Selasa, 23 Maret 2010

Tips fotografi : memotret wajah

Pada tips fotografi kali ini saya akan sedikit membahas bagaimana cara pendekatan yang baik untuk memotret manusia. Jika pada artikel-artikel yang lalu sudah di jelaskan berbagai aspek dalam memotret manusia maka kali ini saya akan membahas khusus mengenai memotret bagian wajah.

Ada hal-hal spesifik yang perlu diperhatikan dalam memotret wajah :

1 . Fokus pada mata.

Seperti telah dikatakan bahwa mata adalah jendela jiwa, jadi sangat penting bagi kita untuk fokus pada mata ketika memotret wajah manusia. Karena setiap kali orang melihat foto seseorang bagian yang paling dulu dilihat adalah bagian mata. Semakin kuat anda bisa menangkap ekspresi lewat tatapan mata semakin kuat foto anda.

2 . Sudut pandang.

Hanya ingin mengingatkan bahwa sudut pandang pengambilan foto kita pada format close-up akan sangat mempengaruhi emosi foto secara keseluruhan. Bagian mana dari wajah yang jaraknya paling dekat ke lensa itu yang menjadi pusat perhatian.

3 . Gunakan cahaya yang lembut dan merata.

Cahaya yang lembut akan sangat baik untuk mengangkat skin tone pada wajah sehingga bisa tampil lebih alami.

4 . Tambahkan hair light.

Kita bisa menambahkan hair light ( kilau cahaya pada rambut ) agar detail foto wajah bisa lebih dinamis. Selain dapat memberikan volume pada obyek, hair light juga membantu memberi jarak antara obyek dengan background.

5 . Pilihan lensa.

Lensa yang ideal untuk memotret wajah adalah 90 mm ke atas pada kamera DSLR, dan sekitar 55 mm ke atas pada kamera poket lalu dibantu pada bagian editing agar dapat lebih close-up.

6 . Ekspresi model.

Bagian yang terpenting pada sesi pemotretan wajah atau close-up adalah tentunya ekspresi si model. Adalah menjadi tugas anda sebagai fotografer untuk dapat mengarahkan model anda agar bisa berekspresi senatural mungkin. Banyak cara bisa ditempuh antara lain; dengan mengajak ngobrol, melontarkan lelucon atau candaan atau sekedar menyetel musik untuk membangkitkan mood.

Oke, teman-teman selamat mencoba ya.


Foto : tukangpoto

Jumat, 19 Maret 2010

Serunya memotret yearbook SMA Santa Ursula

Seminggu kemarin saya mendapat job untuk memotret yearbook SMA Santa Ursula untuk lulusan tahun 2010. Job memotret yearbook memang kadang saya lakukan, tapi selama ini terbatas pada SMA yang memiliki murid laki-laki dan perempuan, jadi kesempatan ini adalah pengalaman pertama saya memotret untuk yearbook di sekolah yang muridnya perempuan semua.

Pertama kali menginjakan kaki di SMA yang berada di Jalan Pos no.2, Jakarta ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Bangunan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1931, kalau tidak salah, tetap mempertahankan ciri khas bangunan jaman Belanda walaupun telah memiliki pula gedung yang baru di bagian yang lain. Jadi suasana klasik masih terasa sekali, malah diperkokoh dan dilestarikan.

Saya mengira akan menjumpai gadis-gadis yang kaku dan serius, tapi ternyata dugaan saya salah sama sekali. Lewat pengamatan seminggu berada di sana ternyata mereka adalah murid-murid SMA yang hangat dan ceria layaknya gadis-gadis seusia mereka. Walaupun terlihat pula disiplin serta orientasi belajar mereka yang tinggi. Selain ramah dan santun, mereka juga sarat akan prestasi baik akademis maupun non akademis.

Pada pemotretan yearbook kali ini mereka sudah menyiapkan tema-tema yang akan membuat penampilan foto kelas mereka berbeda yang satu dengan yang lainnya. Tema yang mereka pilih pun beragam. Ada back to 60, underwater, candy girl, musical dan lain-lain. Properti-properti yang akan mendukung penampilan mereka pun tak lupa mereka siapkan. Lalu soal gaya dan ekspresi ketika difoto nanti juga sudah direncanakan secara detil. Ada yang akan berpose seperti The Beatles ketika berjalan di Abbey Road, bergaya ala rockstar, sambil membawa hewan peliharaanya, gaya mafia tahun 30 an, malah ada yang minta difoto ketika mereka nge-dance.

Sebuah pengalaman baru buat saya dan sebuah perspektif yang ceria dan menyegarkan. Walaupun cerita roman ala 'Gita Cinta Dari SMA' yang dapat memompa hormon asmara para gadis di sekolah itu tidak mungkin terjadi, tapi bagi saya, Sanurians, you're rocks!



N.B. Sayang foto-fotonya belum boleh diupload karena yearbooknya belum resmi terbit.

Jumat, 05 Maret 2010

Tips memotret di bawah terik matahari

foto oleh : code poet


Kadang kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk memotret di bawah terik matahari. Padahal posisi matahari yang sedang menyengat ubun-ubun adalah keadaan yang tidak terlalu bagus untuk melakukan pemotretan.


Tapi mudah-mudahan tips di bawah ini bisa membantu anda untuk meminimalisir kekurangan tersebut :


1. Tempat teduh.

Kalau tidak terpaksa sekali, kita bisa mencari tempat yang agak teduh untuk melakukan pemotretan
. Hal ini bisa dilakukan oleh obyeknya saja, fotografernya saja, atau sekaligus keduanya yang berpindah tempat.


2. Gunakan 'fill in flash' atau lampu blitz pengisi.

Karena memotret dengan sumber cahaya yang sangat terang dengan posisi tepat di atas kepala maka kemungkinan untuk timbul bayangan yang sangat kontras akan besar sekali. Bayangan ini biasanya akan terjadi di ceruk mata, di bawah hidung dan di bawah leher. Hal ini dapat kita hindari dengan memberi lampu kilat pengisi untuk mengeliminir bayangan hitam tadi.

3. Gunakan tudung lensa.

Khusus kamera DSLR, sebaiknya dilengkapi dengan tudung lensa ( lens hood ) untuk menghindari cahaya yang tidak diinginkan ( lens flare ) ikut masuk.

4. Ubah sudut pandang.

Ketika memindahkan obyek tidak dimungkinkan, buatlah diri anda mobile. Anda bisa memotret dari belakang obyek, dari arah atas atau bahkan dari bawah obyek. Dengan begitu akan mengubah arah jatuhnya sinar matahari terhadap obyek anda sehingga dapat memberi 'rasa' yang berbeda.

5. Gunakan filter.

Kadang tidak ada salahnya anda menyediakan filter polarizing. Selain dapat mengurangi cahaya yang masuk ke dalam lensa, filter ini juga dapat menguatkan efek biru pada langit.

6. Siluet.

Manfaatkan cahaya matahari yang berlimpah tersebut untuk membuat foto siluet yang artistik. Obyeknya bisa berupa manusia, perahu, atau benda-benda berprofil khas lainnya.

Cukup sekian dari saya dan selamat mencoba!


Jumat, 26 Februari 2010

Celetukan Bhirawa

Gampang-gampang susah jika harus menuliskan review sebuah blog dari seorang sahabat. Susahnya adalah takut kalau kritikan yang kita sampaikan nanti tidak diterima atau dirasa kurang pada tempatnya. Sedangkan gampangnya sebagai seorang sahabat tentunya kita tidak memiliki beban jka harus mengkritisi blog seorang sahabat yang justru bertujuan untuk memperbaiki kinerja dari blog itu sendiri.

Membicarakan Bhirawa, sebuah blog milik seorang sahabat, Pak Abdul Cholik, yang nota bene adalah seorang blogger senior, terasa sekali gampang-gampang susahnya. Blog yang memiliki motto 'Prakoso Amargo Gandengan Mbarek Konco' ini akan saya review dimulai dari segi :

Tampilan

Theme yang digunakan sangat simpel sehingga membuat kecepatan loadingnya tidak harus membuat pengunjungnya menunggu. Plus penampilan yang bersih menjadikan pengunjung enak dan betah berlama-lama dalam membaca artikel yang ada. Aksesorinya juga nggak neko-neko dan tidak membuat pengunjung terganggu dengan penampilan blog secara keseluruhan. Meskipun saya sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang visual menganggap tampilan Bhirawa sendiri kurang menarik secara visual. Mungkin dari pihak pengelola mempunyai pertimbangan tersendiri mengenai digunakannya theme yang 'clean' ini.

Kinerja

Akses menuju Bhirawa relatif cepat tidak seperti saudara tuanya, Blogcamp yang suka membuat saya sedikit menunggu dalam hal proses loadingnya. Kemunculan komentar yang sudah kita sampaikan juga tidak mengecewakan dan tidak dipersulit. Mencari artikel lainnya yang mungkin ingin kita baca telah terbantu dengan adanya widget arsip walaupun idealnya bisa ditambahkan widget artikel terpopuler sekaligus sebagai sarana promosi blog melalui konten.

