blog kita bisa terindeks oleh search engine, dalam hal ini Google, sesuai dengan segmen klien yang kita incar. Keywordnya bisa berupa : jasa fotografi, jasa fotografer, fotografer makanan, atau jasa foto prewedding.
Keyword ini bisa  ditempatkan di header blog sebagai tagline atau disisipkan dalam artikel ketika kita mengupdate blog nantinya.


b. Dikenal lewat SEO.
Penting bagi blog kita untuk berada di halaman pertama dari hasil pencarian Google ketika keyword yang kita pakai diklik oleh klien calon pengguna jasa, sebab blog atau iklan jasa foto yang nangkring di halaman pertama dari mesin pencari yang paling sering dapat order. Lebih bagus lagi kalo bisa berada di urutan 5 besar.
Saya nggak punya rumus yang pasti untuk optimasi blog lewat SEO ini. Banyak trik khusus yang harus dilakukan jika kita mau bertanya pada pakarnya. Yang saya lakukan hanyalah terus mengupdate blog dengan foto-foto baru, blogwalking sambil meninggalkan komentar serta link menuju blog saya, nggak berhenti untuk memasang iklan secara gratisan, dan posting di jejaring sosial.

c. Pasang iklan.
Terus terang klien pertama saya yang datang dari internet adalah karena iklan jasa foto saya yang masuk di halaman pertama hasil pencarian di Google untuk kata kunci 'jasa fotografi'. Jasa pasang iklan yang saya gunakan adalah juga jasa pasang iklan gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Sekedar info, banyak situs jasa iklan gratis yang bagus kedudukannya di mata search engine, seperti situs iklan tokobagus.com, olx.co.id, hotfrog.co.id dan sebagainya.
Dalam hal pasang iklan ini saya nggak pernah pasang iklan berbayar, semuanya menggunakan jasa iklan gratis. Jika ada tawaran pasang iklan gratis pasti saya manfaatkan untuk beriklan. Bisa menempatkan keyword dan link menuju blog kita lebih banyak logikanya akan lebih sering terindeks oleh Google, dan hal ini dapat memperkuat kedudukan blog dan iklan kita di mata search engine.

d. Submit ke jejaring sosial atau forum.
Lebih banyak yang tau tentang usaha yang sedang kita jalankan tentunya akan lebih baik bagi peluang untuk terjadinya order. Untuk submit ke jejaring sosial, saya memilih Facebook. Selain lebih populer juga memberi kemungkinan bagi saya untuk mengupload foto.Untuk Twitter, saya gunakan hanya jika ada notifikasi penting untuk diketahui khalayak. Sedangkan di forum-forum, saya hanya sesekali posting untuk sekedar meninggalkan jejak.

Ternyata dengan memanfaatkan fasilitas gratis yang disediakan di internet, kita bisa mengoptimalkan pemasaran usaha dengan hasil yang sangat baik, seperti yang sudah saya rasakan sendiri.
.

Bagi para sahabat, semoga sepotong pengalaman saya ini mudah-mudahan dapat membantu.

Selamat mencoba!





screenshot  : Google.co.id

Sabtu, 10 Desember 2011

Olah rasa dalam fotografi

Ketika pertama belajar fotografi dulu, banyak sekali hal-hal yang bersifat teori dan teknis yang kadang membuat kita jadi nggak fokus terhadap apa yang menjadi prioritas utama dalam mempelajari fotografi, yaitu praktek. Ya, fotografi adalah 10% teori dan 90% praktek, malah saya berani menjamin bahwa pelajaran teorinya akan lebih melekat jika dilakukan sambil praktek. Learning by doing. Karena pada akhirnya kita diharapkan dapat melihat dan mengabadikan hal-hal biasa menjadi indah lewat olah rasa akan keindahan dalam mata fotografis tanpa terbebani oleh hal yang sifatnya teoritis.

