Sabtu, 28 November 2009

Fotojurnalisme

Fotojurnalisme adalah cabang dari ilmu jurnalisme yang menggunakan media fotografi sebagai media penyampaian berita. Kadar obyektifitas berita yang bisa disampaikan oleh seorang fotojurnalis dapat begitu berbeda dengan rekannya yang menyampaikan berita lewat media tulis. Berita yang disampaikan lewat foto-foto jauh lebih obyektif karena langsung bercerita lewat gambar-gambar sehingga tidak bisa disisipi pandangan subyektif dari sang pembuat berita.

Berita yang disampaikan oleh sebuah surat kabar akan semakin kuat dampaknya bila disertai dengan foto-foto berita yang dapat meyakinkan para pemirsanya.

Tugas dari seorang fotojurnalis seringkali membutuhkan tanggung jawab yang berat walaupun kadang juga membahayakan nyawa mereka sendiri hanya untuk mengantarkan berita sehingga kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

Lewat media fotografi, mereka memberi kita pengetahuan mengenai apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain. Apa yang sedang menjadi trend, bencana alam, berita perang, atau dampak dari pemanasan global. Dengan foto-foto dari mereka kita menjadi tahu isu apa yang sedang dihadapi umat di dunia.

Kemajuan teknologi juga sangat berpengaruh besar pada bidang fotojurnalisme ini. Sekarang berita begitu cepat disampaikan lewat media internet sehingga sudah bersifat real time tanpa jeda waktu lagi. Bahkan masyarakat sendiri sudah bisa menjadi penyampai berita layaknya wartawan. Dengan hal ini seorang fotojurnalis harus bisa menyampaikan berita yang obyektif karena begitu mudahnya sebuah teknologi memanipulasi sebuah gambar. Dalam hal ini tentu saja kejujuran dan etika yang berbicara.

Fotojurnalis adalah sebuah profesi yang menuntut tanggung jawab dan kejujuran serta etika, sebab ditangan seorang fotojurnalis yang baik sebuah berita foto yang memperkuat berita media tulis haruslah dapat disampaikan secara obyektif agar memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.



Sumber foto

Kamis, 26 November 2009

Tips foto perjalanan

Hampir tiap orang menyukai jika harus melakukan perjalanan. Baik itu perjalanan dinas, apalagi jika harus melakukan perjalanan untuk berlibur. Dan belum lengkap rasanya jika anda tidak melakukan pendokumentasian terhadap perjalanan tersebut. Malah bagi beberapa fotomania foto-foto tersebut sama pentingnya dengan perjalanan itu sendiri.

Berikut tips foto perjalanan yang bisa anda pelajari agar foto perjalanan anda tidak hanya menjadi foto dokumentasi belaka, tapi menjadi rangkaian catatan foto perjalanan yang luar biasa dan patut untuk dikenang :

1 . Kamera.
Anda tidak memerlukan kamera DSLR yang canggih untuk membuat foto-foto yang indah, kamera sakupun jadi, yang penting anda familiar dengan cara penggunaannya. Membawa batere yang cukup, batere charge beserta chargernya lebih dianjurkan serta kartu memori yang lebih kalau bisa.

2 . Riset.
Lakukan sedikit riset pada tempat atau kota yang akan anda datangi. Pelajari tempat-tempat wisatanya, kebiasaan penduduknya, makanan khasnya dan lain-lain. Kumpulkan informasi lewat browsing di internet atau bertanya langsung pada orang yang pernah mengunjungi tempat yang akan anda kunjungi tentu akan menjadi informasi yang sangat berharga.

3 . Bercerita.
Buatlah foto perjalanan anda seperti sebuah foto jurnal yang bisa bercerita mengenai perjalanan anda secara urut. Sebagai contoh; anda mengunjungi Jalan Malioboro, anda abadikan dulu keadaannya ketika anda tiba; penarik andongnya, sepeda-sepeda para pegawai toko yang diparkir di pinggir jalan, berlanjut dengan foto acara belanja; apa-apa saja yang dijual oleh para pedagang di Malioboro, baik yang di pinggir jalan maupun yang di dalam toko. Lalu foto acara santap siang; makan di mana, apa menu masakan yang anda santap siang itu begitu seterusnya sampai akhirnya anda meninggalkan Malioboro.

Fokuskan diri anda pada detail, abadikan setiap momennya secara berurutan dengan cara ini saya percaya jika di kemudian hari anda membolak-balik album foto perjalanan ini, mengingat seluruh detail serta momen-momen yang telah anda abadikan tentunya akan menimbulkan kesan yang mendalam pada memori anda.

Semoga tips ini bisa membantu.



Sumber foto

Rabu, 25 November 2009

Blogger Award Community

Blogger award community, begitulah nama award yang dihadiahi oleh sekaligus 2 orang sahabat blogger kepada saya. Terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada sahabat Fadhilatul Muharram dan Martin Juanda yang telah mengestafetkan award ini kepada saya. Semoga tali persahabatan antar para blogger semakin erat dengan adanya award.

Sejatinya award ini didesain sendiri oleh kang Acrom dengan motivasi membentuk sebuah komunitas blogger di dunia maya. Award ini tidak memberikan persyaratan yang susah bagi yang menerimanya, mau diteruskan ke teman yang mana saja silahkan. Untuk itu saya akan melanjutkan perjalanan award ini ke tangan :

1 . Bang Zulham.
2 . Berita Unik.
3 . Wedding Panic.

Mudah-mudahan teman-teman berkenan menerimanya. Terima kasih.

Selasa, 24 November 2009

Tas daur ulang




Kemarin pagi, ketika membuka email, saya mendapat pemberitahuan komen ke blog fotografer jurnal untuk artikel blog action day dari seorang mahasiswa bernama Marcell Sinay, begini bunyi komennya :

"...sekarang saya ama beberapa temen kampus lagi coba menggalakan daur ulang sederhana
bungkus kopi lho..."

Lalu ia pun men-share linknya.


Setelah linknya saya buka ternyata berisi usaha dari Marcell untuk membantu program daur ulang dengan jalan membuat tas daur ulangdari bungkus kopi bekas yang dirangkai dan dijahit.

Walaupun idenya bukan original tetapi usahanya tetap harus diacungi jempol dan mudah-mudahan bisa ikut menginspirasi teman-teman lainnya.

Makasih, ya Cell.



Foto : Marcell Sinay

Sabtu, 21 November 2009

Tukang foto keliling

Di jaman digital ini, tukang foto keliling pun diharuskan pintar-pintar beradaptasi mengikuti perubahan. Seperti foto di atas, dengan ekstrimnya sang bapak tukang foto keliling membawa serta printernya agar konsumen dapat dengan segera melihat momen yang telah diabadikan di tempat wisata tersebut. Saya juga heran mengapa ia tidak menggunakan kamera Polaroid, atau mungkin sekarang harga filmnya juga sudah mahal sehingga dia lebih memilih agak sedikit repot tapi biaya bisa agak ditekan.

Bagaimanapun juga kita tidak bisa membendung dan menolak kemajuan teknologi. Hanya ada satu kekurangan dari teknologi yang sudah serba digital seperti sekarang ini jika dibandingkan dengan teknologi analog, yaitu; mereka tidak awet,they're not build to last.

Jika membuka kembali album foto hitam putih masa kecil saya dulu, terlihat tidak ada yang berubah, nuansa hitam putihnya tidak ada yang luntur sama sekali, padahal foto-foto itu juga dijepret oleh tukang foto keliling yang sehari-harinya melewati tempat tinggal saya dulu. Memang hasil fotonya tidak instan, 2 atau 3 hari kemudian bapak fotografer keliling tersebut baru kembali untuk menyerahkan hasil jepretannya. Tapi saya berani menjamin bahwa tidak ada printer canggih manapun yang bisa menyaingi kualitas cetakkan fotonya.

Bukannya saya ingin larut pada ' kejayaan ' jaman sebelumnya, tapi di tengah euforia mengagungkan semua yang serba cepat dan serba instan ini, saya tidak ingin ada sisi-sisi kualitas baik dari kita yang ikut tergerus, yaitu penghargaan terhadap proses.



Sumber foto

Jumat, 20 November 2009

Fotografer, sebuah intermezzo

Sebagai seorang fotografer, tidak setiap harinya saya melakukan tugas dari seorang juru potret. Kadang jika jadwal pemotretan studio benar-benar kosong, saya suka bingung mau melakukan apa. Bersih-bersih studio sudah, membersihkan kamera beserta peralatan fotografi lainnya sudah dilakukan. Untungnya studio tempat saya bekerja dulu berada di dalam sebuah mall.

Sebuah mall merupakan sumber referensi maupun inspirasi yang tidak ada habisnya bagi seorang fotografer yang selalu haus akan rangsangan imajinasi visual. Indra penglihatan kita akan terpuaskan dengan melihat berbagai bentuk desain showcase dari sebuah outlet, berbagai macam foto-foto display, penampilan para pengunjungnya yang modis dan toko buku. Sebagai seorang pembaca, keberadaan toko buku ini bagai sebuah oase di padang gurun, walaupun kadang hanya numpang baca, yang penting ada inputan yang masuk mengenai hal-hal yang baru.