Artikel

Sebagai blog yang tergolong anyar, Bhirawa termasuk rajin dalam menghadirkan artikel baru sebagai bacaan bagi pengunjung yang haus akan informasi yang segar dan bermutu. Dalam unsur kualitas artikelnya juga dapat dipertanggung jawabkan secara manfaat dan tujuannya. Tapi yang saya sayangkan sebagai salah satu blog yang bernaung di bawah Blogcamp Group, topik artikel yang disajikan di Bhirawa mengusung topik yang sama dengan saudara-saudaranya yang lain hanya pokok pembahasannya saja yang berbeda. Alangkah baiknya jika Bhirawa diberi topik tersendiri, juga dengan yang lainnya sehingga tiap blog di bawah Blogcamp Group bisa memiliki niche marketnya masing-masing.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Bhirawa adalah sebuah blog yang segar dan informatif. Sarat dengan artikel berbasiskan 'tips' atau 'cara' yang memang sangat dibutuhkan oleh para blogger dalam menunjang kelancaran kegiatan blogging mereka. Ditunjang oleh sang pengelola blog yang ramah dan mau menjawab tiap komentar yang masuk. Hal ini juga merupakan sebuah kelebihan yang membuat pengunjung selalu kangen untuk kembali guna menimba ilmu sambil sekaligus memupuk tali silaturahmi.



Artikel ini diikutsertakan dalam acara Jambore On The Blog nya Pakde Cholik.

Selasa, 23 Februari 2010

Apa kabar cinta

Walau cintamu masih di perempatan
kunanti selalu senyummu perawan
sebab walau sering membuat resah
sosokmu kerap hadir menyapa indah



Demi memeriahkan acara 'Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait' di Aliaz blog

Jumat, 12 Februari 2010

Hati-hati sharing di Facebook!


Saya yakin banyak dari kita tidak memperhatikan syarat-syarat 'terms and conditions' ketika mendaftar untuk memiliki akun di Facebook atau di jejaring sosial lainnya. Selain menggunakan bahasa Inggris yang baku dan njelimet juga memiliki poin-poin yang panjang jika harus dibaca satu per satu.

Tapi tahukah anda bahwa kita akan kehilangan hak-hak kita jika sudah meng-upload atau men-share foto-foto, artikel, video dan lain-lain di Facebook.

Jika kita lebih teliti lagi di bagian ke 2 tentang 'sharing your contentand information' kita akan menemukan pernyataan sebagai berikut :

...
You own all of the content and information you post on Facebook, and you can control how it is shared through your privacy and application settings. In addition:

1. For content that is covered by intellectual property rights, like photos and videos ("IP content"), you specifically give us the following permission, subject to your privacy and application settings: you grant us a non-exclusive, transferable, sub-licensable, royalty-free, worldwide license to use any IP content that you post on or in connection with Facebook ("IP License"). This IP License ends when you delete your IP content or your account unless your content has been shared with others, and they have not deleted it.
...

Nah, gimana menurut pendapat para sahabat?

Selasa, 09 Februari 2010

Boncengan ke sekolah

Pagi itu rintik hujan menyambut hari
kubangunkan si sulung untuk pergi ke sekolah
si ungu, sepeda kami telah setia menunggu
selesai sarapan, ritual pagi dimulai
kukayuh si ungu dengan mantap
hembusan angin pagi menyemangati
guyuran hujan tak menjadi halangan
karena tiap hari adalah ilmu
karena tiap hari adalah pengalaman baru
di antara deru sepeda motor dan mobil
kami berdiri tegak karena tidak membuat polusi
kami terus melaju karena menyehatkan
menghindari kubangan terciprat air ke pinggir
belok ke kanan, kami lambaikan tangan kanan
belok ke kiri, kami lambaikan tangan kiri
pohon-pohon dan dedaunan akan selalu memberi warna
jika alam tidak dikotori
bersama si ungu kami terus berlari
berboncengan ke sekolah
demi terus menggapai cita



Esai ini ditulis untuk memeriahkan acaranya
Oom Isro di Humberqu.

Kamis, 04 Februari 2010

Dear Dinda...

Dear Dinda,

Aku tak tau harus berkata apa
juga tidak tau apa namanya
tapi cepat atau lambat
semua ini harus ku utarakan

Ada desir halus menyelimuti
hangatnya aliran darah yang menggelegak
bercampur menjadi satu
ketika tatap ini bertemu

Kutangkap pesan ini
lewat kerling di sudut mata indahmu
ingin kuterjemahkan ekspresi itu
demi meredam gundah hati ini
tapi aku takut salah

Dinda, apakah kau merasakan
apa yang dirasakan hatiku yang menggantung
sebab seluruh kecap inderaku
hanya tertuju padamu



Aku selipkan surat ini
di buku catatan Idana dan Mbak Julie
demi ikut menggembirakan acara mereka

Kamis, 28 Januari 2010

Fotografi kamera ponsel

fotografer : Jennie Anderson kamera : Sony Ericsson D 750i
fotografer : dariohead83 kamera : Nokia N 73
fotografer : MrSco kamera : Nokia E 61i

Siapa bilang moto pakai kamera ponsel nggak bisa bagus? Lihat saja contohnya di atas, sayangnya ponsel saya masih ponsel jadul jadi nggak bisa ikutan majang hasil karya. Mohon maklum,ya..hehe.

Di artikel ini saya tidak akan memberikan tips tentang bagaimana cara menghasilkan karya foto seperti di atas sebab hal itu sudah saya tulis di sini. Saya hanya mau memberikan contoh bahwa dengan kamera ponsel pun kita bisa menghasilkan karya foto yang baik. Yang diperlukan hanyalah kejelian kita dalam menangkap obyek dan momen yang bagus.

Jadi, tunggu apalagi teman? Ayo motret!



Sumber foto

Minggu, 24 Januari 2010

Fatwa haram foto pre wedding

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan tentang fatwa haram atas foto pre wedding di kalangan fotografer dan dunia fotografi Indonesia pada umumnya. Fatwa haram ini dikeluarkan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri ( FMP3 ) se-Jawa Timur ke 12 di Ponpes Lirboyo, Kediri dan hal ini diakui oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Cholil Ridwan, yang setuju karena hal itu selaras dengan ajaran Islam.

Pengharaman pembuatan foto pre wedding ini setidaknya di dasarkan pada 2 hal :
- Pada pasangan mempelai dan fotografer yang melakukannya;

1 . Untuk mempelai, diharamkan apabila :
- Dalam pembuatan foto dilakukan dengan ikhtilat ( percampuran laki-laki dan perempuan ).
- Kholwat ( berduaan ).
- Kasyful aurat ( membuka aurat ).

2 . Untuk fotografer pre wedding;
- Diharamkan karena dianggap menunjukkan sikap rela terhadap kemaksiatan.

Ada yang pro dan banyak pula yang kontra terhadap adanya fatwa ini. Di Facebook sendiri sudah berdiri group 'TOLAK ANJURAN PREWEDDING HARAM', sebagai reaksinya.

Sebagai tukang foto, saya tetap menjalankan apa yang sudah menjadi pekerjaan saya, perkara halal atau haramnya sudah ada Hakim yang akan menentukannya. Bagi yang pro ataupun yang kontra silahkan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Kebebasan berpendapat dilindungi oleh undang-undang,kok. Asal tidak anarkis dan merugikan yang lain. Artikel ini saya tulis hanya sebagai informasi seluk-beluk dunia fotografi dan bukan untuk memancing perdebatan yang tak berkesudahan. Salam jepret!



Sumber foto


Kamis, 21 Januari 2010

Beasiswa Ndotcom dari Bundo nakjaDimande

Siang tadi, sehabis menjemput si bungsu dari sekolahnya, iseng-iseng online mengunjungi ladangnya Bundo nakjaDimande nun jauh di Bukit tinggi sana. Usai proses loading, lho kok ada foto saya yang sedang naik kuda-kudaan sambil nyengir kuda terpampang di ladangnya Bundo hari ini, ada apa gerangan?

Dengan teliti baris demi baris artikel dari Bundo saya baca demi mengetahui mengapa foto saya dipajang, dan ternyata pucuk dicinta ulam pun tiba, Bundo berkenan memberikan beasiswa ndotcom nya kepada saya. Terima kasih, Bundo, telah berbaik hati mengikhlaskan domain .com hasil memenangkan kontes 'Kemeriahan Leysbook' nya kang Yayat Arkasala tempo hari.

Sekarang tinggal gimana caranya mempertanggungjawabkan kepercayaan dari Bundo kepada saya. Tentunya juga sambil harus konsisten mewujudkan impian yang saya tuliskan sehingga Bundo kepincut atau jatuh kasian karena melihat saya mengiba-iba sehingga rela melepaskan hadiah kontesnya.

Saya mohon bantuan doa dari Bundo dan teman-teman semuanya agar apa yang menjadi tujuan utama kita melakukan aktifitas blogging bisa tercapai, yaitu; ngeblog untuk berbagi. Amin.