Untuk membiasakan agar mata kita dapat melihat keindahan lewat kacamata fotografis, berikut hal-hal yang bisa kita lakukan :


a. Menguasai praktek teori dasar.
Walaupun kita nggak harus menguasai teori dasar fotografi secara mendetail dan menjadi expert tapi setidaknya kita tau bukaan rana berapa yang digunakan jika kita harus membekukan gerakan anak-anak yang sedang bermain bola, melakukan teknik 'panning' pada orang yang bersepeda, memblurkan latar depan atau belakang objek foto kita, lensa berapa milimeter yang cocok untuk memotret pemandangan dan praktek teori dasar lainnya. Hal ini diperlukan agar kita bisa mengantisipasi dengan tepat jika ada momen bagus yang terjadi di depan mata dan kita hanya memiliki waktu sekian detik untuk memutuskan pendekatan teknis yang mana yang akan kita gunakan untuk mengabadikan momen tersebut.

b. Self assignment.
Asah kepekaan visual anda terhadap sebuah objek. Sebagai contoh, objeknya adalah sebuah apel. Beri sebuah tugas pada diri anda bahwa selama sebulan anda hanya akan memotret objek yang bertemakan buah apel. Buah apel tersebut bisa anda potret dari berbagai sudut pandang, bisa dibelah, ditancapkan pada sebilah pisau, ketika sedang digigit oleh seorang teman, buah-buah apel di dalam troli di supermarket dan sebagainya. Gunakan imajinasi anda. Ganti tema tugas ini setiap bulannya. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengasah kepekaan serta memperkaya imajinasi visual anda terhadap objek-objek yang ada di sekeliling kita.

c. Evaluasi.
Mintakan pendapat guru atau senior terhadap karya fotografi anda. Dengarkan apa yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan. Pendapat konstruktif mereka akan sangat berharga karena sedikit banyak pengalaman visual mereka sudah lebih kaya, hal ini dapat menjadi barometer untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana anda bisa menyerap dan menerapkan ilmu fotografi  yang dipelajari selama ini.

Semoga tips di atas dapat membantu sahabat untuk mengolah rasa, menambah kepekaan akan keindahan visual lalu mengaplikasikannya dalam sebuah karya fotografi.


"..bukan cuma soal kamera, tapi imajinasi yang melampauinya."


foto  :  tukangpoto

Sabtu, 26 November 2011

Dikutip oleh MAJALAH CONCEPT

Kejadiannya sudah lama berlalu, tapi lumayanlah untuk bahan update blog. Waktu itu artikel 'fashion fotografi' dari blog ini dikutip oleh Majalah CONCEPT atau CONCEPTMAGZ VOL07EDISI39'2010/ DES-JAN yang dimuat untuk sub artikel di majalah mereka yang waktu itu bertema edisi 'fashion graphics', dengan judul yang diganti menjadi 'man behind the gun'.

Saya sih senang aja artikel di blog sederhana ini dikutip oleh sebuah media nasional dengan tema spesifik, walau Majalah Concept melakukan kesalahan dengan tidak memberikan back-link atau mencantumkan blog fotografer jurnal sebagai sumbernya. Namun kemudian pihak redaksinya sudah mengkonfirmasi dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini, setelah sebelumnya saya mengirimkan sebuah email untuk menanyakan perihal artikel saya yang dikutip tersebut.

Pada edisi Majalah Concept yang berikutnya mereka resmi mengklarifikasi hal tersebut dengan pemberitahuan pada kolom ralatnya.
Terima kasih.



photo caption courtesy of Majalah Concept

Kamis, 03 November 2011

Kamera DSLR sebagai kamera prosumer

Sudah menjadi hal yang umum jika di tempat obyek wisata kita sering melihat masyarakat atau mereka yang berprofesi bukan sebagai fotografer, membawa dan menggunakan kamera DSLR sebagai alat dokumentasi, apalagi jika kita berpapasan dengan wisatawan manca negara, sepertinya kamera DSLR sudah menjadi gadget yang wajib mereka bawa. Lalu kemana kamera prosumer yang selama ini biasa mereka gunakan? Mengapa sekarang awam banyak yang beralih ke kamera DSLR?