Suatu hari, ketika jadwal pemotretan sedang kosong, saya memutuskan untuk menjadi asisten dari aktifitas office boy kami; Wawan Alwani, yang sekarang sudah sukses dengan bisnis DBS nya, seharian itu. Setelah minta ijin pada bagian customer service, maka dimulailah petualangan 'around the mall' kami. Membayar rekening listrik di kantor administrasi mall, membelikan jajan pesanan anak-anak studio, menelusuri ' jalan-jalan tikus ' di dalam mall yang sebelumnya tidak saya ketahui, mengantarkan paket foto milik klien yang sudah selesai ke apartemen di atas, malah kami sempat diberi uang ' lelah ' alias tip. Lumayan.

Fotografer bagi saya hanya sebatas jabatan di studio, kebersamaan dan kekompakkan dengan rekan kerja itulah yang lebih penting. Sebab sehari-harinya dengan merekalah kita saling bekerja sama bahu-membahu dalam mencari nafkah.



Foto : Andre Leonardo

Selasa, 17 November 2009

Ruang tajam

Ruang tajam atau depth of field pada sebuah foto diciptakan untuk membawa pemirsanya agar dapat lebih fokus perhatiannya pada obyek utama. Dulu, ketika melihat foto yang beruang tajam sempit, rasanya hanya fotografer profesional saja yang bisa membuatnya karena memerlukan kamera DSLR yang canggih. Maklum, acara foto-fotoan kita dulu paling-paling hanya memakai kamera saku, itu juga hasil pinjaman dan ruang tajamnya sangat luas dari latar depan sampai sejauh mata memandang.

Jadi intinya ruang tajam atau depth of field adalah area gambar tajam dari sebuah obyek foto dari latar depan sampai latar belakang.

-Jika sebuah foto memiliki gambar yang jelas atau tajam pada seluruh bagian gambarnya berarti foto tersebut memiliki ruang tajam yang luas. Contohnya : foto pemandangan alam.
-Lalu jika sebuah foto memiliki area yang jelas atau tajamhanya pada obyek utamanya saja berarti foto tersebut memiliki ruang tajam yang sempit. Contohnya : foto-foto manusia sebagai model.

Ada 4 cara yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan ruang tajam sesuai keinginan :

1 . Jarak antara obyek dengan kamera.
Semakin dekat jarak kita memotret sebuah obyek, semakin sempit ruang tajam yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin jauh obyeknya akan semakin luaslah ruang tajamnya.

2 . Mengatur bukaan diafragma.
Untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit kita setting bukaan diafragma pada angka terkecil. Misalnya : f/1.9. Dan untuk ruang tajam yang luas kita setting bukaan diafragma pada angka yang besar. Misalnya : f/16.
Semakin kecil angka f/ nya semakin sempit ruang tajamnya, semakin besar angka f/ nya lebih luaslah ruang tajamnya.

3 . Fokal lensa.
Semakin panjang fokal lensanya atau lensa tele maka semakin sempit ruang tajam yang dihasilkan. Biasanya dengan lensa tele 100mm keatas.
Dan semakin pendek fokal lensanya atau wide angle, semakin luaslah ruang tajamnya. Biasanya menggunakan lensa wide 50mm kebawah.

4 . Ruang tajam di Photoshop.
Ketika sudah memasuki ranah fotografi digital, dengan sedikit tutorial maka mudah sekali bagi kita untuk membuat ruang tajam ' palsu' lewat software pengolah gambar Photoshop.

Semoga membantu.



Sumber foto

Minggu, 15 November 2009

Foto profil di Facebook


Mencermati Facebook sebagai situs jejaring sosial paling populer dan paling diminati saat ini memang sangat menarik. Blog fotografer jurnal kali ini ingin membahas masalah foto profil di Facebook. Karena banyak hal yang dapat digali dari poin ini, walaupun mungkin banyak orang yang menganggap sepele, tapi ternyata bisa menjadi serius juga.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menampilkan citra dirinya pada foto profil di Facebook. Ada yang menampilkan citra diri apa adanya, ada yang memakai foto anaknya dengan tujuan agar teman dan sanak famili jadi tau "..ini lho anakku..",atau menampilkan foto narsisnya; foto yang dijepret sendiri, biasanya menggunakan kamera ponsel, lalu ada juga yang membiarkan bidang foto profilnya kosong. Karena merasa belum punya foto yang layak untuk ditampilkan.

Masih ingat dengan kasus Sarah Aprilia ?, bagaimana orang jadi punya penilaian lebih atau malah terlalu jauh tentang si mbak Sarah ini hanya karena posenya yang menggoda pada foto profil diselebaran iklan ' guru les ' nya. Jadi orang lain memang lebih sering memberikan penilaian yang lebih jauh tentang seseorang hanya berdasarkan foto profil mereka, baik itu di Facebook atau di situs jejaring sosial lainnya.

Jadi sebaiknya kita pakai foto kita yang asli dan mencerminkan diri kita sesungguhnya jika ingin memajang foto profil di Facebook, daripada menggiring opini ke hal yang terlalu jauh atau tidak semestinya. Sebab bagaimana pun sejatinya yang asli itu jauh lebih baik dari pada yang palsu.

Kamis, 12 November 2009

LIVE BORDERLESS :: Sains & Teknologi :: Bayar Tol Lewat SMS

LIVE BORDERLESS :: Sains & Teknologi :: Bayar Tol Lewat SMS

Bagi anda yang tiap hari lewat jalan tol tentu pernah kesulitan mencari uang receh untuk membayar, diklakson pengendara di belakang ketika lama menunggu uang kembalian dihitung karena membayar dengan uang pecahan besar? Atau jengkel karena e-tol card yang anda andalkan sedang error? Mungkin solusi membayar tol lewat SMS ini bisa membantu :

1.Pengelola jasa tol bekerja sama dengan bank yang sudah ada mengeluarkan paket langganan dalam bentuk rekening online.

2.Pelanggan membeli paket langganan sambil mendaftarkan no.plat mobilnya.

3.Sebelum masuk pintu tol pelanggan mengirimkan SMS no.plat mobilnya ke loket pintu tol dan diterima oleh komputer petugas.

4.Di pintu loket ada kamera khusus pemindai/scanner no.plat mobil pelanggan, bila sesuai dengan no. yang dikirim lewat SMS, biaya tol langsung didebet dari paket langganan yang telah dibelinya.

Efisien dan hemat waktu.

Bagi teman-teman yang menyukai ide ini, tolong vote ide saya ini ya...makasih banyak lho.

Rabu, 11 November 2009

Keunggulan fotografi digital

Fotografi digital telah merambah sendi-sendi kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Baik itu dari kalangan atas sampai lapisan bawah yang akrab diwujudkan eksistensinya dengan kamera ponsel. Mengapa fotografi digital begitu cepat diterima oleh masyarakat? Apa saja keunggulannya sehingga dapat segera menggantikan sistem fotografi generasi sebelumnya? Inilah jawabannya :

1 . Tidak perlu mikirin film lagi! Anda tidak perlu lagi membeli film atau menentukan tipe film yang akan dipakai, ASA, color atau black & white, negative atau slide.

2 . Tidak akan pernah kehabisan shoot. Pernah mengalami saat kehabisan film waktu sedang asyik-asyiknya motret? Saya pernah, dan sekarang kita tidak akan mengalaminya lagi, terima kasih kepada kartu memori.

3 . Tidak perlu biaya prosesing film. Sekali anda menekan tombol shutter, maka jadilah hasil foto anda.

4 . Anda bisa langsung melihat hasil potretan anda lewat layar LCD di belakang kamera. Tidak ada lagi rasa was-was seperti ketika kita sedang memproses film dan menunggu gimana hasilnya.

5 . Anda dapat langsung mengulang hasil foto yang anda anggap kurang layak. Mata yang berkedip, komposisi yang kurang harmonis, lighting yang kurang terarah, semua itu bisa langsung diperbaiki lalu dapat diedit ulang di komputer.

6 . Semua orang dapat dengan cepat melihat hasil karya anda . Dengan adanya email , blog dan situs jejaring sosial pemirsa di belahan dunia manapun tidak harus menunggu terlalu lama untuk melihat karya anda.

7 . Hasil foto dapat lebih awet karena disimpan dalam format digital. Di dalam CD, DVD, hard disk komputer pribadi atau di server image gratisan di internet.

8 . Ramah lingkungan. Fotografi digital praktis mengurangi limbah kimia, menghemat pemakaian air, menghemat listrik karena tidak harus memproses film dan tidak harus mendaur ulang tempat bekas roll film. Hal ini berarti membantu program yang mencegah kerusakan lingkungan akibat perkembangan sebuah industri.

Ada yang ingin menambahkan?

Senin, 09 November 2009

Lomografi, ekspresi tanpa batas

Kamera Lomo Holga CMY

Lomografi sebuah medium ekspresi baru dibidang fotografi yang bebas aturan, bebas menyalurkan ekspresi tanpa dibatasi oleh hal-hal yang njelimet dan mengekang. Dengan kamera yang disebut dengan Lomo, kamera manual menggunakan film. Siapapun dapat memotret apapun sesukanya. Tidak mengherankan, Lomografi berkembang pesat dikalangan anak muda karena kesamaan ideologi.

Kamera Lomo pertama kali diciptakan di Rusia. Lomo singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie atau Leningrad Optical Mechanical Amalgamation, yang merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St. Peterburg, Rusia. Yang juga memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan, alat persenjataan, dan lensa kamera. Meski lahir di Rusia, Lomografi lebih populer di Austria dan berkembang menjadi trademark komersil untuk produk yang berkaitan dengan fotografi, Lomographisce AG.