Sumber gambar

Rabu, 20 Januari 2010

Comebacknya Polaroid


"..Pak..foto pak....langsung jadi buat kenang-kenangan...". Begitulah sapaan dari seorang bapak tukang foto di tahun 80-an dulu ketika sedang menawarkan jasanya kepada para wisatawan yang sedang berkunjung ke tempat wisata di mana sang tukang foto tersebut bertugas.

Langsung jadi? Ya, mereka menggunakan kamera Polaroid dengan hasil foto yang sudah bisa langsung dilihat hasilnya dalam bentuk lembaran foto. Mungkin ini juga yang menjadi kelebihan kamera Polaroid dibanding kamera digital.

Setelah lama tidak terdengar kabarnya, pihak Polaroid mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan hadir kembali meramaikan dunia fotografi pada tahun 2010 ini. Kamera baru andalan mereka bernama Polaroid PIC 1000, dengan tampilan yang lebih modis dan dengan 'casing' yang beraneka ragam layaknya sebuah handphone.

Akankah produk baru mereka bisa bertahan di era digital ini?
Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Bagaimana, apakah anda berminat?



Sumber foto

Sabtu, 16 Januari 2010

Narsisnya fotografer


Kenapa,ya kalo mas fotografer mau difoto untuk foto profilnya selalu saja harus menyandang kamera? Kayaknya jadi nggak pede gitu kalau tidak memegang DSLR di tangan, atau juga untuk menunjukkan status jati dirinya, ini lho saya seorang fotografer.

Foto di atas adalah foto-foto teman-teman sejawat yang memiliki profesi sama dengan saya, yaitu seorang fotografer dan bisa anda lihat sendiri pose-pose mereka, lalu bagaimana menurut pendapat teman-teman?



Foto : Firman 'Ochim' Maulana
Sumber foto

Kamis, 14 Januari 2010

Fotografi sebagai hobi

Hobi fotografi adalah salah satu hobi yang paling saya nikmati dari sekian hobi yang saya miliki. Fotografi telah menjadi bagian dari keseharian saya sejak belasan tahun ini, juga telah menjadi sarana untuk memenuhi periuk nasi keluarga saya. Berarti selain menjadi hobi, fotografi juga bisa kita jadikan sandaran hidup jika kita memang ingin menekuninya.

Bermula dari jaman SMA dulu, di mana saya hanya bisa melongo melihat teman-teman yang mengambil ekstrakurikuler fotografi sambil membayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk itu. Tapi ketika harus memiliki kamera SLR sendiri karena memang mengambil pelajaran desain grafis, fotografi menjadi media yang benar-benar saya nikmati untuk menyalurkan minat saya pada bidang visual.

Berikut ada hal-hal yang bisa kita persiapkan jika ingin menjadikan fotografi sebagai sebuah hobi, menurut pengalaman saya :

1 . Investasi kamera DSLR dan aksesorinya.
Bukan ingin mengecilkan arti kamera jenis lain, tapi sebuah kamera DSLR lebih dapat mengakomodasi semua kebutuhan yang diperlukan untuk mempelajari fotografi secara lebih optimal.

2 . Baca semua tentang fotografi.
Membaca semua literatur yang ada hubungannya dengan fotografi akan membuka wawasan tentang hobi yang sedang anda tekuni ini. Baik itu literatur yang bersifat offline maupun online, akan sangat berguna.

3 . Kursus atau otodidak.
Saya sendiri mempelajari fotografi secara otodidak, sebab cara belajar ' trial and error ' lebih ' nyangkut ' hasilnya bagi saya. Bermacam tempat kursus fotografipun sekarang telah tersedia. Dari tempat kursus yang dimiliki oleh fotografer terkenal sampai ke forum-forum di internet. Menurut hemat saya ditempat kursus itu dititikberatkan agar siswanya menguasai dasar-dasar ilmu fotografi. Baik itu yang tingkat basic maupun ditingkat advance dan dibantu dengan adanya pembimbing. Tapi pada akhirnya, seperti yang dikatakan oleh Indra Leonardi, " Photography is general but style is personal." Style dari hasil potretan kitalah yang harus diciptakan.

4 . Mengikuti kontes foto.
Ikutilah lomba-lomba foto yang sering diadakan oleh pihak sponsor. Tidak usah yang bertaraf nasional apalagi internasional, cukup lomba foto mingguan atau bulanan sebagai ajang untuk mengasah kreatifitas visual juga sebagai ajang pengakuan terhadap hasil karya kita jika terpilih. Hal ini akan memacu semangat kita untuk terus memperdalam ilmu fotografi.

5. Jangan membatasi diri.
Ketika sedang belajar fotografi sebaiknya anda tidak membatasi diri dengan hanya mempelajari satu jenis foto saja, misalnya; hanya jenis foto pemandangan saja. Praktekkan berbagai macam jenis foto yang anda sudah pelajari. Misalnya; fotografi makro, memotret anak kecil, still life, bermacam jenis angle dan pencahayaan, foto fashion dan pemotretan cewek-cewek cantik. Sehingga apresiasi wawasan fotografi anda semakin luas dan memudahkan ketika anda ingin memilih jenis fotografi apakah yang ingin kita fokuskan untuk ditekuni.

6 . Latihan, latihan dan latihan.
Ilmu fotografi terdiri dari 10% teori dan 90% praktek. Jadi semakin sering dan semakin tekun anda mempraktekkan teori fotografi yang telah anda pelajari semakin cepat pula anda menguasai segala aspek berkenaan dengan fotografi.

Mungkin ada yang mau menambahkan?
Akhir kata, selamat belajar dan salam jepret!



sumber foto

Senin, 11 Januari 2010

Unusual photo angle

Unusual photo angle atau sudut pengambilan foto yang tidak biasa sering dilakukan atau memang seharusnya dilakukan oleh para fotomania agar obyek-obyek foto yang mereka ambil tidak terasa seperti foto dokumentasi biasa. Hal ini setidaknya bisa memberikan efek yang positif bagi fotomania agar dapat melakukan pendekatan yang kreatif jika menghadapi sebuah masalah dan mencari solusinya di dalam kehidupan sehari-hari.

Gunakan pemikiran yang tidak biasa atau 'out of the box', untuk menemukan sudut-sudut atau angle-angle pengambilan gambar yang tidak biasa, dengan begitu hasil foto kita memiliki nilai lebih dibanding dengan foto yang biasa kita ambil.

Mudah-mudahan tips dan tuntunan di bawah ini memudahkan anda dalam menerapkan pemotretan dengan sudut yang tidak biasa :

1 . Jangan gunakan sudut pandang biasa.
Orang biasa memandang sesuatu dengan cara lurus ke depan, 180*. Kita harus berbeda dari cara seperti itu. Gunakan rumus : agak dari kanan,agak dari kiri, agak dari atas, dan agak dari bawah.

2 . Memanfaatkan efek distorsi.
Lensa sudut lebar ( wide angle ) sekitar 18mm-35mm akan menimbulkan efek distorsi yang unik jika kita dekatkan pada obyek foto kita. Dekatkan pada wajah manusia maka wajah itu akan memanjang, dekatkan pada obyek berbentuk kotak maka ujung-ujung dari obyek tersebut akan lebih pipih atau meruncing.

3 . Berikan ruang kosong.
Sebagai contoh; foto pemandangan pantai yang kosong lalu ditambahkan obyek manusia yang sedang duduk merenung memandangi kejauhan di sudut kirinya. Komposisi yang tidak biasa seperti ini akan memberi nilai lebih karena sudut pandangnya yang tidak biasa. Seperti memberi ruang bagi imajinasi para pemirsanya masing-masing dengan pertanyaan '...kok sebelah sini dibiarkan kosong...kenapa ya?'

4 . Sudut pandang ekstrim.
Pemotretan obyek dari sudut pandang yang ekstrim akan selalu memberi nuansa atau rasa yang berbeda dari pandangan biasa. Misalnya; anak-anak yang sedang bermain kelereng yang difoto dari sudut pandang seekor burung atau ' bird eye view '. Atau orang-orang yang sedang bersepeda di hari Minggu difoto dari sudut pandang seekor kodok. Bisa terbayang, kan?

Pengingat : Obyek biasa dengan sudut pemotretan yang tidak biasa.

Mudah-mudahan bisa membantu. Salam jepret!



Foto : tukangpoto ( memanfaatkan efek distorsi )

Jumat, 08 Januari 2010

Tips window lighting

Window lighting atau cahaya melalui jendela merupakan salah satu seni pencahayaan yang baik untuk digunakan pada pemotretan figur manusia. Cahaya yang telah melewati kaca jendela akan bersifat lembut yang memang sangat cocok untuk mengangkat karakter orang yang sedang difoto. Karenanya window lighting memang sesuai untuk diaplikasikan pada foto portrait dengan atmosfir yang sejuk dan tenang.