Padahal fitur-fitur kamera prosumer terkini seperti; pengaturan manual untuk merubah ISO, keleluasaan menentukan jenis eksposur, penyimpanan file pada format RAW atau malah kemampuan untuk berganti-ganti ukuran lensa pada prosumer Panasonic Lumix seri GF, Olympus seri Pen, atau Samsung NX. Lengkapnya secara teknologi, kamera prosumer masa kini nggak kalah dengan kamera DSLR.

Hanya masih ada sedikit keterbatasan pada kamera prosumer dibanding DSLR, misalnya dalam bidang detail hasil gambar, kinerja secara keseluruhan atau kelengkapan aksesoris penunjang lainnya. Malah harga pada beberapa prosumer terkini bisa lebih mahal jika dibandingkan dengan harga kamera DSLR kelas entry level.

Bukan maksud saya untuk mengecilkan peran dan keberadaan kamera prosumer, tentu saja jenis kamera ini sangat cocok bagi mereka yang butuh kepraktisan dan tuntutan untuk fitur kamera yang lebih lengkap serta hasil gambar yang lebih baik dari sekedar kelas kamera saku.

Tapi bagi mereka yang menginginkan kualitas dan ingin memiliki keleluasaan jika nantinya ingin mengeksplorasi minatnya terhadap dunia fotografi lebih jauh, nggak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan anda pada kamera DSLR.

Selamat mencoba!


sumber gambar

Rabu, 19 Oktober 2011

Prospek bisnis fotografi

Bagaimana prospek bisnis fotografi di Indonesia saat ini? Bagi mereka yang pesimis tentu akan mengatakan; sudah banyak saingan, banyak newbie atau malah pemain lama yang rela banting harga demi memikat pasar, banyak yang mengaku fotografer padahal cuma sebatas rekayasa digital. Tapi bagi mereka yang optimis tentu akan berkata; pasarnya luas otomatis peluang masih terbuka lebar. Selama niat kita positif ingin memberi yang terbaik bagi masyarakat luas, kesempatan untuk maju dan berkembang selalu ada. Ini baru namanya semangat!

Lalu kira-kira faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan agar bisnis jasa fotografi ini bisa survive dan berkembang? Berdasarkan hasil ngobrol dengan teman-teman seperjuangan, pengalaman sendiri dan gugling sana-sini, faktor penentu keberhasilan tersebut dapat disarikan menjadi :


a. Lokasi.
Bagi yang ingin membuka studio foto atau cetak foto digital tentunya faktor lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh calon klien akan memberikan keuntungan lebih. Tidak ada patokan khusus untuk faktor lokasi ini, sebab nantinya tiap faktor akan saling berkaitan.


b. Promosi.
Tidak ada yang akan tau anda sedang bisnis apa tanpa sebuah promosi. Untuk promosi sebagai pemicu agar khalayak aware dengan brand fotografi anda, anda bisa pasang iklan di media yang segmentasi pasarnya sesuai, mengikuti pameran dengan tema yang sama atau promosi lewat media online dengan biaya yang relatif murah namun efektif. Seiring dengan berjalannya waktu, promosi dari mulut ke mulutlah yang terbukti akan paling solid dalam mendatangkan klien.


c. Segmen pasar.
Menggarap satu segmentasi pasar dengan serius akan lebih mendatangkan hasil yang signifikan daripada harus serakah bermain di segala segmen. Segmentasi pasar di sini diartikan apakah itu bisnis cetak foto digital, studio foto, fotografer freelance, kursus fotografi dan lain-lain. Sebab setiap segmen memiliki penanganan dan detail kebutuhan yang berbeda. Tapi jika anda memiliki modal yang besar tidak ada salahnya juga jika ingin membuat sebuah one stop photography service.