Dalam menekuni Lomografi benar-benar tidak ada aturan baku yang harus dipatuhi, suka-suka saja, just point and shoot! Banyak orang yang tertarik ikut Lomografi karena tidak ada batasan. Fotografi konvensional bisa saja menghasilkan karya foto dengan teknik tingkat tinggi, tetapi hasil foto dari Lomografi dinilai karena keunikannya, jadi sifatnya memang sangat subyektif.

Hasil-hasil jepretan dari para Lomografer dapat anda lihat di sini.

Gimana tertarik ?



Sumber foto

Sabtu, 07 November 2009

Lighting fotografi

Lighting dalam fotografi merupakan salah satu elemen yang terpenting. Dengan penempatan sumber cahaya yang tepat kita dapat membangkitkan rasa, suasana, dan detail pada obyek sehingga mampu membuat sebuah karya foto menjadi istimewa.

Berikut ada tips sederhana tentang lighting fotografi yang dapat memaksimalkan karya foto anda :

1 . Kontras.
Apapun sumber cahayanya, baik itu matahari, lampu studio ataupun cahaya pantulan, usahakan agar cahaya utama lebih kuat daripada cahaya pengisi agar tercipta efek tiga dimensi pada obyek.

2 . Arah cahaya.
Cahaya dari samping atau sidelighting adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat tekstur dan menciptakan variasi yang dinamis antara sisi terang dan sisi gelap dari obyek. Cahaya samping dapat memberi efek dimensi serta kedalaman pada obyek foto anda.

3 . Sudut pandang atau angle.
Ada 2 hal yang harus kita perhatikan dalam pencahayaan :
a . posisi datangnya cahaya ke obyek
b . posisi obyek terhadap kamera

Posisi datangnya cahaya dan sudut pandang kamera akan memberi 'rasa' pada sebuah foto. Jangan takut untuk bereksperimen.

4 . Tiga dimensi.
Sebuah karya foto yang berhasil adalah yang bisa mengajak pemirsanya untuk merasakan tekstur, bentuk dan rasa dari sebuah obyek. Semua ini bisa dicapai jika kita menguasai trik pencahayaan.

Dengan terus mengasah kepekaan kita terhadap pencahayaan, mudah-mudahan kita dapat memaksimalkan penerapannya dalam berkarya.

Semoga membantu.



Foto : Andre Leonardo

Selasa, 03 November 2009

Digital zoom vs optical zoom


Masih banyak diantara kita yang tidak mengerti akan perbedaan antara digital zoom dan optical zoom. Padahal di kehidupan sehari-hari kita sudah sering menggunakannya baik ketika memotret menggunakan kamera saku digital maupun kamera ponsel.

Ada baiknya kita mengetahui sedikit esensi dari keduanya agar kita dapat memaksimalkan penggunaannya :

Digital zoom
Pembesaran gambar yang dilakukan dari gambar yang sudah ada. Atau mengcroping sebuah gambar lalu melakukan pembesaran terhadapnya.

Tindakan ini tentu saja mereduksi kualitas dari gambar hasil cropingan tadi. Tidak dianjurkan bagi anda yang mengutamakan detail gambar. Jenis zoom ini biasanya terdapat pada kamera ponsel.

Optical zoom
Pembesaran gambar yang dilakukan melalui rangkaian optik yang ada di dalam lensa kamera langsung terhadap obyek yang difoto sehingga tidak mengurangi kualitas gambar.

Jenis zoom ini biasanya terdapat pada kamera saku digital dan kamera DSLR.

Semoga bermanfaat.



Sumber gambar

Senin, 02 November 2009

Tips memotret dengan kamera ponsel



Tips memotret dengan kamera ponsel memang memerlukan pendekatan yang berbeda karena keterbatasannya. Tidak seperti ketika menggunakan kamera saku atau kamera DSLR, karena sejatinya kamera ponsel adalah sebuah telepon seluler yang memiliki fasilitas kamera dan bukan sebaliknya. Tapi kita tetap dapat mengoptimalkan keterbatasan tersebut dengan panduan sebagai berikut :

1 . Hindari guncangan.
Pegang erat ponsel anda ketika akan mengambil gambar karena kamera ponsel rentan terhadap guncangan yang akan langsung berakibat pada hasil gambar. Selain itu ia memiliki shutter lag, yaitu jeda waktu antara ketika tombol ditekan baru gambar direkam.

2 . Pencahayaan.
Hindari memotret di tempat dengan pencahayaan kurang atau gelap, karena biasanya akan menghasilkan noise atau bintik pada gambar.

3 . Resolusi tinggi.
Gunakan modus resolusi tinggi yang disediakan kamera ponsel anda. Selain dapat merekam detail dengan lebih baik juga akan menghasilkan gambar yang layak jika ingin dicetak.

4 . Dekati obyek.
Atur jarak anda terhadap obyek, jangan terlalu jauh karena obyek akan menjadi kecil akibat resolusi yang rendah, juga jangan terlalu dekat karena gambar akan menjadi blur.

5 . Fitur zoom.
Hindari menggunakan zoom, karena fitur zoom ini hanya bersifat digital yang hanya memperbesar gambar namun menurunkan kualitas resolusi.

6 . Editing.
JIka ingin mengedit hasil foto, lakukanlah pada komputer PC anda agar kualitas gambar yang dihasilkan dapat lebih baik.

7 . Kreatiflah!
Cobalah semua fitur yang disediakan oleh kamera anda. Baik itu modus, setting ataupun efek-efeknya sehingga tercipta gambar-gambar yang unik dan tidak biasa.

Semoga dapat membantu.



Sumber foto

Sabtu, 31 Oktober 2009

Tips memotret pengantin tradisional

Tips memotret pengantin tradisional memang agak berbeda dengan pengantin internasional. Walaupun sama-sama pengantin , namun pada pengantin tradisional ada hal-hal khusus yang memerlukan perhatian ekstra dari fotografer.
Berikut panduannya :

1 . Daftar susunan acara.
Hal ini perlu dipelajari dan dipahami agar kita dapat meresponnya dengan memperkirakan di mana kita akan mengabadikan moment dengan angle yang terbaik, tanpa kehilangan detail urutan acara.

2 . Tata cara adat.
Dengan mengetahui si pengantin menggunakan adat daerah mana kita bisa mengantisipasi bagaimana pergerakan pendokumentasian kita sehingga tidak tertinggal dalam mengabadikan suatu tata cara adat. Seperti misalnya; ketika pengantin melakukan sungkeman kepada orang tua pada adat Jawa atau urutan pada tata cara tea-pai pada adat oriental.

3 . Fokus pada detail.
Jangan lupa untuk mengambil gambar dari ornamen-ornamen khas dari acara adat si pengantin. Misalnya; bentuk dekorasi pelaminan, lalu pada acara tari-tarian yang sering ditampilkan atau pada pakaian adat yang digunakan oleh pasangan pengantin dan pihak keluarga.

4 . Kesiapan peralatan fotografi.
Lakukan cek dan ricek kembali peralatan fotografi yang diperlukan, jangan sampai ada yang tertinggal. Antisipasi dengan kamera cadangan kalau-kalau nanti ngadat di tengah acara, kecuali anda bisa mengandalkan dan yakin pada kamera kesayangan.

5 . Asisten fotografer.
Tidak mungkin seorang fotografer meliput dokumentasi acara pernikahan sendirian, untuk itu dibutuhkan kehadiran seorang asisten guna membantu memperlancar kerja kita. Kecuali anda hanya bertugas memotret liputan pernikahan ini secara candid.

Semoga membantu.



Foto : Andre Leonardo

Kamis, 29 Oktober 2009

Mimpi motret Sarah Aprilia

Mimpi motret Sarah Aprilia mungkin wajar jika dialami oleh para fotografer yang memang selalu mencari wajah-wajah segar untuk menjadi obyek foto mereka.Selain memiliki wajah yang cantik, postur tubuh yang ideal juga sedang ramai menjadi bahan pembicaraan di jagad dunia maya.

Siapa sih Sarah sebenarnya ? Menurut blog-blog yang memuat profilnya, Sarah Aprilia adalah seorang guru les panggilan ke rumah yang mengiklankan diri dengan cara yang unik, lewat selebaran berisi foto dirinya dengan pose yang sexy dan bibir setengah terbuka lengkap dengan mencantumkan no handphone yang bisa dihubungi.

Banyak fantasi-fantasi nakal yang ditujukan kepada sosok ibu guru Sarah ini. Tentunya kita tidak bisa menyalahkan hal itu, kita juga tidak bisa menyalahkan ibu Sarah dengan kecantikannya beserta strategi marketing bisnis les privatenya yang jitu. Tapi sebagai seorang fotografer, saya ingin mengembalikan semuanya pada hal yang lebih proporsional, saya ingin menjadikan ibu guru Sarah Aprilia sebagai foto model pada jadwal photo session kita berikutnya, gimana menurut teman-teman ?



Sumber foto

Senin, 26 Oktober 2009

Background tiga dimensi

Apakah anda ingat gambar atau corak background studio
foto tempat ketika kita berfoto bersama kue ulang tahun ke-7 dulu? Pastinya sederhana sekali bukan. Kadang backgroundnya adalah gambar pemandangan alam baik itu berupa lukisan maupun cetakan gambar foto besar yang kadang nggak nyambung dengan obyek yang sedang difoto. Malah kalau obyek yang difotonya adalah manusia, mereka memotretnya sampai ke bawah sekali membuat lantai studio dan kaki si obyek yang hanya memakai sendal jepit jadi terlihat. Jadi suka tersenyum sendiri kalau mengingatnya.