Di bawah ini ada sedikit tips agar anda bisa mengaplikasikan teknik window lighting dengan tepat :

1 . Manfaatkan sinar matahari.
Window lighting praktis dapat dilakukan seharian penuh dari matahari terbit sampai terbenam. Manfaatkan intensitas kekuatan cahaya matahari untuk mood yang berbeda-beda pada foto anda. Misalnya; cahaya matahari pagi dan sore akan lebih lembut jatuhnya daripada siang hari.

2 . Gunakan reflektor.
Cahaya dari jendela akan memberi penerangan yang berlebih pada salah satu sisi obyek, sementara sisi obyek yang satunya akan menjadi lebih gelap karena tertutup bayangan. Gunakan reflektor jika anda tidak ingin sisi obyek yang satunya menjadi terlalu gelap. Reflektor bisa berupa styrofoam berukuran 60cm x 90cm.

3 . Manfaatkan sidelighting.
Cahaya dari window lighting merupakan cahaya yang datang dari samping sehingga sangat ideal untuk mengangkat tekstur serta sisi terang dan gelap dari sebuah obyek. Manfaatkan hal ini untuk menunjukkan karakter orang yang kita foto.

4 . Perubahan intensitas.
Intensitas kekuatan cahaya window lighting mudah sekali berubah-ubah sebab bersumber dari cahaya matahari dan bergantung dari berbagai faktor. Kadang cuaca sedang berawan, langit mendung, atau panas terik. Jadi perhatikan betul detail cahaya yang jatuh pada obyek anda dan bagaimana efeknya.

Selamat bereksperimen.

deskripsi foto : foto di atas saya ambil sekitar jam 3 an pada sore hari, speed 1/30 detik, diafragma f 2.8, ISO 100. Menghadap langsung ke arah jendela.



Foto : tukangpoto

Rabu, 06 Januari 2010

Makan siang yang tertunda


Sudah waktunya makan siang, tapi klien belum selesai paket fotonya. Perut sudah kriuk-kriuk minta diisi, tapi pemotretan masih menggantung 20 shot lagi. Masih harus tersenyum dihadapan klien agar yang bersangkutan tetap merasa nyaman, masih harus ke sana ke mari mengatur pose, memindahkan posisi letak lampu studio agar tepat jatuh cahayanya, membetulkan penempatan aksesoris agar sesuai dengan tema yang diminta, kemudian sudah menanti klien berikutnya yang siap umtuk difoto.

Begitulah sekelumit keseharian tukang foto, ketika keadaan studio sedang ramai-ramainya. Disuguhi wajah-wajah cantik yang siap untuk difoto dan diarahkan. Tidak bisa menolak, karena mereka adalah sumber pendapatan utama dari studio. Meskipun harus menunda makan siang, menahan hati agar tak sampai emosi sampai seluruh foto session dalam satu hari itu selesai dikerjakan.

Beruntung saya tidak mempunyai penyakit maag, dan sudah terbiasa untuk memindahkan jam makan siang semenjak bekerja menjadi tukang foto. Asal sudah minum kopi manis dan sarapan sekerat roti di pagi harinya, maka siap sudah badan ini untuk diajak 'bertempur' seharian itu. Apalagi jika bekerja sambil ditemani oleh secangkir coffemix, maka rasa lapar itupun bisa ditunda sampai sore hari.

Tidak seperti rekan-rekan yang bekerja di kantoran yang memiliki jam makan siang dan istirahat yang sudah pasti, kami yang bekerja di bidang jasa potret-memotret kadang harus menundanya dan rela jika harus tidak libur pada hari Minggu. Tapi ini semua memang sudah menjadi resiko profesi. Dan sebagai rakyat yang dewasa, kita tetap harus menjalankan tugas dan pekerjaan kita secara profesional dan bertanggung jawab.

Lalu bagaimana suasana bekerja di tempat anda?



Sumber foto

Senin, 04 Januari 2010

Tips memotret hitam putih

Memotret dalam hitam putih atau BW memang memiliki keunikan dan keasyikan tersendiri. Elemen hitam putih dalam fotografi dapat memperkuat kesan dramatis, misterius tapi tetap abadi tak lekang dimakan waktu. Persis seperti ketika saya membolak-balik foto hitam putih waktu saya kecil dulu, sisi memorinya bisa dengan kuat tertangkap tapi tidak pernah membosankan.

Berikut ada tips tentang bagaimana menghasilkan foto hitam putih yang baik :

1 . Fokus pada kontras.
Fotografi hitam putih adalah tentang menangkap obyek hitam, putih dan nada tone diantaranya. Carilah obyek yang mengandung perbedaan hitam putihnya nyata, karena obyek yang mengandung kontras yang tinggi akan menjadi sebuah foto hitam putih yang enak untuk dilihat.

2 . Fokus pada tekstur.
Unsur hitam putih akan terlihat lebih kuat dan nyata pada obyek yang bertekstur dan obyek yang memiliki pola berulang-ulang. Misalnya; keriput pada wajah orang tua, tiang-tiang pada bangunan tua yang tertimpa cahaya dari samping. Jadi jika anda bertemu dengan obyek yang memiliki tekstur atau pola yang sekiranya bagus untuk dibuat foto hitam putih, jangan takut untuk bereksperimen.

3 . Cahaya samping.
Cahaya dari samping atau sidelighting adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat tekstur pada obyek dan menciptakan variasi yang dinamis antara sisi terang dan sisi gelapnya. Efeknya sangat bagus bila diterapkan pada foto hitam putih. Sumber cahaya samping yang alami adalah matahari pagi dan sore.

4 . Potretlah dalam modus warna.
Hal ini khususnya ditujukan bagi para pengguna kamera digital. Modus warna pada kamera digital akan merekam rentang warna dengan lebih baik, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih luwes dalam nada warna ketika akan dikonversikan ke dalam hitam putih lewat software editing foto.

5 . Melihat dalam hitam putih.
Latihlah mata anda untuk melihat sebuah obyek dalam nada hitam putih. Dengan banyak berlatih, nantinya mata anda akan terbiasa untuk melihat mana obyek yang baik untuk dijadikan foto hitam putih dan mana yang tidak.

Semoga membantu.



Foto : Andre Leonardo

Sabtu, 02 Januari 2010

Tips memotret sunset

Memotret sunset merupakan salah satu 'foto wajib' yang harus dipelajari dan dilakukan oleh anda yang sedang serius mempelajari fotografi. Jika anda sudah dapat memotret suasana sunset dengan baik setidaknya ada kepuasan tersendiri sudah dapat melampaui 'tahapan wajib' dalam pelajaran fotografi dasar.

Silahkan mencoba tips berikut ini agar hasil foto sunset anda mudah-mudahan bisa lebih baik :

1 . Observasi.
Melakukan persiapan yang matang adalah hal yang memang harus dilakukan untuk mendapatkan foto sunset yang optimal. Tentukan lokasinya, pilih dari angle atau sudut mana anda akan memotret sesuai kondisi lokasi, jam berapa sunset akan terjadi di lokasi yang anda pilih sebab beda lokasi beda pula waktu sunsetnya. Minimal anda sudah mengalami satu sore di lokasi sebelum kembali keesokan harinya untuk memotret.

2 . Gunakan fokus manual.
Biasanya saya menggunakan ruang tajam yang seluas-luasnya atau fokus pada obyek yang paling jauh dari kamera agar cakupan fokusnya menyeluruh pada satu frame foto.

3 . Mengukur cahaya.
Arahkan titik fokus kamera anda dan ukur eksposur yang tepat ke tempat di sekitar matahari dan jangan langsung di mataharinya. Kunci dieksposur tersebut, atur komposisi, lalu jepret. Kalau menurut pengalaman saya mengukur langsung di matahari, eksposurnya saya buat under 1 sampai 2 stop.

4 . Gunakan tripod.
Kita tidak ingin hasil foto yang sudah kita persiapkan dengan matang jadi buram atau kabur hasilnya hanya karena kita malas membawa membawa tripod,bukan?

5 . Membuat siluet.
Jangan hanya terpaku pada pemandangan langit sunset saja, manfaatkan elemen-elemen yang ada di sekitar lokasi untuk membuat siluet, agar foto anda dapat lebih bercerita. Ranting kering dari sebuah pohon, perahu nelayan, monumen, orang-orang yang beraktifitas dan lain-lain.

6 . Gunakan lampu kilat.
Lampu kilat ini berguna jika kita ingin menerangi obyek yang kita foto sebagai foreground yang dilatari dengan langit senja, karena jika tidak begitu obyek foto kita akan menjadi siluet.

7 . Siapkan diri anda untuk hal terburuk.
Pernah ketika saya memotret pasangan prewedding di pulau Bidadari, sunset yang kita tunggu tidak muncul karena langit berawan. Padahal foto prewed dengan latar belakang langit sunset biasanya menjadi golden momen yang kerap dinantikan. Ada rasa kecewa, tapi mau gimana lagi tentunya kita tidak bisa mengubah kehendak alam.

Teorinya sudah dikemukakan, sekarang tinggal kita praktekkan.
Selamat memotret dan salam jepret!