d. Inovasi produk.
Agar dapat dibedakan dari pemain yang sudah ada atau istilahnya 'stands out from the crowd', produk kita harus memiliki ciri tersendiri yang dapat ditonjolkan dan diandalkan untuk menggaet calon klien. Apakah itu hasil cetak fotonya yang selalu tepat waktu, foto wedding dengan aliran klasik yang kental, foto fashion high key nya yang asik, studio 3D nya yang menawan dan lain sebagainya.

e. Customer service.
Jangan pernah mengecewakan klien, jangan memberikan janji yang tidak bisa anda tepati, jangan pernah memberikan penawaran yang tidak bisa anda penuhi. Sebab sekali klien kecewa, hilang sudah kesempatan usaha kita dipromosikan secara gratis dan efektif lewat mulut ke mulut atau 'word of mouth' sehingga menyebabkan kita bisa kehilangan kepercayaan publik serta calon klien berikutnya.

Kelima faktor di atas tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus dijalankan secara terintegrasi dan berkesinambungan agar usaha kita bisa sukses dan berjalan lancar.

Jadi bagi yang ingin terjun di bisnis fotografi, jangan ragu pasarnya masih terbuka luas.

Semoga membantu.



gambar  :  Google search.

Senin, 10 Oktober 2011

RAW atau JPG ?

Karakteristik dari masing-masing file RAW atau JPG pastinya sudah menjadi pertimbangan tersendiri bagi para fotografer ketika akan menyimpan hasil karya mereka.

Sebagai gambaran, bagi fotografer yang akan mengolah atau mengedit kembali hasil pekerjaannya melalui komputer maka bentuk file RAW lah yang akan lebih memudahkan pekerjaan mereka. Sedangkan bagi yang sudah cukup puas akan hasil dari settingan pengolah gambar bawaan dari kamera DSLR nya maka file JPG adalah pilihan yang tepat.

Berikut uraian singkat mengenai karakteristik dari masing-masing file :

File RAW
File RAW adalah file hasil murni rekaman sensor kamera, belum melewati proses olah gambar serta belum dikompresi.
File RAW termasuk dalam file yang optimal dalam menyimpan detail gambar, sehingga ukuran filenya jauh lebih besar dari file JPG.
Dengan menyimpan gambar pada format RAW, maka dalam hal pengolahan atau proses edit gambar akan memberikan keleluasaan penuh untuk kita dalam mengubah atau mengatur hasil gambar sesuai selera masing-masing. Keleluasaan penuh itu termasuk pada bidang : tone, kontras, saturasi warna, under/over eksposur,sharpening, white balance dan lain-lain.


File JPG
File JPG adalah file yang sudah melewati proses olah gambar hasil settingan kamera, sudah terkompresi dan berkurang kualitas gambarnya.
Olah gambar pada file JPG ini dilakukan lewat settingan kamera di mana anda dapat menentukan white balance, picture style atau style gambar sesuai selera masing-masing untuk menentukan saturasi warna, ketajaman, kontras dan lain-lain.
Belakangan karena teknologi kamera DSLR yang sudah semakin canggih menyebabkan hasil gambar dari file JPG juga sudah semakin membaik dan memadai.

Semoga membantu.



foto  :  Alex Supriatna

Sabtu, 24 September 2011

Saya dan Koran Kontan

Saya pertama kali mengenal koran Kontan adalah ketika masih menjadi sisipan dari harian Kompas dahulu. Saya pikir dengan format yang membahas soal bisnis dan investasi secara harian, yang pada waktu itu masih jarang disentuh oleh media lain dan tentunya informasi-informasi yang dibawa oleh harian Kontan akan sangat memperkaya wawasan para pebisnis dan investor membuat kehadirannya layak diterima.

Terbukti setelah lima belas tahun kehadirannya, koran Kontan masih tetap eksis walau sekarang sudah banyak media-media lain yang juga membahas soal bisnis dan investasi. Ini menandakan bahwa isi dan tulisan dari Kontan masih menjadi acuan serta bahan bacaan yang terpercaya bagi para pembacanya.