Seiring dengan kemajuan jaman, bentuk dan wujud background studio foto pun mengalami perubahan. Di mulai dari backdrop studio dengan corak dan gambar yang lebih elegan menyesuaikan dengan tema sesi fotonya sampai dengan diikutsertakannya properti, seperti misalnya; bangku-bangku antik, meja baca, tempat tidur sampai sepeda kumbang.

Dipelopori oleh sebuah studio foto pengantin di wilayah Petojo Kemakmuran, penggunaan background tiga dimensi pun mulai marak. Background yang dimaksud adalah latar belakang dengan setting suasana seperti aslinya. Sebagai contoh ; setting rumah adat Tionghoa, setting rumah mewah lengkap dengan mobil antiknya atau sekedar setting di sebuah taman hijau nan asri.

Terlebih studio-studio foto masa kini lebih memanfaatkan media luar ruang untuk dijadikan setting background pada sesi pemotretan mereka atau yang lebih sering disebut dengan outdoor fotografi. Dengan kecenderungan ini tentunya para konsumen jadi memiliki pilihan yang beragam dalam menentukan keinginan. Bahkan ada yang menjadikan lokasi-lokasi wisata di luar negri sebagai background acara foto-foto mereka yang tentunya menjadi prestise tersendiri bagi mereka yang mampu.


Minggu, 25 Oktober 2009

Freya award

Kemarin saya mendapat kiriman Freya award dari sobat blog bisnis online. Terima kasih untuk Kang Martin yang telah berkenan memberikan award ini sebagai tanda persahabatan dan mempererat tali silaturahmi diantara sesama blogger.

Untuk meneruskan tradisi yang sudah ada, selanjutnya Freya award ini akan saya berikan kepada para sobat yang sudah mau menyempatkan diri untuk mampir di blog saya ini.

Berikut 10 sobat blogger yang mendapat giliran untuk menerima award ini :

1 . blooges.
2 . Wempi.
3 . Saung web.
4 . Valentino Kosasih.
5 . H. Nizam.
6 . duadua.
7 . dadan.
8 . Budi Ridwin.
9 . Deny.
10. ngupingers.

Demikian ke-10 sobat yang berkenan untuk meneruskan tradisi ini kepada 10 sobat blogger lainnya. Tidak ada paksaan untuk menerima award ini, mau syukur, nggak mau nggak apa-apa. Mudah-mudahan persahabatan antar sesama blogger bisa semakin erat. Terima kasih.

Jumat, 23 Oktober 2009

Aperture dan shutter priority


Aperture priority dan shutter priority adalah modus semi otomatis yang biasanya ditanamkan pada kamera saku tingkat advance dan entry level pada kamera DSLR. Tapi seperti biasa, para pengguna kamera pada umumnya lebih memilih feature full otomatis agar mereka tidak usah terlalu banyak mikir tinggal bidik dan jepret. Beres.

Padahal dengan sedikit kreatifitas dan pemilihan pada kedua modus ini anda bisa menghasilkan foto yang tidak biasa-biasa saja. Memang diperlukan banyak latihan agar anda bisa menguasai modus ini, tapi semua itu sepadan.

Berikut pengertian dari kedua modus ini :

Aperture Priority ( Av )
Jika modus ini dipilih, anda tinggal mengatur setelan diafragma ( f ). Lalu shutter speed atau bukaan rana secara otomatis disesuaikan menurut keadaan obyek foto. Modus ini digunakan untuk menciptakan ruang tajam sehingga latar belakang maupun latar depan obyek foto menjadi buram. Lebih kecil angka diafragma, lebih sempit ruang tajam yang dihasilkan.

Shutter Priority ( Tv )
Pada modus ini kita tinggal mengatur setelan kecepatan rana atau shutter speed. Kemudian besaran diafragma secara otomatis diatur oleh kamera. Modus ini digunakan ketika kita ingin memotret obyek yang berkaitan dengan kecepatan atau olah raga. Misalnya, memotret sebuah pertandingan bulu tangkis atau memotret lampu lalu lintas pada malam hari dengan menggunakan kecepatan rana yang rendah.

Mudah-mudahan bisa membantu.


Sumber gambar.

Selasa, 20 Oktober 2009

Foto display tidak menjadi jaminan


"Mas, kenapa sih hasil foto saya tidak sebagus foto displaynya?..". "Padahal kan studio x itu rame dan terkenal." Ini adalah salah satu pertanyaan yang menggelitik hati saya dan cukup sering ditanyakan oleh klien pada saya. Pertanyaan ini tercipta ketika saya menjadikan percakapan atau obrolan sebagai sarana untuk mencairkan suasana dan menjadikan interaksi antara saya dan klien tidak menjadi kaku. Obrolannya bisa tentang apa saja, dari yang ringan sampai yang berat berkualitas.

Nah, ini analisa saya; foto display dari sebuah studio foto tentu saja dibuat dengan perencanaan yang matang. Mulai dari pemilihan tema, siapa yang akan jadi modelnya, di mana lokasinya dan sampai pada siapa fotografer senior yang akan mengambil gambarnya. Dengan persiapan seperti ini pastinya foto-foto yang dihasilkan juga akan istimewa.

Foto yang dibuat untuk tujuan sebagai display sebuah studio tentu saja dimaksudkan untuk mengangkat citra dari studio yang bersangkutan sekaligus untuk membantu usaha bagian marketingnya dalam memasarkan jasa dari studio tersebut. Foto-foto display dari sebuah sebuah studio foto logikanya tidak ada yang tidak bagus.

Lalu bagaimana dengan pertanyaan klien tadi? Tentu saja hasil foto dari klien tersebut tidak pada tempatnya jika harus dibandingkan dengan foto display studio. Selain dia bukan model, walaupun dia fotogenic sekalipun, pernah nggak anda mengalami ketika harus bekerja dari pagi hari lalu baru punya kesempatan untuk makan siang pada jam 4 atau jam 5 sore? Itu ketika studio dalam keadaan fully booked. Tentunya kita tidak bisa berharap banyak dari seseorang dengan kondisi kerja yang seperti itu.

Ini adalah pengalaman saya. Dan bagi kami, para fotografer, keadaan ini juga sangat tidak menyenangkan. Tidak bisa memberi yang terbaik, dijejali dengan setumpuk klien yang inginnya hasil foto mereka bisa sebagus foto displaynya. Dan memang bukan salah mereka juga jika mereka tidak tahu bahwa fotografernya membutuhkan rehat sejenak untuk sekedar mengembalikan nafas dan mencoba mengumpulkan kembali inspirasi-inspirasi yang telah tercecer...

Saran dari saya, jangan membuat janji untuk foto dengan studio pada hari-hari Sabtu dan Minggu atau pada hari libur nasional karena biasanya studio dalam kaedaan fully booked, juga agar anda tidak kecewa dengan hasil fotonya.



Foto : Andre Leonardo




Sabtu, 17 Oktober 2009

Tips memotret seperti profesional


Saat ini memotret bukanlah sesuatu yang mewah lagi. Hampir semua orang sudah mengantongi atau membawa kameranya masing-masing walaupun sebatas kamera handphone. Apalagi resolusi kameranya sudah memungkinkan untuk dicetak ukuran postcard dengan hasil yang lumayan. Tidak seperti jaman saya dulu yang harus pontang-panting cari pinjaman kamera kalau akan ada acara seperti ulang tahun, karya wisata, hajatan di rumah atau sekedar acara 17-an tingkat RT.

Dengan kemudahan teknologi seperti ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk bisa menghasilkan foto-foto yang layak untuk dilihat dan bisa membuat kita tersenyum sambil mengenang.

Berikut tips yang biasa jadi panduan fotografer profesional ketika sedang bekerja yang bisa diterapkan oleh siapa saja, baik itu pengguna kamera DSLR, kamera saku, maupun kamera handphone. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1 . Cahaya.
Perhatikan arah datangnya cahaya terhadap obyek foto kita. Usahakan agar obyek menerima cahaya yang cukup untuk dipotret. Gunakan lampu kilat jika kita memotret di bawah keteduhan atau ada bayangan yang jatuh tepat di obyek foto kita.

2 . Komposisi.
Bagaimana cara kita menempatkan obyek foto terhadap lingkungannya dalam satu bingkai foto sehingga enak dipandang. Sebenarnya tidak ada patokan yang baku di dalam definisi komposisi. Tiap orang mempunyai taste atau selera yang berbeda-beda ketika menempatkan obyeknya dalam viewfinder. Ketika berbicara soal rasa, kita berbicara mengenai subyek yang sulit diperdebatkan.

3. Sudut pandang.
Usahakan tidak memotret sebuah obyek dengan sudut pandang 'biasa'. Anda bisa memotret dengan angle dari atas atau vertikal, agak dari bawah, dari sudut kiri atau agak ke kanan. Setiap sudut pandang atau angle kamera dapat menghasilkan 'rasa' yang berbeda-beda terhadap sebuah obyek. Kreatiflah!