Foto : Andre Leonardo

Kamis, 31 Desember 2009

Tips memotret kembang api


Di malam pergantian tahun ini banyak sekali momen-momen yang bisa kita abadikan untuk menjadi kenang-kenangan di tahun berikutnya. Kembang api adalah salah satu obyek yang paling menarik untuk di foto.

Berikut ada tips yang mudah-mudahan dapat memaksimalkan hasil pemotretan kembang api anda :

1 . Gunakan tripod.
Tripod sangat membantu anda untuk menghindari guncangan pada kamera ketika memotret, juga untuk menghindari hasil yang kabur atau blur pada foto anda. Jika merasa repot kalau harus membawa tripod, anda bisa mencari tempat yang cukup kokoh untuk menempatkan kamera anda , misalnya; pagar tembok, tempat duduk, tempat sampah dan lain-lain.

2 . Gunakan lensa sudut lebar.
Set lensa zoom kamera saku anda ke sudut yang lebih lebar, sebab kita tidak akan tahu ke mana kembang api nya akan mengarah, jadi lebih baik jika kita mengantisipasi untuk cakupan pemotretan yang lebih luas dan kita bisa mengkomposisi ulang di komputer.

3 . Gunakan fokus manual.
Set pengaturan autofokus pada kamera anda ke manual lalu setting kepada fokus tak terhingga atau infinity, sehingga seluruh obyek dalam frame foto anda akan menjadi jelas.

4 . Gunakan ISO rendah.
Paling tidak anda dapat mensetting ISO kamera anda ke ISO 100 agar bisa menghindari 'noise' atau bintik-bintik mengganggu pada hasil foto anda yang biasanya muncul pada pemotretan di keadaan gelap.

5 . Gunakan speed lambat.
Karena yang menjadi obyek pemotretan kita adalah cahaya yang berpendar dilatari langit hitam maka sebaiknya kita menggunakan speed lambat agar dapat menangkap gerakan kembang apinya sampai tuntas, biasanya di set dalam kecepatan 1 detik atau lebih lambat. Bereksperimenlah!

6 . Kesenangan dan kegembiraan.
Janganlah melupakan unsur kesenangan dan kegembiraan dalam memotret di malam pergantian ke tahun yang baru ini, sebab yang paling penting adalah anda bisa menikmati suasana keceriaannya.

Ok, selamat memotret dan selamat tahun baru.
Salam jepret!



Sumber foto

Selasa, 29 Desember 2009

Peluang usaha Blueray Shop


Ketika iseng jalan-jalan ke ITC Roxy Mas, yang memang tidak jauh dari rumah saya, hanya sekedar untuk melihat-lihat siapa tau ada yang bisa dijadikan bahan tulisan di blog saya, tidak sengaja saya melihat sebuah usaha yang unik dan tidak berhubungan langsung dengan bisnis hand phone yang memang menguasai sekitar 90% usaha di dalam gedung tersebut.

Ketika melihat dari dekat, ternyata sebuah usaha sablon digital. Bertempat di pinggiran dekat tangga jalan, tidak banyak makan tempat, hanya terdiri dari rak kaca untuk display produk, seperangkat komputer dan printernya serta 3 buah alat pres untuk menyablon atau mencetak di atas kaos, mug, dan pin.

Saya pikir cukup jeli juga mereka menangkap peluang usaha didasarkan atas kemudahan memotret lewat hand phone, karena yang dijadikan display dan contoh produk merupakan hasil potretan menggunakan hand phone yang disablon di atas media yang mereka sediakan tadi.

Tertarik dengan peluang usaha dibidang sablon digital ini, saya mulai mencari-cari informasi terkait lewat internet. Tidak usah berlama-lama browsing, saya malah sudah dikirimi informasi tentang usaha ini dari penerbit iklan PPC yang saya ikuti. Informasinya mengarah ke website bernama bluerayshop.biz. Di dalamnya tersedia semua informasi mengenai usaha sablon digital, mulai dari penyediaan bahan baku sampai paket-paket usaha sablon yang bisa dimiliki dan disesuaikan dengan budget yang kita sediakan.

Mereka juga bisa meyakinkan saya soal tinta sablon yang digunakan. Bahwa mereka menggunakan tinta sablon khusus buatan Korea yang berkualitas tapi tetap terjangkau dari segi harga. Sehingga nantinya produk sablon digital yang kita jual pun bisa memiliki harga jual yang tidak mahal. Saya pun sudah mengecek kebenaran soal tinta sablon tadi di ITC Roxi Mas seperti yang sudah saya ceritakan di atas.

Sepertinya hilang sudah keraguan saya akan masa depan usaha ini, tinggal memikirkan bagaimana caranya mengumpulkan modal untuk memulai bisnis ini.

Bagi teman-teman yang sedang mencari peluang usaha dengan modal yang terjangkau, sepertinya usaha sablon digital dari Blueray Shop ini patut dicoba.



Sumber foto

Minggu, 27 Desember 2009

Motivasi blog fotografer jurnal


" Mas, kok foto saya jadinya nggak seperti foto displaynya?"
" Kalo mau beli kamera digital itu bagusnya yang berapa megapiksel ya mas?"
Pertanyaan di atas adalah sedikit dari pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para klien sewaktu saya masih aktif menjadi fotografer studio. Jika klien tersebut menanyakan pada orang yang mengerti mungkin akan mendapat jawaban yang memadai. Tapi setau saya mereka lebih sering bertanya kepada orang yang tidak tepat atau yang lebih suka menyembunyikan kebenaran demi kepentingan sendiri. Seperti jika anda bertanya kepada penjaga toko kamera, pastinya dia akan menyarankan anda untuk memilih kamera dengan megapiksel yang lebih besar, padahal itu sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan anda.

Dari hal-hal seperti di ataslah saya jadi termotivasi untuk menulis serta berbagi pengalaman tentang hal-hal yang praktis mengenai fotografi. Hal-hal yang seharusnya sudah dapat diapresiasi oleh umum karena memotret sudah semakin memasyarakat , apalagi harga handphone berkamera semakin terjangkau menjadikan kegiatan memotret bukan sesuatu hal yang mewah lagi. Ditambah kegiatan menulis bukanlah sesuatu yang asing bagi saya, walaupun hanya sebatas menulis di buku harian atau notulen meeting di tempat kerja.

Dan ketika mengenal blog, rasanya motivasi saya untuk mulai menulis seolah mendapat media penyaluran yang tepat. Blog sebagai tempat menulis dan dibaca banyak orang. Yang tadinya kita terbiasa menulis untuk diri sendiri, akhirnya tulisan kita jadi bisa bermanfaat ketika orang lain ikut membaca.

Saya merasa kegiatan menulis ini, dapat menjadikan orang-orang di sekitar kita sebagai masyarakat pembelajar dan jadi lebih aktif mempelajari sesuatu daripada hanya jadi penonton televisi yang pasif. Banyak peluang-peluang yang dapat diciptakan dari kegiatan menulis ini, seperti mendapat penghasilan secara online, memasarkan sebuah kegiatan usaha, serta bisa memberdayakan potensi ekonomi rakyat lewat menulis di internet.

Kembali ke bidang saya semula, yaitu fotografi, saya berharap agar orang-orang bisa banyak belajar dan lebih dapat melihat kenyataan yang positif yang dapat digali serta dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.

Jadi, nggak ada ruginya menulis, menulis dapat membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Marilah menulis Indonesia!



Artikel ini diikutsertakan dalam kontes menulis yang diadakan oleh Indonesia Menulis yang diSponsori oleh:
01. Sawa Sanganam
02. Mbak Diah
03. Bujang Rimbo
04. Ahmad Sofwan
05. WP Template Gratis
06. Khairuddin Syah
07. Reseller Indobilling
08. Ardy Pratama
09. Hangga Nuarta
10. Abdul Cholik
11. Herman Yudiono
12. Aldy M Aripin



Sumber foto

Selasa, 22 Desember 2009

Tips photowalking

Ada blogwalking, ada juga photowalking. Apa itu photowalking? Photowalking adalah jalan-jalan sambil membawa kamera lalu motretin obyek-obyek yang menarik menurut si empunya kamera.

Bedanya dengan fotografi jalanan? Jika fotografi jalanan biasanya mempunyai tujuan khusus, seperti; memotret karnaval, memotret demonstrasi, atau memotret di dalam sebuah bus tanpa menarik perhatian, kalau photowalking cenderung pada kegiatan refreshing sambil membawa kamera kalau-kalau ada momen atau obyek yang menarik untuk difoto.

Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk ber-photowalking?

1 . Sepatu atau sandal yang nyaman.
Gunakan sepatu atau sandal yang selalu menemani anda waktu bepergian jauh karena biasanya akan lebih nyaman dipakai dan tidak menimbulkan lecet. Dan jangan menggunakan alas kaki yang masih diragukan 'track record' nya.

2 . Kartu memori tambahan.
Sebenarnya jika hanya ingin membawa satu kartu memori juga tidak apa-apa, tapi menjaga kalau ada obyek yang menarik yang butuh banyak jepretan atau jika tiba-tiba kartu memori yang satunya error, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga lagi pula nggak ngerepotin kan.