Dari sekian segmen tulisan yang ada di koran Kontan, segmen tulisan peluang usahalah yang menjadi favorit saya. Maklum, selain hanya seorang tamatan SMA, saya juga sedang merintis usaha kecil-kecilan. Pembahasan yang mendalam menyangkut kelayakan sebuah peluang usaha serta wawancara langsung dengan para pelaku industrinya selalu menjadi bahan pembelajaran yang berharga bagi saya.

Kalau boleh usul, bagaimana jika porsi tulisan yang mengetengahkan soal peluang usaha dan industri kecil menengah diperbesar. Karena selama ini saya merasa kalau tulisan di Kontan lebih besar porsinya untuk kepentingan para pebisnis mapan dan bermodal besar. Selain dapat merangsang jiwa-jiwa wirausaha baru, juga bisa membuka wawasan bagi kemajuan industri kecil menengah yang kita tau paling besar jasanya di dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Langkah koran Kontan untuk menjadi koran online juga merupakan langkah yang patut dipuji. Karena sekarang para pebisnis dan pengambil keputusan sudah dapat mengunduh konten-konten online secara mobile dari telepon seluler mereka. Walau di lain pihak kita harus bisa menghapus romantisme membaca koran sambil leyeh-leyeh ditemani secangkir kopi, keputusan untuk lebih menyelamatkan bumi dari penebangan pohon untuk dijadikan kertas koran menuju paperless community adalah langkah yang bijaksana.

Sekali lagi, selamat ulang tahun kepada koran Kontan, semoga senantiasa dapat menjadi acuan yang akurat bagi bisnis dan investasi di Indonesia.

Kamis, 01 September 2011

Tas kamera

Ketika seorang fotografer ingin bepergian, lalu membawa serta peralatan fotografinya, baik itu ketika ada order atau untuk hunting foto, pastinya ia memerlukan sebuah tas kamera yang dapat diandalkan untuk membawa gadget fotografinya.

Walaupun banyak tas biasa yang dapat dipergunakan tapi alangkah baiknya jika mempergunakan tas khusus yang memang diperuntukkan untuk melindungi investasi peralatan kerjanya.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika harus menjatuhkan pilihan pada tas kamera yang ingin dimiliki,
antara lain :

a. Kuat dan dapat diandalkan.
Nggak lucu jika mengandalkan keamanan kamera anda pada sebuah tas kamera tapi ternyata tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, mungkin jahitannya yang cepat putus, atau bahan tasnya yang mudah sobek. Dan faktor kekuatan inilah yang paling utama yang harus dipertimbangkan pada sebuah tas kamera.

b. Mudah digunakan.
Selain kuat tas kamera ini juga harus mudah digunakan, khususnya ketika ada momen berharga dan anda harus dapat dengan cepat mengeluarkan dan mempergunakan kamera anda.


c. Tidak menarik perhatian.
Ada sebagian produsen tas kamera yang suka dengan mencolok menempelkan merk kamera tertentu pada tas kamera produksinya. Toh anda tidak bermaksud memamerkan merk gear yang anda bawa dan menjadi incaran tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.


d. Memiliki rain cover.
Saya sangat merasakan manfaat dari keberadaan tudung hujan ini ketika memotret outdoor dan di daerah yang tidak dapat diperkirakan cuacanya ( dapat dengan tiba-tiba turun hujan ). Biasanya rain cover ini menyatu dengan badan tas dan disematkan pada bagian bawah dari tas.

Semoga membantu.


sumber foto

Kamis, 18 Agustus 2011

Puasa untuk Allah

Kata emak..
puasa itu lebih dari
sekedar menahan lapar dan dahaga

kata emak..
taqwa dan pengendalian diri
jauh lebih bermakna

kata emak..
cukup dengan dua biji kurma 
kita bisa berbuka
tidak harus dengan selera meja makan

kata emak..
berpuasalah hanya untuk Allah
niscaya akan diberkahi ridhoNya

Ya Allah..
lapangkanlah rejeki kami
agar kami bisa merawat dan menyayangi emak
Amin.


buat emak kami..