4 . Latar belakang.
Pilihlah latar belakang yang tidak lebih menarik perhatian ketimbang obyek utamanya. Pilih juga latar belakang yang tidak mengganggu komposisi keseluruhan dari sebuah foto. Atau sekalian saja latar belakangnya dibuat kabur atau buram dengan pemilihan ruang tajam.

5 . Mengarahkan.
Apabila anda merasa sang obyek tidak berada atau berpose seperti apa yang ada dibenak anda, arahkanlah sesuai keinginan, baik itu untuk obyek benda mati atau model manusia. Anda berhak untuk mengarahkan agar hasil akhirnya bisa sebagus yang diharapkan, lagipula anda adalah sutradara didalam sesi pemotretan.

Sedikit kesabaran dan keinginan untuk belajar dapat membuat anda bisa menghasilkan foto-foto yang lebih layak dilihat tapi tidak harus membuat kita menjadi seorang fotografer profesional terlebih dahulu.

Sebab sejatinya memotret itu adalah,
"Belajar mengasah kepekaan rasa terhadap keindahan di sekeliling kita lalu membingkai keindahan tersebut lewat jepretan kamera."

Semoga membantu.



Foto : Tukangpoto






Rabu, 14 Oktober 2009

Blog Action Day : Kantong Plastik

Hari ini blog fotografer jurnal ikut berpartisipasi dalam blog action day, yaitu even sedunia di mana para blogger menyuarakan satu tema, yaitu Climate Change atau perubahan iklim. Dengan harapan agar para pembaca lebih aware dan concern akan isu penyelamatan lingkungan hidup bumi tempat tinggal kita tercinta ini.

Teringat ketika saya kecil dulu, di mana saya begitu menikmati ritual sehari-hari ikut ibu saya berbelanja ke pasar. Salah satu hal yang saya ingat betul yaitu ibu selalu membawa keranjang belanja sendiri. Hal ini juga dilakukan oleh hampir semua ibu-ibu lain yang juga belanja di pasar yang sama. Walaupun sekarang sebagian ibu-ibu di pasar tradisional masih melakukan hal yang sama, namun harus diakui bahwa sebagian besar fungsinya sudah tergantikan oleh kantong plastik atau plasti kresek.

Pasar modern atau supermarket lah yang mempelopori maraknya penggunaan kantong plastik ini. Selain murah, ringan, praktis, elastis, relatif kuat, kedap air dan mudah dibuang. Nah kantong plastik yang mudah dibuang kalau sudah tidak terpakai inilah yang sekarang menjadi masalah.

Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan oleh penduduk dunia dalam 1 tahunnya. Sudah begitu material yang digunakan untuk membuat kantong plastik termasuk bahan undegradable atau tidak bisa terurai dengan mudah. Perlu waktu sampai 500 tahun agar bahan kantong plastik ini bisa menyatu dengan tanah. Bisa dibayangkan sampah-sampah dari kantong plastik ini mencemari tanah, air tanah, sungai dan laut sehingga efeknya bisa langsung membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia juga mahluk hidup lainnya.

Oleh karena itu saya ingin mengajak teman-teman untuk ikut mencontoh gaya ibu-ibu tradisional saat berbelanja ke pasar, yaitu dengan dengan membawa keranjang belanja sendiri menjadi sebuah trend baru. Baik untuk belanja di pasar becek maupun di swalayan. Selain dapat mengurangi sampah kantong plastik dan juga ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan. Ayo! katakan tidak pada kantong plastik.



Sumber foto
.

Selasa, 13 Oktober 2009

detikcom : Pemenang Blog Award Minggu Kedua Oktober 2009

title : Pemenang Blog Award Minggu Kedua Oktober 2009
summary : Tim Internet Sehat telah memilih tiga pemenang untuk kategori mingguan Internet Sehat Blog Award 2009. Andakah yang menang? Simak di detikINET. (read more)

Sabtu, 10 Oktober 2009

Tips mengarahkan gaya pada seorang model

Sebagai seorang fotografer kadang susah-susah gampang memang jika kita harus mengutarakan keinginan kita kepada seorang model yang awam tentang bagaimana dia harus berekspresi atau harus berpose dalam satu photo session sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Lain halnya dengan model profesional, kita beri instruksi sedikit selebihnya dia bisa berimajinasi sendiri.

Tapi menurut pengalaman, ada panduan yang bisa kita ikuti agar jalannya sesi pemotretan, khususnya yang menyangkut hal mengarahkan gaya seorang model bisa dilalui dengan lancar. Berikut panduannya :

1. Senyum.
Ini adalah modal utama ketika kita bertemu dengan seseorang agar merasa dihargai dan memperlancar langkah selanjutnya. Jangan berharap banyak jika kita menghadapi seorang model dengan ekspresi yang tidak bersahabat.

2 . Santai.
Usahakan agar anda bisa membuat suasana senyaman mungkin, hal ini bisa membangkitkan mood sang model untuk berekspresi lebih jauh. Sedikit musik bisa membantu.

3 . Komunikasi.
Berjabat tangan dan memperkenalkan diri anda merupakan langkah awal yang baik. Tanyakan hal-hal kecil yang berkaitan dengan si model: tinggal di mana, kegiatan sehari-harinya, atau tentang minatnya. Cara ini berguna untuk mencairkan suasana dan membuatnya merasa lebih leluasa untuk bereksplorasi. Dan trik ini selalu berhasil.

4 . Percaya diri.
Berkenaan dengan fotografer, sikap percaya diri dan yakin dengan apa yang dilakukan mutlak diperlukan. Jangan sampai anda terlihat bingung dan tidak yakin di depan model. Arahkan model dengan suara yang jelas dan ramah. Berikan pose atau gaya yang sesuai dengan bentuk tubuh sang model. Jangan paksakan sebuah pose jika hal itu membuat model merasa tidak nyaman.

5 . Pujian.
Berikan pujian yang tulus ketika sang model berhasil menterjemahkan keinginan anda. Tapi juga jangan terlalu berlebihan seperti hanya berbasa-basi.

6 . Ekspresi sendiri.
Tawarkan kepada si model untuk berekspresi atau bergaya sesuai imajinasinya sendiri. Biasanya ekspresi yang keluar dari si model sendiri kadang jauh lebih ekspresif dan lebih spontan.

Ok, segitu dulu. Silahkan ditambahkan atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Lagipula lain model pasti lain juga cara pendekatannya.



Desain grafis : Donny
Foto : Tukangpoto

Rabu, 07 Oktober 2009

Photoshop is the King



Apa pendapat anda setelah menyaksikan tayangan di atas? Bahwa photoshop dapat melakukan apa saja terhadap sebuah hasil foto. Bahwa kita bisa memanipulasi hasil foto sampai sejauh batas imajinasi kita dan dunia fotografi tidak seperti dulu lagi. Semua dapat dilakukan hanya dengan mengklik sebuah tetikus.

Teman wanita saya yang berbadan subur dan masih singel pernah merombak foto dirinya di sana-sini dengan menggunakan photoshop sampai jadi langsing lalu mengirimkan fotonya ke salah satu situs jejaring sosial tempat dia menjadi anggota. Saya jadi bingung kepalsuan atau persahabatan yang dia tawarkan?

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membawa kemudahan di segala bidang, termasuk fotografi. Dan tidak munafik saya juga menikmatinya. Tapi jangan sampai kita lalu melupakan esensi dari fotografi itu sendiri, yaitu melukis dengan cahaya bukan dengan photoshop. Saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan digital imaging daripada fotografi digital. Lalu bagaimana dengan pendapat teman-teman?

Minggu, 04 Oktober 2009

Tips membeli kamera DSLR yang tepat

Ada banyak faktor yang ikut menentukan ketika kita hendak membuat pilihan untuk membeli sebuah kamera DSLR. Sebab ada berbagai merk dan tipe, entry level maupun advance, yang pastinya sih bakalan ngebingungin banget.

Agar nanti kamera DSLR yang dipilih sesuai benar dengan kebutuhan kita dan nggak mubazir, saya coba kumpulkan faktor-faktor yang biasanya menjadi penentu pilihan kita :

1. Harga. Inilah faktor paling utama penentu akan seperti apakah tipe maupun merk kamera DSLR yang akan kita miliki nanti. Seberapa canggih keinginan dan tipe kamera yang anda pilih, budget yang kita milikilah yang menentukan.

2 . Kegunaan. Atau untuk kebutuhan apakah anda membeli kamera DSLR; apakah untuk menyalurkan hobi baru, mendapat tugas menjadi bagian dokumentasi di kantor, memperlancar pekerjaan sebagai fotografer liputan dan jika kebutuhan anda masih bisa tercukupi dengan kamera saku tentunya membeli sebuah kamera DSLR bukan merupakan sebuah keharusan. Bukan hanya akan lebih merepotkan anda karena harus belajar menguasainya juga akan memberatkan karena ukurannya yang lebih besar dari kamera point and shoot biasa.

3 . Spesifikasi. Kalau faktor ini yang menentukan berarti anda sudah berminat untuk mendalami kegunaan dan kelebihan dari kamera DSLR yang tidak lagi sekedar bidik dan jepret. Apakah anda butuh kamera dengan speed yang lebih tinggi karena ingin mendalami foto olah raga, resolusi yang besar karena akan sering mencetak dengan ukuran yang besar, rating ISO lebih tinggi karena bertugas motret konser musik atau pertunjukkan panggung dan lain-lain.