3 . Batere tambahan.
Tau kan gimana rasanya kalo sedang asyik-asyiknya motret lalu tiba-tiba batere kameranya habis, jadi nggak ada salahnya membawa batere ekstra untuk berjaga-jaga. Saran saya, gunakan batere recharge, soalnya kamera digital sekarang mengkonsumsi banyak sekali tenaga.

4 . Tas yang nyaman.
Untuk membawa seluruh peralatan anda, gunakan tas yang kuat dan kalau bisa anti air, takut nanti turun hujan atau tidak sengaja terciprat air. Kalau bisa juga yang dapat dengan mudah untuk mengeluarkan kamera . Pokoknya tas yang bisa memenuhi kebutuhan anda sekaligus untuk melindungi kamera.

5 . Teman untuk menemani.
Tergantung dari sifat masing-masing orang, ada yang lebih nyaman pergi sendiri, ada juga yang lebih senang ditemani. Tapi dengan adanya teman kita jadi merasa lebih santai, bahkan seorang teman bisa jadi guide untuk mengamati obyek yang menarik sekaligus menjadi teman ngobrol di perjalanan.

Gimana, sudah siap ber-photowalking?



inspirasi artikel

sumber foto


Minggu, 20 Desember 2009

Ngeblog untuk berbagi



Semenjak duduk di bangku SMP, saya memiliki buku harian tempat saya mengeluarkan segenap perasaan dalam bentuk tulisan dan juga untuk merekam kagiatan-kegiatan yang saya lakukan sehari-hari. Kegemaran saya menulis di buku harian pastilah terjadi karena imbas dari kesukaan saya akan membaca. Kalau dulu membeli majalah, tidak ada artikel dalam majalah tersebut yang tidak saya baca.

Ketika mengenal blog dari internet, saya pikir ini bisa menjadi media yang ideal bagi saya yang suka menulis, mengungkapkan pikiran serta ide-ide untuk bidang pekerjaan saya yaitu fotografi. Sampai sekarang sudah banyak manfaat yang saya rasakan dari kegiatan ngeblog ini, tapi kalau harus membaginya ke dalam hal yang paling pokok, saya memilih untuk membaginya ke dalam 3 bagian yang paling utama, yaitu :

1 . Aktualisasi diri.
Ngeblog membuat saya dapat menjabarkan apa yang ada dalam pikiran saya ke dalam bentuk tulisan secara runtut. Ide-ide, kejadian-kejadian, pengalaman yang berguna bisa terdokumentasikan dengan baik, dan bisa dibaca lagi kalau-kalau kita membutuhkan informasi yang terkandung di dalamnya.

2 . Menambah ilmu.
Dengan seringnya kita berada di depan komputer, berinteraksi lewat internet, tentunya ilmu pengetahuan dan wawasan kita dengan sendirinya ikut bertambah. Seluk beluk tentang blog, marketing lewat internet, cara berbisnis secara online, belum lagi artikel-artikel yang biasanya hanya kita baca dari majalah atau koran semuanya tersedia di internet dan blog teman teman. Tinggal bagaimana kita ingin memanfaatkan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Pokoknya semua ada di dunia blog dan saya akui internet adalah masa depan serta akan sangat berperan dalam kehidupan kita sehari-hari. The way of the future.

3 . Bersosialisasi.
Karena blog saya bukan berisi curhatan kehidupan sehari-hari melainkan tentang lingkup fotografi berisi tips-tips, pengalaman pribadi menyangkut fotografi serta pengetahuan umumnya maka akan lebih bermanfaat jika blog ini juga dibaca oleh orang lain. Mulailah saya mensosialisasikan blog saya, karena kegiatan ini mulai bertambahlah teman-teman saya. Walaupun hanya teman di dunia maya tapi mereka adalah pribadi-pribadi yang nyata sejauh mereka melakukan kegiatan ini berdasarkan niat yang baik dan mau saling jujur. Saya jadi kenal nakjaDimande, bundo yang suka puisi, mas kyai blog Guskar yang senang berbagi buku, pakde Kholik yang suka berbagi hadiah dan mengaku hidupnya lebih berwarna-warni karena ngeblog serta kang Yayat yang gemar mengutak-atik Joomla sambil bagi-bagi buku dan teman-teman yang lainnya.

Tapi kalau mau dirangkum dari semua manfaat ngeblog yang utama adalah berbagi. Blog kita menjadi lebih bermanfaat karena kita membagikan apa yang kita miliki kepada yang lain. Apakah itu pengetahuan, pengalaman, bingkisan tali asih atau walau hanya sekadar komentar atas sebuah tulisan. Knowledge is about sharing.

Tulisan ini saya buat demi memeriahkan acaranya kang Yayat Arkasala dalam peluncuran Leysbook nya.



Sumber foto

Sabtu, 19 Desember 2009

Kodachrome discontinued

Ketika Kodak pertama kali memperkenalkan Kodachrome pada tahun 1935, film ini langsung menjadi film slide warna yang pertama kali sukses secara komersial.

Tapi permintaan akan film slide dan film konvensional sejenis lainnya mulai berkurang selama sepuluh tahun belakangan ini karena fotografi digital yang mulai memasyarakat. Ketika dihentikan produksinya pada bulan Juni tahun 2009, penjualan film slide Kodachrome hanya tinggal kurang dari 1% dari seluruh pendapatan.

Produksi dan proses dari Kodachrome sendiri sekarang sudah mulai mengalami kesulitan. Pada kenyataannya hanya tinggal satu lab prosesor yang menerima proses cuci cetak untuk film Kodachrome ini di Amerika Serikat ketika produksi film ini dihentikan.

Sayang sebenarnya, selalu ada sesuatu yang magical tentang film konvensional dan warna-warna cerah yang tidak bisa tergantikan.



Sumber berita

Jumat, 18 Desember 2009

Sexy itu indah

Sexy itu indah, tidak ada yang meragukan hal itu. Tapi definisi sexy itu sendiri juga tergantung dari masing-masing individu. Begitu juga bagi fotografer bisa jauh berbeda dari yang satu dengan yang lain. Tapi ada asumsi yang bisa jadi rujukan. Untuk definisi sexy bagi para fotografer laki-laki yaitu; cantik, langsing, luwes, enak untuk diajak berkomunikasi dan mudah diarahkan untuk berpose sesuai keinginan fotografer.

Menjadi kegembiraan tersendiri bagi fotografer ketika harus melayani klien yang masuk dalam definisi sexy tadi. Mengapa?

1 . Ketertarikan yang alami pada hal-hal yang bagus, cantik, indah, sexy sudah ada dalam diri tiap manusia.

2 . Eksplorasi bisa lebih dimaksimalkan. Ingin diberi pose yang bagaimanapun, teknik lighting sedramatis apapun, klien sexy pasti selalu enak dilihat.

3 . Kemungkinan lain. Jika memang sesuai dengan kriteria sang fotografer klien sexy tersebut bisa di beri tawaran untuk menjadi model di proyek pribadinya atau menjadi model untuk display foto studio yang bersangkutan.

Tapi sebagai fotografer yang profesional, kita tetap haruslah menjunjung tinggi keprofesionalan kita dalam bekerja dengan tidak mencampuradukan hasrat pribadi dan tetap melayani berbagai tipe klien dengan sopan serta menghormati tujuan utama seorang klien yang datang ke studio kita yaitu untuk membuat foto yang terbaik bagi dirinya.



Foto : tukangpoto

Kamis, 17 Desember 2009

Resign

Ketika resign dari studio foto tempat saya bekerja semenjak saya masih bujangan, menikah, sampai punya anak 2 selama 8 tahun bekerja, pada tahun 2004 kemarin, hati saya masih tetap diliputi tanda tanya. Di satu sisi saya senang bisa mendapat tanggung jawab yang lebih besar di tempat kerja saya yang baru, di sisi lain saya bertanya-tanya sepertinya tempat kerja saya yang lama dengan senang hati dan sukarela melepaskan saya.

Selidik punya selidik ternyata di studio konsep baru yang sedang mereka persiapkan saya tidak akan diikut sertakan dalam jajaran tukang fotonya. Mengapa ? Karena saya selalu saja mempertanyakan soal kesejahteraan karyawan pada atasan saya. Kita yang sudah dengan loyal menjadi karyawan selama 8 tahun dan menyumbang kekayaan kepada pemilik studio tentunya berhak dong atas tunjangan kesejahteraan yang lebih baik. Jadi sebuah kebetulan yang menguntungkan mereka saya resign dengan sukarela.

Kabarnya juga nanti karyawan studio konsep baru tersebut akan terikat kontrak selama 2 tahun. Bahkan teman-teman yang sudah lama menjadi karyawan tetap ya mau-maunya jadi terikat kontrak pula. Pernah saya membaca draft ikatan kontrak kerja milik seorang karyawan baru yang isinya tentu saja lebih menguntungkan pihak perusahaan. Selama ini saya belum pernah membaca surat ikatan kontrak kerja yang mendudukan karyawan sebagai mitra kerja yang saling menguntungkan. Apakah memang seperti itu ya kondisi di kebanyakan perusahaan di Indonesia?

Saya sih bisa maklum, mungkin ini hanya sebuah keputusan bisnis semata, tidak lebih tidak kurang. Lagipula manajemen studio foto ini masih menerapkan manajemen keluarga, walaupun bisnis studio foto mereka merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Tapi yang sudah ya sudahlah, saya hanya ingin berbagi pengalaman di sini. Dan tentunya masih banyak jalan lain menuju Roma,bukan?

Senin, 14 Desember 2009

Fotografi bukan mie instan

Artikel ini adalah sebuah cerita lucu tentang Pakde saya yang mencoba menguasai fotografi hanya dalam waktu satu malam.

Waktu itu Pakde sekeluarga menginap di rumah kami karena akan menghadiri acara pelantikan Taruna AKABRI di Istana Negara, sementara rumahnya Pakde sendiri berada di Bandung. Betapa gembiranya Pakde karena anaknya ada yang mengikuti jejaknya menjadi anggota angkatan bersenjata. Kami sekeluarga memang memiliki darah veteran mengalir dalam tubuh kami.

Sehari sebelum pelantikan, datang lagi kerabat kami yang lain sambil membawa kamera SLR analog berlensa tele dan menyarankan agar Pakde menggunakan kamera tersebut untuk memotret acara pelantikan anaknya besok. Jadilah Pakde diajari cara menggunakan kamera tersebut melalui metode SKS ( Sistem Kebut Semalam ). Saya sendiri yang waktu itu belum mendalami fotografi sangsi apakah Pakde bisa menjalankan tugas tersebut.

Esoknya, pagi-pagi kami serombongan sudah tiba di Istana Negara. Hanya kedua orang tua Taruna AKABRI yang akan dilantik yang diperbolehkan masuk. Dengan gagah sambil mencangklong kamera SLR telefoto, Pakde dan Bude masuk ke dalam istana. Kami, para sanak saudara menunggu di pelataran MONAS sambil leyeh-leyeh melepaskan penat. Setelah acara pelantikan usai, kamipun diperkenankan masuk melalui sisi istana untuk acara ramah tamah dan foto-foto. Kami juga membawa kamera saku yang dipergunakan untuk dokumentasi keluarga.

Sesampai di rumah, kamera dibawa ke tukang cuci cetak untuk diproses. Betapa kagetnya kami ketika diberitahu bahwa filmnya blank, belum terpakai. Menurut analisa tukang cuci cetak ada kemungkinan filmnya ' tidak nyangkut '. Dari sini saya jadi belajar bahwa jika ingin memperoleh hasil yang baik, semua harus dijalani melalui proses. Tidak bisa instan seperti kita membuat mie instan, tinggal rebus lalu nikmati.



Sumber gambar

Sabtu, 12 Desember 2009

Tips merawat kamera DSLR


Ketika kamera SLR analog pertama saya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, baru saya sadar kalau saya sudah tidak melakukan perawatan yang seharusnya dilakukan pada sebuah kamera. Tidak seperti ketika masih baru, setiap hari pasti dilap sampai mengkilap. Tapi ketika kesibukan dan pekerjaan sehari-hari sudah menyita waktu, maka perawatan rutinpun terabaikan.

Tips perawatan kamera di bawah ini tidak hanya berlaku pada kamera DSLR, tapi dapat diaplikasikan pada semua jenis kamera :

1 . Merawat bodi kamera.
Bersihkan bagian luar bodi kamera dengan kain yang lembut, gunakan blower untuk menyingkirkan debu yang menempel di sudut-sudut. Pembersihan bagian dalam dimulai dengan menggunakan blower, lalu blower brush untuk kotoran yang membandel, me-lock up mirror ke atas jika ingin memblower bagian sensor. Saya tidak merekomendasikan anda untuk membersihkan sendiri jika ada kotoran yang membandel di bagian sensor kamera karena sensor adalah bagian yang sangat sensitif.

2. Merawat lensa.
Jangan menyentuh bagian optis lensa dengan jari, pasang selalu filter pelindungnya atau gunakan lens hood. Pasang selalu tutup lensa jika tidak sedang digunakan untuk mengurangi resiko debu menempel. Jika ingin membersihkan lensa, gunakan blower terlebih dahulu, lalu lens brush, baru lens cloth jika ada bekas jari yang menempel.

3. Merawat batere.
Jangan mencharge batere secara berlebihan, segera cabut jika sudah penuh. Lepaskan batere dari dalam kamera jika sedang tidak digunakan, usahakan agar hanya memakai batere original.

4 . Merawat kartu memori.
Biasakan untuk menyimpan kartu memori di dalam casingnya agar terhindar dari debu, terpapar benda bermedan magnet dan memperpanjang umur kartu memori.

5 . Penyimpanan kamera.
Jika memiliki dana lebih dapat dipertimbangkan untuk memiliki drybox yang menggunakan alat pengatur kelembaban sebagai tempat penyimpanan kamera atau cara hemat seperti saya, simpan kamera di dalam plastik ber-clip yang diberi silica gel, simpan di tempat kering dan jauhi benda-benda bermagnet.

Dengan cara seperti ini mudah-mudahan peralatan fotografi anda bisa lebih awet dan berumur panjang.



Sumber foto

Rabu, 09 Desember 2009

Pas foto


Kemarin malam, saya mencetak klise pas foto ke dua anak saya di kedai pas foto langganan kami. Sejak saya menikah, di kedai itulah kami selalu membuat pas foto untuk berbagai keperluan. Lho kok manual? Katanya tukang poto sekarang sudah beralih ke digital? Tidak tau kenapa, ekspresi wajah pas foto kami kok rasanya lebih pas justru yang dibuat dengan kamera analog atau menggunakan klise. Jadilah kami pelanggan setia dari kedai pas foto tersebut.

Kata istri saya, kedai tersebut sudah ada semenjak dia masih kanak-kanak dan memang kedai tersebut terkenal karena spesialisasinya di bidang pas foto. Pas foto kok spesialisasi? Maksudnya lebih banyak orang datang karena memang sengaja ingin membuat pas foto daripada membeli bingkai misalnya.

Tadinya saya juga tidak begitu peduli, tapi karena sekarang saya menulis artikel atau ngeblog tepatnya, makanya saya mulai memperhatikan lebih jauh. Bapak pemilik kedai tersebut sudah mulai memutih rambutnya di sana-sini, tapi masih sigap ketika melayani pelanggannya. Menggunakan sebuah kamera SLR film yang dikokang, 1 buah lampu flash slave unit ditambah sebuah tripod dan reflektor payung, background standar berwarna merah dan biru plus layanan kilat, foto selesai dalam 1 jam.

Berarti sekarang terbukti, teori yang mengatakan bahwa jika ada teknologi yang baru, tidak serta-merta yang lama langsung mati. Seperti ketika televisi ditemukan, tidak secara otomatis radio tersingkirkan, ketika mobil mulai berseliweran, sepeda dan delman masih tetap setia melayani penggemarnya. Demikian pula ketika fotografi digital mulai memasyarakat, yang analog, walaupun relatif sedikit, masih tetap punya penggemar, saya salah satunya.



Sumber foto

Senin, 07 Desember 2009

Tips memotret aksi dan olah raga

Dalam memotret foto aksi dan olah raga adalah sangat krusial untuk dapat menangkap momen-momen bagus yang hanya terjadi dalam waktu sepersekian detik. Jika anda sudah menguasai teknik fotografi ini maka akan sangat membantu jika anda ingin memotret jenis fotografi lainnya seperti; fotojurnalisme, candid wedding, fotografi jalanan dan lain sebagainya.

Tips di sini mungkin bisa sedikit membantu anda :

1 . Gunakan lensa yang tepat.
Mau tidak mau anda harus menggunakan lensa telefoto untuk dapat mempraktekkan teknik fotografi ini dengan nyaman. Sebab tidak mungkin anda memotret aksi dari sebuah olah raga dalam jarak dekat. Untuk pemula, kita bisa menggunakan lensa 80-200mm atau dengan lensa yang lebih panjang.

2 . Gunakan Monopod.
Penggunaan Monopod bisa lebih praktis dan mobile mengikuti aksi daripada Tripod yang akan sedikit merepotkan, tidak praktis dan makan tempat. Sebuah Monopod akan mengurangi goyangan kamera dan mengurangi beban berat kamera.

3 . Penuhi bingkai anda.
Penuhi frame foto anda dengan foto aksi yang menarik perhatian dan dengan momen yang tidak mudah terlupakan.

4 . Tangkap emosi obyek.
Dalam foto aksi dan olah raga sangat menarik jika kita bisa menangkap ekspresi dan emosi obyek ketika sedang melakukan aksinya.