Sebenarnya ketiga faktor di atas adalah faktor yang paling menentukan dari keputusan anda untuk memilih dan membeli kamera DSLR. Tapi jika saya harus menambahkan faktor yang paling sering menjadi bahan pertimbangan lainnya maka pilihannya adalah :

4 . Resolusi. Banyak orang salah pengertian tentang kata resolusi atau megapixel ini. Kebanyakan orang menganggap kalau sebuah kamera memiliki ukuran megapixel lebih besar maka gambar yang dihasilkan akan lebih baik. Padahal jika kita hanya akan kebanyakan mencetak hasil foto dalam ukuran post card, besaran megapixel yang ada di kamera saku pun sudah mencukupi. Ukuran megapixel yang besar baru diperlukan jika kita harus mencetak dalam ukuran lebih besar dari 60 cm x 40 cm. Atau anda adalah seorang profesional yang seringkali mencetak dalam ukuran besar dari hasil cropingan foto.

5 . Aksesoris. Pilihan ini juga bisa berarti anda akan berinvestasi di satu merk kamera atau sudah memiliki satu merk tertentu sebelumnya, dan memutuskan untuk melengkapi kebutuhan dari merk tersebut.

6 . Kebutuhan masa depan. Apakah anda akan menggunakan kamera tersebut sampai 5 atau 6 tahun kedepan? Karena teknologi kamera DSLR adalah teknologi yang tidak cepat usang dimakan waktu, tidak seperti misalnya teknologi pada telepon genggam yang cepat sekali berganti. Kecuali ada loncatan teknologi baru seperti ketika peralihan dari kamera analog ke kamera digital. Atau mungkin nanti ketika kamera DSLR yang menggunakan rana atau shutter digantikan oleh teknologi kamera telepon genggam dengan hasil yang sama kualitasnya.

Jadi semua keputusan ada di tangan anda, pikirkan baik-baik agar nantinya pilihan anda tidak menjadi sia-sia. Selamat berburu!


Rabu, 30 September 2009

"....ternyata masih ada...."

Di awal 2007 kemarin, saya ditelpon oleh seorang pemilik studio foto baru di bilangan Tanjung duren; Jakarta Barat, untuk diajak kerja sama. Padahal waktu itu saya sedang bekerja di studio bridal di bilangan yang sama. Tapi setelah wawancara di sana saya mendapatkan penawaran yang jauh lebih bagus, saya terima deh tawarannya lalu resign dari tempat saya bekerja waktu itu.

Semenjak dari tahap renovasi studio baru tersebut saya sudah ikut bekerja serabutan, maklum ceritanya mau nunjukkin loyalitas sebagai karyawan baru nih. Dari angkat-angkat barang, bantuin masang AC, ikut masang lantai parket, masangin rel background, ngedisain setting real background dan lain-lain yang udah bukan lagi job deskripsinya seorang fotografer.

Dilanjutkan dengan motret-motret model untuk bikin portfolio paket yang akan dijual, nimbrung ngomongin strategi pemasaran dan promonya, nyetingin lampu-lampu studio, editing fotonya mau sampe segimana, workflow penerimaan kliennya mau kayak gimana, sampe akhirnya benar-benar siap untuk full operasi dan mulai menerima klien, saya ikut terlibat.

Lalu tiba saat gajian bulan pertama, dibayar tepat sesuai dengan yang ditawarkan saat wawancara pertama, tapi tiba-tiba sang pemilik studio mengatakan bahwa mulai besok tenaga saya tidak dipakai lagi alias di-PHK tanpa bisa memberikan alasan yang jelas dan obyektif yang dapat membenarkan keputusannya, tanpa mau menunggu masa percobaan 3 bulan pertama dulu. Terus terang saya cuma bisa melongo, mendapat keputusan yang begitu tiba-tiba. Saya mau protes, tapi akhirnya saya sadar kalo di negara ini karyawan kecil seperti saya pasti akan kalah walaupun tidak salah, kalo melawan pemilik modal.

Ternyata masih ada ya seorang pemilik studio foto yang mengambil keputusan nggak pake hati nurani seperti ini. Mungkin bagi dia ini cuma sebuah keputusan bisnis biasa, tapi bagi saya sekeluarga ini adalah persoalan periuk nasi. Tapi yang jelas kejadian ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran juga bagi teman-teman pembaca semuanya.

Kamis, 24 September 2009

Kenalan dengan White Balance


Halo semuanya! Pada jurnal kali ini saya akan sedikit membahas masalah yang menyangkut tentang teori, yaitu tentang white balance.

Banyak fotografer, termasuk saya, yang tidak terlalu ambil peduli dengan adanya opsi white balance pada kamera digital. Biasanya kita tinggal ngeset pengaturan di AWB atau Auto White Balance, terus sibuk deh dalam sesi pemotretan. Padahal jika kita mau mempelajari atau memperdalam, akan banyak pilihan-pilihan kreatif yang bisa dihasilkan, terutama dalam soal warna.

Tidak seperti mata manusia yang bisa langsung menyesuaikan diri pada setiap situasi, kamera digital tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan hal itu sehingga membutuhkan bantuan untuk menghasilkan warna gambar yang paling sesuai dengan warna obyek aslinya.

Sebagai contoh :
- Motret di bawah cahaya lampu bohlam menghasilkan warna gambar yang kekuningan.
- Motret di ruangan berlampu neon gambar yang dihasilkan akan cenderung kebiruan.

Nah, adanya modus white balance pada kamera digital adalah untuk mereduksi kekurangan tersebut.

Jadi definisi white balance adalah :
Fungsi pada kamera digital untuk mengatur agar warna gambar yang dihasilkan bisa sesuai atau mendekati warna aslinya serta memiliki komposisi warna yang tepat.

Berikut ini adalah modus white balance yang biasanya terdapat pada kamera digital :

AWB adalah modus yang otomatis mengatur setting white balance di kamera pada segala kondisi untuk mendekati warna aslinya.

White Balance Preset atau Custom White Balance adalah pengukuran white balance yang dilakukan secara manual. Biasanya dilakukan dengan cara membidik kertas putih agar kamera membuatnya menjadi standar untuk warna putih.

Daylight, memberikan warna yang paling netral untuk kondisi pemotretan di bawah cahaya matahari.

Incandescent atau Tungsten, modus untuk menetralkan warna obyek pada pemotretan di bawah lampu bohlam.

Fluorescent, modus untuk menormalkan warna obyek ketika memotret di ruangan bercahaya lampu neon.

Cloudy, memperkuat atau menambah kesan hangat, ketika motret di bawah langit yang teduh atau berawan.

Flash, menghangatkan warna dingin yang keluar dari jepretan lampu flash.

Shade, menormalkan kesan dingin ketika memotret di bawah bayangan atau tempat teduh.

Begitulah bahasan mengenai white balance kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.



Sumber gambar : es.mtu.edu




Rabu, 16 September 2009

Malu dong sama Pak Darwis...

Suatu kali saya pernah mengikuti sesi seminar fotografi yang disponsori oleh Aneka Warna, dan dibawakan oleh Pak Darwis Triadi, yang membahas tentang keunggulan produk-produk anyar dari pihak sponsor juga tentunya membahas proyek foto session terbarunya Pak Darwis, waktu itu topiknya foto fashion di pinggir pantai khas Pak Darwis yang melibatkan model-model sexy dan cantik.


Tentu saja saya ikut seminar ini atas sponsor alias dibayarin oleh studio tempat saya bekerja pada waktu itu, kalo enggak boro-boro saya bisa ikut seminar Darwis Triadi. Jadi mumpung dibayarin maka saya manfaatkan benar ajang ini untuk menimba ilmu terkini dari Beliau sekalian belajar trik-trik praktisnya.

Setelah sekian waktu Pak Darwis menerangkan dan menjelaskan teknik-teknik pemotretan yang digunakan di dalam pengerjaan foto session nya tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh fotonya yang dicitrakan lewat proyektor sehingga memperjelas keterangan tentang teknik yang digunakan ketika foto yang bersangkutan dibuat.

Tiba saatnya ketika Pak Darwis memberikan kesempatan pada para peserta seminar untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan pertama pun dilontarkan...tapi langsung membuat saya prihatin,

" Pak Darwis, foto session ini diambil di " f " berapa, ya? "

Pak Darwis tentu saja langsung menjawab demi memenuhi hak mendapat jawaban bagi peserta seminar. Tapi saya sendiri merasa prihatin, kok ya masih ada peserta seminar yang mengajukan pertanyaan seputar teknis dasar fotografi yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta. Bukan saya merasa sudah berpengalaman atau merasa lebih pintar dengan melontarkan statement ini.

" f " yang dimaksud adalah simbol dari diafragma atau aperture yang mengatur seberapa besar cahaya yang akan masuk melalui lensa. Aperture ini juga adalah faktor yang menentukan ketajaman obyek dalam sebuah foto. Maksudnya akan seberapa tajam obyek yang anda foto dan seberapa blur latar belakang atau latar depannya ( ruang tajam atau depth of field ).

Jadi seperti orang yang sedang membuat segelas teh manis, yang bersangkutan seharusnya sudah tau berapa sendok teh gula yang diperlukan agar manisnya sesuai dengan yang diinginkan. Tapi akhirnya saya berusaha untuk maklum, oh...orang baru belajar kali...