5 . Momen yang tepat.
Bola yang sedang ditendang dalam pertandingan sepak bola, motor yang sedang jumping dalam atraksi motorcycle, aksi smash tajam dalam pertandingan bulu tangkis adalah momen-momen yang tepat untuk diabadikan pada masing-masing cabang olah raga sehingga bisa menghasilkan foto-foto yang dramatis.

6 . Gunakan shutter speed.
Anda bisa berkreasi dengan shutter speed yang tinggi ketika ingin membekukan gerakan aksi olah raga favorit anda atau menggunakan slow shutter speed untuk mendramatisasi pola gerakan seperti slow motion blur.



Sumber foto.

Sabtu, 05 Desember 2009

5 kebiasaan buruk dalam fotografi

Selama saya menjadi fotografer banyak hal-hal yang menjadi kebiasaan buruk para juru potret yang sebenarnya dapat dihindari jika mau memulainya sedari dini untuk menghindari kerugiannya lebih lanjut. Kebiasaan buruk itu biasanya :

1 . Tidak memeriksa kelengkapan peralatan.
Memang biasanya perlengkapan fotografi tersimpan dalam satu tas, tidak ada salahnya untuk men-cek kembali jika keesokan harinya ingin digunakan untuk pemotretan. Yang paling sering tertinggal adalah kartu memori yang lupa dikembalikan setelah mentransfer gambar ke komputer dan batere kamera yang sedang direcharge.

2 . Tidak memeriksa kembali setting di kamera.
Pernah suatu ketika kamera saya dipinjam seorang teman, beberapa jam sebelum acara pemotretan dimulai, saya iseng-iseng men-cek kembali settingannya, wuih ternyata berbeda 180 derajat dengan settingan yang saya pakai. Untung saya sempat men-cek nya kembali, coba kalau tidak...

3 . Terlalu bergantung pada Photoshop.
Saya tidak anti pada Photoshop, malah banyak terbantu karena kahadirannya. Tapi jangan sampai kemajuan teknologi digital menghapuskan kebiasaan baik kita untuk selalu teliti pada detail obyek foto kita dan tidak mentang-mentang semuanya dapat diperbaiki di Photoshop. Misalnya; pemasangan dasi yang kurang proporsional, sisiran rambut yang belum sempurna, lem bulu mata palsu yang copot pada ujungnya.
Lebih teliti pada saat pemotretan tentu akan menghemat waktu dan tenaga pada bagian editing.

4 . Mudah terpesona pada kamera baru.
Memang sesuatu yang wajar jika ada kamera baru dirilis, kita jadi ingin ikut memiliki. Tapi seperti kita tahu, dalam teknologi digital pasti nanti selalu saja ada yang baru menggantikan yang lama. Dalam hal ini tentunya lebih bijaksana jika kita menginvestasikannya pada peralatan yang lebih awet, variasi lensa misalnya.

5 . Menyalahkan peralatan,obyek foto atau keadaan.
Ketika kita memotret sebuah obyek dan hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, biasanya dengan mudahnya kita menyalahkan peralatan, obyeknya atau situasi. Ah, si modelnya mahal senyumnya, kalau saja lensa saya lebih tele, langitnya gelap karena kemarin motretnya keburu sore. Ingatlah teman, bahwa semuanya tergantung dari sang fotografer, the man behind the camera, dan bukan yang lain.



Sumber foto

Kamis, 03 Desember 2009

Tips fotografi jalanan

Fotografi jalanan atau street photography adalah kegiatan memotret realitas yang terjadi di jalanan secara apa adanya. Biasanya obyek-obyek atau momen yang direkam di jalanan terjadi dalam bentuk candid atau tidak mengetahui bahwa mereka sedang menjadi obyek sebuah foto. Justru di sinilah seninya, mereka berlaku jujur apa adanya dan tidak dibuat-buat. Sekali mereka tau bahwa mereka sedang difoto maka rusak sudah sebuah atmosfer kejujuran.

Banyak kejadian menarik atau momen keseharian yang unik yang dapat direkam sebagai obyek fotografi jalanan; anak-anak pulang sekolah, tukang ojek dengan penumpang seorang ibu yang membawa banyak belanjaan, perayaan 17 Agustusan, karnaval hari Kartini dan lain sebagainya.

Terima kasih kepada teknologi digital semuanya menjadi lebih mudah untuk dilakukan sekarang tak terkecuali bidang fotografi. Kamera saku atau kamera ponsel bukan menjadi halangan untuk melakukan kegiatan fotografi jalanan ini.

Berikut ada tips yang mudah-mudahan bisa membantu mengoptimalkan kegiatan fotografi jalanan anda :

1 . Bawalah barang seperlunya saja, agar memudahkan pergerakan anda jika ada momen bagus yang membutuhkan kesigapan.

2 . Jangan terlalu memusingkan masalah teknis, jepretlah segera momen-momen yang anda anggap bagus.

3 . Jangan berpenampilan terlalu mencolok, berbaurlah dalam setiap situasi.

4 . Selalu dalam keadaan siap, jangan lengah dan jangan memikirkan hal lain selain yang ada di hadapan anda.

5 . Cek dan ricek kamera anda agar selalu dalam keadaan siap jepret.

6 . Bersikaplah wajar dan santai, jangan bersikap seperti seorang fotojurnalis yang sedang dikejar deadline.



Sumber foto

Selasa, 01 Desember 2009

Paparazzi

Paparazzi adalah orang-orang yang memotret para selebritis secara candid atau tidak dalam keadaan siap untuk difoto atau tidak mengetahui bahwa dirinya sedang difoto. Kenapa saya katakan orang-orang, karena tidak terbatas hanya fotografer saja yang bisa melakukan pekerjaan Paparazzi, khalayak umum pun bisa. Misalnya : memotret selebritis ketika sedang berbelanja, sekedar berjalan-jalan, berenang atau berada di pantai. Kadang keberadaan para Paparazzi ini sangat mengganggu privacy para selebritis tersebut.

Sangat berbeda dengan mereka para fotojurnalis yang khusus memotret selebritis hanya pada even-even resmi atau khusus di mana mereka memang datang dalam keadaan siap untuk difoto.

Para Paparazzi ini biasanya bekerja sendiri atau independen dan tidak bergantung pada media-media besar yang memiliki bidang liputan berita yang sangat jauh berbeda dengan yang mereka kerjakan.

Paparazzi biasanya menjual hasil foto mereka kepada agensi. Banyak agensi-agensi khusus menerima hasil kerja para Paparazzi. Biasanya mereka ada di negara-negara barat khususnya di U.S. Agensi mencoba menjual foto-foto 'hangat' tersebut dalam 24 jam, mereka menawarkan kepada majalah dan tabloid-tabloid yang biasanya meliput artikel gosip-gosip seputar selebritis. Majalah dan tabloid ini juga berani memberikan harga tinggi pada foto-foto eksklusif dari artis yang sedang menjadi topik utama di media mereka. Sebuah foto yang disetujui oleh editorialnya bisa dihargai sampai ratusan ribu dollar.

Salah satu kasus besar yang melibatkan para Paparazzi adalah kasus kematian Lady Diana dan PIL-nya, Doddy Al-Fayed. Tetapi terakhir tidak terbukti karena supir Lady Di sendiri kedapatan mengkonsumsi minuman beralkohol melebihi ambang batas ketika sedang bertugas.



Sumber foto.

Senin, 30 November 2009

"...ya angkat sedikit.....wow sexy!...."

"....ya angkat sedikit dagunya...bibir setengah terbuka...wow sexy!....". Senyum tersipu, pinggul agak ditonjolkan ke samping, pandangan mata tajam ke arah kamera, tertawa lepas, tahan matanya, berdiri tegap, senyum sambil melihat ke arah softbox, kaki kiri agak ditekuk ke bawah, tahan sebentar, kepala disandarkan ke sofa....dan seterusnya.

Tanpa bermaksud untuk melecehkan kaum hawa, sekumpulan kata-kata di atas adalah kata-kata yang sering saya gunakan untuk mengarahkan klien di studio agar berpose sesuai seperti yang saya inginkan. Secara lengkapnya pernah saya uraikan pada artikel terkait.

Bermacam-macam cara yang dilakukan oleh seorang fotografer dalam mengarahkan kliennya. Ada yang terus-menerus berteriak menyemangati, ada yang suka memperagakan sendiri pose yang diinginkannya untuk diikuti sang model, ada yang senang sambil menyentuh...., ada yang senang mengarahkan dari jauh sambil sedikit bicara.

Begitu pula respon dari seorang klien, ada yang malu-malu, ada yang cerewet, ada yang nggak percaya diri sampai salah tingkah, yang luwes seperti yang diinginkan sang fotografer, atau malah yang menawarkan diri untuk berpose atau bergaya sendiri. Ini yang biasanya disukai fotografer.

Senang rasanya bisa bertemu berbagai macam karakter orang dan belajar sesuatu yang baru dari mereka, serta terus mencoba berpikir kreatif bagaimana caranya agar photo session yang mereka jalani ini bisa berlangsung dengan menyenangkan.



Foto : Tukangpoto