Minggu, 13 September 2009

Tips praktis memotret anak-anak


Bisa mengabadikan ekspresi lucu anak-anak sudah pasti menjadi dambaan tiap orang tua. Hasil fotonya bisa dipajang di rumah, ditaruh di dompet, dishare sama seluruh keluarga atau dipamerin sama teman lewat facebook.

Sudah banyak tips-tips memotret anak tapi hanya berdasar pada teori belaka, tapi tips ini saya sarikan dari pengalaman sehari-hari ketika memotret klien anak-anak. Tipsnya sebagai berikut :


1 . Kamera. Kuasai kamera yang akan anda gunakan untuk memotret. Entah itu kamera milik pribadi atau pinjaman, yang penting anda tau kapan harus menekan tombol rana untuk mengabadikan momen. Jangan sampai anda terbentur oleh masalah teknis yang nggak penting tapi dapat mengganggu jalannya pemotretan.

2. Kapasitas memori. Siapkan kartu memori dengan kapasitas yang cukup besar ; antara 2 GB sampai 4 GB, sebab ketika memotret anak-anak kita nggak akan tau atau nggak akan memperhitungkan berapa shoot yang akan kita ambil, sebab hanya momen yang bagus yang kita cari.

3 . Waktu aktifitas. Perhatikan jam atau waktu ketika anak anda sedang giat-giatnya beraktifitas atau bermain. Sebab diwaktu-waktu itulah saat yang tepat untuk mendapatkan ekspresi yang bagus. Dan jangan kita paksakan untuk memotret ketika waktunya si anak harus beristirahat atau tidur.

4 . Natural. Buat suasana foto session ini menjadi senatural mungkin. Biarkan anak anda beraktifitas sesuai dengan minatnya. Naik sepeda, bermain di taman, bermain air di kolam renang atau sekedar bermain dengan mainan favoritnya. Tunggu agar anak anda tenggelam dalam aktifitasnya, sesekali panggil namanya, buat dia tertawa dan tangkap ekspresinya!

5 . Eye level. Usahakan agar anda memotret dari arah sudut pandang yang sejajar dengan posisi mata anak anda. Jangan membuatnya menjadi bertambah kecil dengan memotret dari sudut pandang orang dewasa dan membuatnya menjadi besar karena anda terlalu rendah mengambil posisi saat memotret. Kecuali anda bisa membuat momen atau ekspresi yang unik dengan angle-angle yang tidak biasa tadi.

6 . Tim penggoda. Jika anak anda masih berumur satu tahun ke bawah, anda harus mengajak orang bisa membuatnya tersenyum dan tertawa, karena anda sendiri akan sibuk konsentrasi di belakang kamera bersiap-siap menangkap momen yang tepat. Dunia anak adalah dunia bermain, ceria, dan tertawa, oleh karenanya momen dan ekspresi yang gembiralah yang sebaiknya anda tangkap. Agar foto tersebut bisa menjadi kenangan yang indah jika nanti dilihat kembali ketika ia sudah besar atau dewasa.

Semoga tips dari saya ini dapat berguna bagi anda yang ingin mengabadikan ekspresi anak yang lagi lucu-lucunya dan oh..ya anda bisa menambahkan poin-poin dari tips di atas agar lebih sesuai dengan keadaan anda. Selamat memotret!







Rabu, 09 September 2009

Kekuatan Entrepreneur!

Suatu pagi, sehabis mengantarkan anak pertama saya ke dalam sekolah, saya menyempatkan diri untuk ngobrol dengan Pak Ucang seorang penjual susu kacang di depan sekolah ihwal usaha dagangnya.

"Pak, dagangan ama gerobak ngambil di mana nih?" tanya saya menyelidik.

"Wah, ini semua modal saya sendiri, pak, ngapain bikin kaya orang lain!" jawabnya mantap.

Malah ia sempat pula memamerkan sepeda motor bebek kreditan hasil jerih payahnya selama ini.

Kenyataan di depan mata ini sungguh menohok ulu hati saya. Pak Ucang, seorang penjual susu kacang saja punya jiwa wira usaha yang begitu besar, jika dibandingkan saya, seorang pekerja di bidang studio foto, yang sudah bekerja bertahun-tahun dan masih rela keenakan menjadi karyawan orang lain, tapi sambil terus mengeluhkan pendapatan yang pas-pasan.

Apalagi sewaktu saya kerja di sebuah studio foto tempat saya pernah menghabiskan waktu selama 7 tahun mengabdi dan sekarang studionya sudah mendapat label SUPER BRAND, boro-boro dikasih kredit motor, harus kerja kurang lebih 10 tahunan dulu katanya.

Bolehlah kita kerja untuk orang lain dulu sementara, untuk mempelajari gimana sih cara manajemen fotografinya dijalankan atau istilah kerennya belajar workflow nya. Sesudah paham benar, baru deh kita mulai merintis dari yang kecil-kecil dulu, seperti; liputan pernikahan, outdoor prewedding, sambil terus berpromosi, cari rekanan, dan sebagainya. Saya percaya dengan keuletan dan ketekunan, pasti doa dan usaha kita akhirnya diberi jalan.

Selasa, 01 September 2009

Tips membeli kamera DSLR bekas

Bagi yang urgent membutuhkan kamera DSLR untuk melakukan pekerjaan tapi hanya memiliki dana yang cukup untuk memiliki kamera DSLR second hand, mungkin tips dari saya ini dapat membantu anda untuk menentukan pilihan :

1 . Periksa keadaan umum kamera, hindari kamera dengan cacat yang nyata. Cat body kamera yang sudah aus atau mengelupas menandakan umur kamera yang tinggal sedikit karena sudah sangat sering dipakai.

2 . Periksa kondisi mirror reflexnya, mungkin ada yang cacat atau retak cerminnya lalu lakukan tes apakah fungsinya masih bekerja dengan baik.

3 . Tes sistem autofokusnya, lihat di viewfinder apakah setiap titik autofokusnya masih bekerja sesuai pengesetan dan masih merespon dengan akurat.

4 . Cek fungsi shutternya, tes shutter speednya pada setiap kecepatan apakah masih berfungsi sesuai pengesetan dan langsung merespon ketika tombol ditekan.

5 . Lihat viewfindernya, pastikan dalam keadaan bersih dan tidak buram, hindari adanya cacat di viewfinder yang akan berpengaruh langsung pada hasil pemotretan.

6 . Pastikan setiap mode eksposur dan fungsi kamera bekerja dengan benar, jangan beranggapan bahwa setiap fungsi kamera bekerja dengan benar tanpa kita melakukan tes terhadapnya.

7 . Periksa LCD panelnya, cek apakah setiap ikon ditampilkan dengan benar, lihat ketika menampilkan preview hasil pemotretan hindari kemungkinan adanya dead pixel.

8 . Lihat mount lensa pada body kamera, pastikan masih sempurna, tidak ada cacat atau bekas benturan. Periksa keadaan pin dan gir levelnya.

9 . Coba buka tutup tempat kartu memorinya, CF atau SD card, masuk dan keluarkan kartu memorinya apakah masih pas dan klik ketika dilakukan.

10 . Periksa seluruh elektronik kontaknya, seperti; hot shoe, kompartemen battery, colokan USB dan video, trigger flash, dari kemungkinan adanya karat.

11 . Cek seluruh tombol, putar setiap dial apakah masih berfungsi dengan semestinya.

12 . Tanyakan harga untuk body dan lensanya, apakah sesuai dengan harga pasaran, jika sesuai anda bisa lanjutkan dengan tawar-menawar lalu tentukan pilihan anda.


Sangat disarankan pilihan untuk membeli kamera DSLR bekas ini hanya ditujukan bagi mereka yang sudah mengerti seluk beluk kamera, bagi para pemula saya sarankan untuk membeli kamera baru agar lebih terjamin dan aman karena pasti ada garansinya, tapi sekali lagi, pilihan ada di tangan anda tentunya. Gimana, ada yang mau nambahin?



Diedit dan disarikan dari Google search result.

Selasa, 25 Agustus 2009

Kita kok latah ya...

Kira- kira diawal tahun 2002 kemarin, ada satu studio foto baru yang mengusung tema fotografi ala Taiwan baru dibuka di mall Taman Anggrek. Mereka sampai perlu mendatangkan fotografer asli Taiwan yang nggak bisa cas cis cus bahasa Indonesia untuk lebih meyakinkan. Dan benar saja studio mereka overbook, dari hari pertama mereka buka sampai hari-hari berikutnya. Toko mereka bahkan jadi yang paling akhir tutupnya diantara toko-toko lainnya di Taman Anggrek. Karyawannya pada kewalahan, kualitas foto melorot tapi boss tetap senang; seperti yang diceritakan oleh salah seorang bekas karyawan studio tersebut kepada saya.


Secara teknis fotografi sih nggak ada yang istimewa, teknik fotografi high key yang pencahayaannya membuat wajah model nyaris berwarna putih tanpa adanya gradasi bayangan. Tapi memang waktu itu masih jarang ada studio foto yang membawa tema seperti itu apalagi ditambah dengan baju dan aksesoris glamour ala Taiwan menambah ketakjuban para klien awam. Padahal seharusnya udah bisa dibayangin bagaimana kualitas hasil foto studio tersebut dengan antrian yang begitu panjang. Ah, yang penting asal Taiwan...


Seperti ketika demam ikan Louhan dan yang sedang trend akhir-akhir ini yaitu gadget ponsel qwerty yang merupakan favorit dari presiden Obama; karena langsung bisa terhubung ke salah satu social networking yang lagi digandrungi. Rakyat kita pun berduyun-duyun mencobanya, walaupun harus pake ponsel kelas 2 yang disainnya mirip dan dengan harga yang lebih terjangkau yang penting asal nggak ketinggalan...


Gejala latah ini biasanya nggak berlangsung lama, ketika sudah mulai jenuh dan ada yang baru yang lebih menarik yang lama otomatis menjadi jadul. Bukan menjadi hal yang ganjil jika gejala seperti ini bermuara pada sesuatu yang positif, tapi jika akhirnya seperti ada sesuatu yang dipaksakan dan tidak pada tempatnya, akhirnya semua menjadi sesuatu yang mubazir.

Kamis, 20 Agustus 2009

Trik sukses wawancara lowongan fotografer

Di jurnal kali ini saya ingin sedikit membeberkan rahasia trik lulus wawancara dan mendapatkan pekerjaan untuk posisi fotografer.


Trik ini bukan hanya teori belaka, tapi berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika dipercaya untuk menjadi pengamat tes praktek penerimaan pegawai baru untuk posisi fotografer sewaktu bekerja di Rush studio dan Avenue studio, serta trik yang berhasil saya terapkan berkali-kali untuk mendapatkan pekerjaan pada posisi fotografer pada berbagai kesempatan.Tahapan trik suksesnya adalah sebagai berikut :


Jujur ketika diwawancara.Tahapan ini adalah yang paling esensial dan kesan pertama akan sangat menentukan diterima tidaknya anda dalam suatu wawancara pekerjaan.Jika anda jujur, anda akan menjawab pertanyaan yang diajukan dengan meyakinkan dan begitupun sebaliknya. Bisa dikatakan kompetensi anda akan dinilai pada tahap ini berdasarkan skill dan pengalaman serta kebutuhan mereka.


Meyakinkan dites praktek. Ada sebagian yang mengatakan bahwa tes praktek hanya sebuah formalitas belaka, tetapi bagi saya tidak. Pada tahap ini akan dinilai skill dan sejauh mana kemampuan kita dalam bidang memotret ini. Biasanya kita akan diberi kebebasan untuk memotret dengan gaya kita, bebas menggunakan properti yang ada, serta berapa frame kita akan memotret. Maksimalkan komposisi, sudut pandang dan pose model dalam setiap framenya. Lightingnya boleh standar dan usahakan paling sedikit anda memotret 20 frame dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.


Sepadan di negosiasi. Jika anda sudah sampai pada tahap ini, berarti anda tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan pekerjaan ini. Sekarang tinggal menghadapi sesuatu yang paling krusial, yaitu negosiasi. Ketika diwawancara dan tes praktek anda tentu sudah mengukur kemampuan perusahaan yang anda lamar ini didalam menggaji karyawannya termasuk posisi yang anda lamar. Dan biasanya mereka sudah punya budget sendiri sehingga biasanya kita hanya bisa menawar sedikit dari budget mereka. Tentukan nilai dan kebutuhan anda, tutup negosiasi ini dengan diterimanya anda dipekerjaan ini.


Akhir kata, selamat mencoba dan semoga sukses!

Sabtu, 15 Agustus 2009

Kuantitas dan bukan kualitas

Diawal tahun 2007 saya sempat diinterview oleh seorang manajer studio foto di daerah Jelambar untuk keperluan lamaran posisi fotografer. Setelah selesai dengan pertanyaan formalitas, mulailah beliau mengungkapkan obsesinya bahwa ia ingin agar studionya bisa melayani setidaknya sampai 30 klien perharinya, ingin menyamai salah satu studio foto yang sedang beken dikalangan ABG di wilayah Jakarta Barat katanya.


Saya jadi mikir, hanya dengan 2 orang make up artis dan 2 fotografer apakah obsesi iti bisa tercapai? Dan kalaupun memang bisa tercapai, lalu gimana soal kualitasnya? apakah bisa dipertanggungjawabkan? gimana soal pelayanannya? setau saya, dari hasil ngobrol-ngobrol dengan ABG-ABG yang sudah sering nyoba foto di mana-mana, hasil fotoan studio yang lagi beken tadi juga nggak bagus-bagus amat jauh berbeda dari display-displaynya.


Masalahnya sekarang apakah hanya keuntungan yang kita kejar dan melepaskan tanggung jawab utama kita yaitu memberikan yang terbaik kepada klien. Sebab biar jelek-jelek begini, kita sebagai pengrajin studio suka merasa nggak tega kalo bertemu dengan klien yang cantik, enak diajak kerjasama dan mudah diarahkan lalu hanya diberi hasil foto yang sekadarnya...


Lagi-lagi masalah nurani kita yang berbicara, mau ikut arus mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya atau berdiri tegar bersama idealisme yang kadang hanya memberi kita piring yang kosong.






Rabu, 12 Agustus 2009

Dicium PSK!

Waktu itu mash pagi, di sebuah studio foto di wilayah Tanah Abang, diawal-awal karir saya.Seorang wanita muda, berwajah manis, kulit sawo matang, bertubuh seksi, datang untuk difoto. Karena di studio kami punya kebiasaan kalo klien pertama dikerjakan oleh yang lebih junior, maka giliran saya untuk beraksi.

Orangnya cukup ramah dan enak untuk diajak berkomunikasi sehingga membantu membuat suasana jadi lebih santai. Tiba giliran saya untuk mengarahkan pose yang bagaimana yang cocok untuk dia, yang membuat kami harus saling berdekatan. Tiba-tiba tangan kanannya mulai mengelus-elus celana saya tepat di bagian kemaluan, sambil berkata "Mas kepingin, ya...".

Terus-terang saya kaget dan nggak tau harus ngapain, karena memang belum berpengalaman dan bukan seorang womanizer. Saya pikir si mbak ini sambil menyelam minum air, difoto sekalian cari mangsa dan memang bukan hal yang aneh di daerah itu jadi sah-sah aja.



Setelah kembali ke jalur yang benar, sesuai tujuan semula untuk difoto walau diselingi acara pegang sana pegang sini, akhirnya selesai juga photo session pagi itu bersama si mbak yang genit tersebut. Nggak lupa sebelum pergi dia menghadiahi sebuah ciuman yang membuat bibir saya jadi belepotan lipstik. Tinggal para senior deh yang pada melongo....


Kamis, 17 April 2008

Tidur siang

Wah sepertinya dua kata di atas bisa jadi adalah hal yang didamba para pekerja untuk sekedar melepaskan penat atau lelah yang melanda setelah bekerja menguras tenaga dan pikiran.Sungguh sebuah kenikmatan bagi mereka yang di tempat kerjanya memiliki jadwal untuk istirahat atau hanya untuk sekedar makan siang. Paling tidak mereka punya jadwal atau waktu untuk melepaskan diri sejenak dari pekerjaannya atau syukur-syukur bisa tidur siang.

Udah dari sononya,kami para prajurit studio foto;tidak mempunyai jadwal untuk istirahat atau jam makan siang. Sebab tidaklah mungkin bagi kami yang sedang melakukan tugas tiba-tiba harus meninggalkan klien yang sedang difoto. Maka dari itu ketika ada waktu kosong atau tidak ada jadwal pemotretan kita puas-puasin deh untuk beristirahat;untuk sekedar ngobrol,ngerokok,atau favorit kita semua,tidur siang!


Ya,tidur siang. Mungkin bagi anda yang bukan orang studio kita bisa dianggap korupsi waktu,tapi hal ini sudah menjadi rahasia umum di seluruh studio foto. Daripada kami menghabiskan waktu untuk yang bukan-bukan,bukankah lebih baik kami habiskan untuk beristirahat sejenak menyimpan tenaga. Oh,alangkah nikmatnya bisa tidur siang...

Jumat, 05 Oktober 2007

Atasan yang Bijaksana

Ini adalah kisah dari W,rekan kerja saya selama bekerja di studio E.Posisi dari W adalah sebagai lightingman yang notabene sebagai asisten saya di studio.Kami masuk pada tahun yang sama,setelah 7 tahun bekerja saya mengundurkan diri karena masalah kesejahteraan dan W tetap pada posisinya sebagai lightingman sampai akhirnya pihak perusahaan memintanya untuk menandatangani surat pengunduran dirinya.

Memang W ini punya sifat yang jelek yaitu tidak percaya diri atau kurang pede pada kemampuannya sendiri.Tentunya hal tidak boleh menjadi halangan bagi atasan langsung kami untuk memberi kepercayaan kepada W untuk memperbaiki kinerjanya agar tidak sekadar menjadi lightingman terus menerus.

Untuk menjadi fotografer seperti kami sekarang tentunya kami juga harus melalui tahapan menjadi seorang asisten atau lightingman dari para senior kami,tidak terkecuali saya.Dan meraih posisi fotografer tak lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh atasan-atasan yang bijaksana dalam melihat kemampuan dan mau memberi kesempatan kepada para bawahannya untuk lebih maju.

W sekarang menjadi seorang fotografer di studio N,salah satu studio foto terkenal juga.Tentunya W di tempat barunya ini sudah diberi kepercayaan yang lebih besar dan lebih baik.Nah,untuk hal seperti inilah seorang atasan yang bijaksana diperlukan.Bukan hanya untuk menjadi seorang pengawas tetapi sebagai pembuka jalan untuk karir dan masa depan yang lebih baik.